Buru Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka, Polisi Periksa Saksi dan Cek CCTV
Surakarta – Polresta Solo bersama Polsek Banjarsari terus mengusut kasus penemuan bayi di dalam toilet Kereta Api Sancaka 84B yang melayani rute Yogyakarta–Surabaya. Bayi tersebut kemudian dievak
Surakarta – Polresta Solo bersama Polsek Banjarsari terus mengusut kasus penemuan bayi di dalam toilet Kereta Api Sancaka 84B yang melayani rute Yogyakarta–Surabaya. Bayi tersebut kemudian dievakuasi dan diturunkan di Stasiun Balapan Solo untuk mendapatkan penanganan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan rekaman kamera pengawas (CCTV) tengah ditelusuri demi mengungkap identitas pelaku pembuangan.
Melalui laporan yang diterima Beritadua.com, Kapolsek Banjarsari Kompol Harno menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif sejak Sabtu (4/7/2026). “Personel Satreskrim Polresta Solo bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap pelaku,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Langkah Investigasi dan Koordinasi
Rangkaian tindakan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani perkara yang menyita perhatian publik ini. Olah TKP langsung digelar begitu kereta tiba di Stasiun Balapan. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bayi diamankan sebagai bukti. Selain itu, polisi memeriksa penumpang dan awak kereta yang berada di rangkaian KA Sancaka 84B pada waktu kejadian.
Penelusuran rekaman CCTV difokuskan pada area stasiun keberangkatan dan di dalam kereta. Rekaman ini diharapkan dapat memperlihatkan gerak-gerik seseorang yang membawa masuk atau meninggalkan bayi di toilet. Koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta juga dilakukan guna memperoleh data manifes penumpang dan rekaman pengawasan yang lebih lengkap.
“Kami berkomitmen mengungkap siapa yang tega melakukan perbuatan ini. Semua jalur penyelidikan dibuka, dari saksi hingga bukti digital,” ujar Harno dalam keterangan yang diterbitkan pada Minggu (5/7/2026).
Kronologi dan Kondisi Bayi
Informasi yang dihimpun Beritadua.com menyebutkan bahwa bayi itu ditemukan dalam kondisi hidup oleh petugas kebersihan atau penumpang saat kereta sedang melaju dari Yogyakarta menuju Surabaya. Begitu menerima laporan, kondektur segera berkoordinasi dengan stasiun terdekat. Keputusan diambil untuk menurunkan bayi di Stasiun Balapan Solo agar segera memperoleh pemeriksaan medis. Kondisi terkini sang bayi dilaporkan stabil dan tengah dirawat oleh tim kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polresta Solo masih melanjutkan pendalaman dengan memeriksa sejumlah rekaman CCTV dan melakukan gelar perkara awal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Kasus ini menambah daftar fenomena sosial yang memprihatinkan, dan polisi berjanji akan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum, termasuk kemungkinan penerapan pasal tentang penelantaran anak.
Comments (0)