Dominasi mutlak sepak bola kelompok umur di Pulau Dewata berhasil diamankan oleh Bali United Academy. Melalui pembinaan berjenjang yang terstruktur rapi, skuad Serdadu Tridatu Muda menuntaskan kompetisi regional dengan mencatatkan rekor impresif: mengawinkan gelar juara Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Bali setelah menundukkan lawan yang sama, Perseden Denpasar, di partai puncak.
Kemenangan berturut-turut yang diraih dalam tempo 48 jam tersebut memastikan tiket representasi Bali ke Putaran Nasional Piala Soeratin 2026. Investigasi di balik layar memperlihatkan bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan semata, melainkan buah dari keselarasan filosofi taktik antara akademi dan tim senior.
Dominasi Tanpa Balas Skuad U-13 di Stadion Ngurah Rai
Langkah dominasi dibuka oleh tim Bali United U-13 pada partai final yang berlangsung Selasa (8/9) di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Menghadapi Perseden Denpasar U-13, skuad muda ini mengunci kemenangan telak 3-0 tanpa balas.
- Menit awal: Penguasaan lini tengah langsung dikendalikan lewat operan progresif terukur.
- Penyelesaian klinis: Penyerang muda I Putu Akshata Putra Ariendra membuktikan ketajamannya dengan melesakkan sepasang gol (brace).
- Pengunci kemenangan: Satu gol pelengkap dari Adriell Cirrillo Meshach memastikan trofi pertama masuk ke lemari Serdadu Tridatu Muda.
Pelatih kepala Bali United U-13, Gede Frandika Dharma, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan sinergi solid antara aspek teknis lapangan dan dukungan eksternal.
“Kami bersyukur atas hasil ini karena persiapan dan dukungan penuh dari manajemen serta orang tua para pemain. Ketika proses pembinaan berlangsung matang dan konsisten, hasil optimal di atas lapangan akan mengikuti,” ujar Frandika.
Mentalitas Juara Skuad U-15: Comeback Taktis di Partai Puncak
Berselang sehari kemudian, giliran tim Bali United U-15 yang unjuk gigi di tempat yang sama, Rabu (9/9) sore. Pertandingan ini menghadirkan tensi yang jauh lebih tinggi ketika gawang Bali United kebobolan cepat pada menit ke-2 melalui skema bola mati yang dieksekusi oleh pemain Perseden, Ahmad Reza Fahlevi.
Tertinggal satu gol, pelatih I Made Adi “Binter” Wirahadi menunjukkan respons taktikal cepat dari pinggir lapangan dengan merombak struktur rotasi pemain. Hasilnya, Bali United U-15 membalas dengan empat gol beruntun:
- Menit ke-16: Nathan Arya Sasmita menyamakan kedudukan 1-1 lewat penetrasi cepat.
- Menit ke-22: Noa Adithya Denis membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui penyelesaian dingin.
- Menit ke-34: Zidane Al Faridzi memperlebar keunggulan menjadi 3-1 sebelum jeda babak pertama.
- Awal Babak Kedua: I Nengah Arif Suryawan menyempurnakan kemenangan menjadi skor akhir 4-1.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan serta mentalitas anak-anak. Mereka tidak panik saat tertinggal lebih awal dan tetap disiplin menjalankan instruksi taktik hingga laga usai,” ungkap I Made Adi Wirahadi usai laga.
Integrasi Kurikulum dan Peta Menuju Seri Nasional
Keberhasilan mengawinkan gelar regional ini menandai efektifnya implementasi kurikulum pembinaan terpadu di Bali United Academy. Manajemen merancang sistem latihan usia muda yang mereplikasi pola taktik tim utama Liga 1, mulai dari transisi bertahan-ke-menyerang hingga pembentukan fisik pemain.
Kini, fokus Bali United U-13 dan U-15 beralih ke persiapan intensif menjelang Putaran Nasional Piala Soeratin 2026. Dengan modal kedalaman skuad yang merata dan ketahanan mental di laga krusial, akademi Serdadu Tridatu membidik prestasi lebih tinggi di panggung sepak bola nasional.
Comments (0)