Densus 88 Gandeng Pemkot Cilegon Cegah Masyarakat dari Paham Radikal

Densus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia menggandeng Pemerintah Kota Cilegon dalam upaya membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pengua

Jul 07, 2026 - 23:47
0 0
Densus 88 Gandeng Pemkot Cilegon Cegah Masyarakat dari Paham Radikal

Densus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia menggandeng Pemerintah Kota Cilegon dalam upaya membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program penguatan ketahanan sosial dan wawasan kebangsaan yang secara khusus menyasar pada pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan imunitas sosial di tingkat akar rumput.

Wawasan Kebangsaan dan Peran Keluarga

Mengusung tema “Wawasan Kebangsaan: Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa”, acara digelar di Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon. Sebanyak 400 peserta dari berbagai elemen, termasuk penyuluh agama, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas, hadir untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai benteng utama di tengah masyarakat. Para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan cinta tanah air sejak dari lingkungan keluarga.

Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam mendeteksi dan menangkal infiltrasi paham radikal. Orang tua, tokoh agama, dan pendamping masyarakat didorong untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga atau warga yang berpotensi terpapar ideologi ekstrem. Pendekatan persuasif dan komunikasi berbasis kasih sayang dinilai lebih efektif daripada tindakan represif pada tahap awal pencegahan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Deteksi Dini

Densus 88 AT Polri memandang perlu adanya sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan di tingkat lokal. Kota Cilegon sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi menjadi salah satu wilayah prioritas untuk intervensi pencegahan. Dengan memperkuat jejaring di tingkat kelurahan dan desa, diharapkan kewaspadaan terhadap gerakan bawah tanah dapat ditingkatkan.

Laporan kami dari Beritadua.com menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pembekalan sekali saja. Rencana tindak lanjut mencakup pembentukan kelompok diskusi rutin di wilayah rawan, pelatihan literasi digital untuk mengenali propaganda daring, serta pendampingan konseling bagi individu yang menunjukkan gejala radikalisasi. Seluruh program ini dirancang untuk membangun ekosistem masyarakat yang tangguh terhadap segala bentuk ancaman ideologi kebencian.

Pemerintah Kota Cilegon menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen mengalokasikan sumber daya pendukung. Walikota menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek mental dan ideologis. “Kami ingin Cilegon menjadi kota yang ramah, inklusif, dan bebas dari virus radikalisme. Kerja sama dengan Densus 88 adalah wujud nyata perlindungan terhadap warga kami,” ujarnya dalam sambutan.

Komitmen Berkelanjutan

Densus 88 mencatat bahwa pendekatan pencegahan berbasis komunitas telah menunjukkan hasil positif di berbagai daerah. Dengan melibatkan penyuluh agama dan Bhabinkamtibmas, pesan moderasi beragama dapat disampaikan dengan lebih kontekstual dan mudah diterima. Program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di kota-kota lain yang memiliki keragaman budaya dan potensi gesekan serupa.

Melalui sinergi ini, masyarakat Cilegon diharapkan tidak hanya mampu menangkal paham radikal, tetapi juga menjadi duta perdamaian yang menyebarkan narasi kebangsaan ke lingkungan yang lebih luas. Keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, hingga ke tingkat nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User