Gus Ipul Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial

Komisi Nasional Disabilitas (KND) meluncurkan buku berjudul Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial di Teras Gubuk Pesantren Al-Fala

Jul 08, 2026 - 00:11
0 0
Gus Ipul Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial

Komisi Nasional Disabilitas (KND) meluncurkan buku berjudul Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Peluncuran digelar di sela-sela Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU). Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul didapuk untuk meresmikan penerbitan buku tersebut. Kehadirannya menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya inklusif berbasis keagamaan yang diinisiasi oleh organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu.

Dokumen Ilmiah-Keagamaan yang Melampaui Buku Biasa

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa buku ini bukan sekadar terbitan biasa. Dokumen ilmiah-keagamaan ini dimaksudkan sebagai rambu moral, rujukan sosial, dan instrumen transformasi cara berpikir umat. Tujuannya jelas: mengubah persepsi bahwa penyandang disabilitas mental-psikososial adalah beban, menuju pemahaman bahwa mereka adalah manusia yang martabatnya setara, harkatnya sama, dan hak-haknya melekat tanpa syarat. Hal itu sejalan dengan jaminan konstitusi, ajaran agama, dan norma kemanusiaan universal yang selama ini kerap terabaikan dalam praktik sosial.

"Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi di bawah koordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima media kami pada Minggu (21/6/2026). Peluncuran yang ditandai dengan pembacaan surat Al-Fatihah bersama itu menambah bobot spiritual pada momentum penting bagi gerakan inklusi disabilitas di Indonesia.

Buku yang diluncurkan merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga, yaitu Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU), Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), serta Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi di bawah koordinasi KND. Sinergi ini memperlihatkan bahwa isu disabilitas mental-psikososial kini ditangani tidak hanya dengan pendekatan medis dan sosial, tetapi juga dengan landasan fikih yang kokoh, sehingga mampu menjadi panduan bagi warga NU dan masyarakat luas dalam mewujudkan kesetaraan hak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User