Sep 10, 2026
Hukum

AFGHANISTAN — Al Qaeda Masih Bertahan di Bawah Perlindungan Taliban

Debu-debu tipis membumbung di pinggiran Kabul, mengingatkan dunia pada jejak kelam seperempat abad silam. Mendekati 25 tahun pasca-tragedi 11 September 200

AFGHANISTAN — Al Qaeda Masih Bertahan di Bawah Perlindungan Taliban

Debu-debu tipis membumbung di pinggiran Kabul, mengingatkan dunia pada jejak kelam seperempat abad silam. Mendekati 25 tahun pasca-tragedi 11 September 2001 (9/11), narasi manis yang digaungkan rejim Taliban—bahwa tanah Afghanistan tak lagi menjadi sarang kelompok teroris—perlahan luruh oleh kenyataan di lapangan. Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa jaringan Al Qaeda tak pernah benar-benar pergi; mereka justru beradaptasi, menyusup, dan menancapkan akar lebih dalam di bawah naungan Imarah Islam.

Sejak merebut kembali kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban berulangkali berjanji kepada dunia internasional melalui Perjanjian Doha untuk memutus hubungan dengan jaringan ekstremis global. Namun, berbagai laporan intelijen PBB dan lembaga penilai risiko keamanan justru mengonfirmasi hal sebaliknya. Jaringan Al Qaeda dilaporkan masih mengoperasikan tempat perlindungan aman (safe houses), kamp pelatihan rahasia, hingga mengontrol jalur pendanaan di setidaknya 12 provinsi di Afghanistan.

Jejak Rekam dan Integrasi Berbahaya di Struktur Kekuasaan

Hubungan antara Taliban dan Al Qaeda bukan lagi sekadar hubungan tamu dan tuan rumah, melainkan perkawinan ideologis dan operasional yang saling menguntungkan. Kasus tewasnya pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, pada pertengahan 2022 di sebuah rumah aman milik petinggi Jaringan Haqqani di pusat kota Kabul menjadi bukti tak terbantahkan bahwa perlindungan tingkat tinggi masih diberikan.

"Mereka tidak lagi beroperasi sebagai unit asing yang terisolasi, melainkan telah melebur ke dalam birokrasi lokal dan jaringan keamanan wilayah," ungkap seorang analis senior intelijen Timur Tengah.

"Harapan bahwa Taliban akan membuang Al Qaeda demi pengakuan internasional adalah sebuah ilusi geopolitik yang sangat naif," tambah sumber tersebut. Keterikatan historis dan sumpah setia (bay'ah) yang diulang selama puluhan tahun membuat pemisahan kedua organisasi ini hampir tidak mungkin terjadi secara alamiah.

Perbandingan Fakta: Klaim Diplomatik vs Realitas Lapangan

Untuk memahami jurang pemisah antara retorika Taliban dan kenyataan geopolitik saat ini, berikut adalah peta perbandingan kondisi keamanan di Afghanistan:

Parameter Keamanan Klaim Resmi Taliban Temuan Intelijen & PBB
Keberadaan Al Qaeda Nihil, telah diusir penuh Aktif di 12+ provinsi dengan jaringan kamp
Janji Perjanjian Doha Ditaati 100 persen Dilanggar secara sistematis dan tertutup
Fasilitas Pelatihan Tidak ada kamp teroris 8 kamp baru didirikan pasca-2021
Hubungan Kepemimpinan Putus hubungan total Integrasi erat dengan pejabat Jaringan Haqqani

Ancaman Global yang Kembali Membayangi

Kehadiran Al Qaeda yang terus berlanjut di Afghanistan membangkitkan kembali ketakutan lama yang sempat mereda. Kendati kapasitas operasional mereka untuk melancarkan serangan berskala besar di dunia Barat saat ini masih terbatas, pemulihan ruang gerak di Afghanistan memberikan kemewahan yang sangat berharga: waktu untuk konsolidasi, merekrut generasi baru, dan membangun infrastruktur logistik.

Para ahli keselamatan internasional memperingatkan beberapa indikator risiko yang kini tengah berkembang pesat di wilayah tersebut:

  • Reorganisasi Struktur: Al Qaeda telah membentuk komando daerah baru di wilayah timur dan selatan Afghanistan untuk memperkuat koordinasi.
  • Dukungan Logistik: Pemanfaatan dokumen identitas lokal untuk memfasilitasi pergerakan anggota internasional secara bebas.
  • Kemitraan Strategis: Memperketat hubungan dengan kelompok teroris regional seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) guna meluasnya destabilisasi kawasan.

Kini, hampir dua dekade setengah setelah tragedi yang mengubah wajah dunia, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah Al Qaeda ada di Afghanistan, melainkan seberapa cepat mereka akan kembali menjadi ancaman yang melumpuhkan keamanan global jika tidak ada tekanan diplomasi yang konkret dari komunitas internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User