Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — BRI Beberkan Tiga Kunci Utama UMKM Tembus Pasar Ekspor

Potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk mendominasi pasar domestik memang tidak perlu diragukan lagi. Sektor ini menyumbang lebi

JAKARTA — BRI Beberkan Tiga Kunci Utama UMKM Tembus Pasar Ekspor

Potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk mendominasi pasar domestik memang tidak perlu diragukan lagi. Sektor ini menyumbang lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, ketika dihadapkan pada tantangan ekspansi global, mayoritas pelaku usaha lokal masih membentur dinding tebal. Berdasarkan penelusuran mendalam terhadap penetrasi pasar internasional, kontribusi ekspor UMKM Indonesia saat ini masih tertahan di angka 15,7%, tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Menanggapi kesenjangan struktural tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membongkar tiga formula krusial yang menjadi syarat mutlak bagi UMKM agar mampu bersaing di kancah global. Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris, mengungkapkan bahwa dorongan untuk menjadikan UMKM berskala ekspor tidak cukup hanya diikat dengan bantuan permodalan semata, melainkan membutuhkan perbaikan ekosistem secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Tiga Pilar Utama Penetrasi Pasar Internasional

Dalam analisis riset mendalam yang dilakukan BRI, kegagalan UMKM dalam mempertahankan pasar luar negeri kerap dipicu oleh ketidaksiapan internal usaha. BRI mengidentifikasi tiga pilar strategis yang wajib dipenuhi oleh para pelaku usaha:

  1. Kapasitas dan Kontinuitas Produksi: Pasar ekspor menuntut standarisasi mutu yang ketat serta volume pasokan yang stabil. Banyak UMKM berguguran bukan karena produknya tidak diminati, melainkan karena ketidakmampuan memenuhi kuota pesanan skala besar secara konsisten dan memenuhi standar regulasi negara tujuan seperti sertifikasi ISO, HACCP, atau label ramah lingkungan.
  2. Literasi Keuangan dan Tata Kelola Moderen: Pengelolaan arus kas (cash flow) yang rapi, pemahaman mengenai manajemen risiko nilai tukar mata uang asing, serta transparansi pencatatan keuangan menjadi modal penting. Tanpa literasi keuangan yang memadai, UMKM akan kesulitan menguji kelayakan bisnis mereka di mata perbankan maupun investor global.
  3. Akses Bisnis dan Jaringan Pasar Global: Membuka jalur distribusi internasional membutuhkan navigasi hukum dagang, pemahaman riset pasar lokal di negara tujuan, serta pemanfaatan platform business matching yang tepat guna mempertemukan produsen dengan pembeli potensial (buyers).

Perbandingan Kinerja Ekspor UMKM di Kawasan Regional

Untuk memahami posisi daya saing Indonesia, berikut adalah peta perbandingan indikator kontribusi UMKM dan akses pembiayaan formal di beberapa negara ASEAN berdasarkan data kompilasi industri terkini:

Negara Kontribusi PDB UMKM Porsi Ekspor UMKM Tingkat Inklusi Keuangan Formal
Indonesia 61,0% 15,7% 75,0%
Thailand 35,0% 29,5% 82,0%
Vietnam 45,0% 18,2% 70,0%

Mendorong Pembentukan Ekosistem Terintegrasi

Penyelesaian hambatan ekspor ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Perbankan tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur kredit, melainkan harus bertindak sebagai inkubator bisnis. BRI sendiri terus mengakselerasi program pendampingan seperti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR untuk menjembatani kurasi produk lokal agar memenuhi kualifikasi standar internasional.

"Transformasi UMKM menuju pasar ekspor membutuhkan keberanian untuk membenahi manajemen internal. Tanpa kapasitas produksi yang terukur, literasi keuangan yang sehat, dan akses jaringan yang presisi, produk lokal akan selalu kalah bersaing di tingkat global," ujar Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris.

Kedepan, penguatan literasi digital dan pemanfaatan data analitik diperkirakan akan menjadi faktor penentu tambahan. Jika ketiga elemen kunci ini dipenuhi secara konsisten oleh pemangku kepentingan dan pelaku usaha, target peningkatan porsi ekspor UMKM nasional hingga 17% pada tahun-tahun mendatang bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User