Israel Ancam Balasan Keras Usai Ancaman Penargetan Terhadap Mojtaba Khamenei
Teheran - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah sebuah pernyataan kontroversial dari Menteri Pertahanan Israel memicu reaksi marah dari Teheran. Pemerintah Iran dengan tegas mempe
Teheran - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah sebuah pernyataan kontroversial dari Menteri Pertahanan Israel memicu reaksi marah dari Teheran. Pemerintah Iran dengan tegas memperingatkan akan memberikan balasan yang keras dan segera atas apa yang mereka sebut sebagai ancaman langsung terhadap kepemimpinan negara tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Kamis (1/7/2026), eskalasi ini bermula ketika Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa negaranya menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pernyataan tersebut sontak mengguncang lanskap politik Timur Tengah yang memang sedang rapuh.
Ancaman Keras dari Menlu Iran
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kecaman pedas melalui platform media sosial X. Dalam pernyataannya, ia menghubungkan agresivitas Israel dengan dukungan dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Araghchi menyiratkan bahwa Israel bertindak sebagai perpanjangan tangan dari kebijakan Washington di kawasan.
"POTUS (Presiden AS Donald Trump) telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' mereka di Tel Aviv," tulis Araghchi.
Lebih lanjut, diplomat tinggi Iran itu memberikan peringatan keras yang tak tanggung-tanggung. Ia menekankan bahwa jika Israel mengabaikan perintah atau mencoba bertindak di luar kendali pihak yang dianggapnya sebagai 'majikan', Teheran tidak akan tinggal diam.
Peringatan Balasan Segera
Araghchi menutup pernyataannya dengan ancaman yang sangat eksplisit, menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap rakyat dan struktur kepemimpinan Iran tidak akan ditoleransi. "Jika mereka mengabaikan majikan mereka, Iran akan memberi mereka pelajaran," tegasnya. Ia menambahkan bahwa ancaman apa pun terhadap negara dan pemimpin mereka akan dibalas dengan "tanggapan keras dan segera."
Pernyataan ini menandai babak baru dalam perang retorika antara kedua negara yang telah lama bermusuhan. Sebelumnya, dinamika politik internal Iran pasca meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei telah menempatkan putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai figur sentral tertinggi baru di negara itu. Penargetan langsung terhadap nama seorang Pemimpin Tertinggi dianggap sebagai provokasi serius yang melintasi batas-batas diplomatik konvensional. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konfrontasi militer langsung yang dapat menyeret kekuatan-kekuatan besar di kawasan.
Comments (0)