Bom Meledak Dekat Hotel Tempat Emmanuel Macron Dijadwalkan Menginap di Damaskus
Damaskus, Beritadua.com — Sebuah ledakan kuat mengguncang kawasan pusat kota Damaskus, Suriah, pada Selasa pagi waktu setempat, tepat di dekat hotel mewah yang dijadwalkan akan menjadi tempat mengi
Damaskus, Beritadua.com — Sebuah ledakan kuat mengguncang kawasan pusat kota Damaskus, Suriah, pada Selasa pagi waktu setempat, tepat di dekat hotel mewah yang dijadwalkan akan menjadi tempat menginap Presiden Prancis Emmanuel Macron. Insiden ini memicu kepanikan di tengah persiapan kunjungan kenegaraan penting yang kian memanas.
Berdasarkan laporan langsung tim Beritadua.com di lapangan, dentuman keras terdengar sekitar pukul 09.45 waktu Damaskus, disusul kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi di langit kota tua. Lokasi ledakan diduga berasal dari sebuah kendaraan yang diparkir di jalan sempit yang hanya berjarak kurang dari 300 meter dari hotel yang rencananya akan digunakan oleh delegasi Prancis. Asap membumbung tinggi, sementara petugas darurat—termasuk pemadam kebakaran, ambulans, dan tim penjinak bom—langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Saksi mata yang berada di sekitar lokasi, Ahmad Karim (42), menuturkan kepada Beritadua.com bahwa ledakan terasa sangat dekat. “Lantai gedung bergetar hebat, kami semua berlarian menyelamatkan diri. Setelah ledakan pertama, sepertinya ada bunyi tembakan, tapi saya tidak berani mendekat,” ujarnya. Hingga berita ini ditulis, jumlah korban luka masih dalam pendataan. Pihak Rumah Sakit Al-Mouwasat melaporkan telah menerima sedikitnya sembilan orang dengan luka ringan hingga sedang akibat serpihan kaca dan puing bangunan, namun belum ada laporan korban jiwa.
Hotel yang menjadi pusat perhatian merupakan salah satu properti ternama di jantung Damaskus, yang kerap digunakan oleh delegasi asing tingkat tinggi. Kunjungan Macron sendiri dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian lawatan Timur Tengah, termasuk pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa untuk membahas stabilitas kawasan dan kerja sama rekonstruksi pascakonflik. Belum diketahui secara pasti apakah Presiden Macron sudah berada di Damaskus saat ledakan terjadi; pihak Istana Élysée hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.
Respons Cepat dan Investigasi
Kementerian Dalam Negeri Suriah langsung mengeluarkan pernyataan singkat yang menyebutkan bahwa “ledakan adalah aksi teror yang bertujuan mengganggu keamanan ibu kota dan upaya diplomatik.” Pihak berwenang telah menutup seluruh akses menuju kawasan Al-Maliki dan memberlakukan pemeriksaan ketat di seluruh perimeter hotel. Tim penyidik mengumpulkan serpihan dan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi jenis bahan peledak serta pelaku.
Sementara itu, dari Paris, seorang pejabat senior Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis yang dihubungi terpisah oleh Beritadua.com menyatakan bahwa pemerintah Prancis “terus memantau dengan sangat cermat situasi di lapangan.” Ia menolak berspekulasi soal kemungkinan pembatalan kunjungan, namun menyiratkan bahwa semua opsi keamanan sedang dikaji ulang. Pernyataan tersebut diperkuat oleh sumber internal yang dikutip sebagai berikut:
“Keselamatan Presiden dan seluruh delegasi adalah prioritas mutlak. Kami berkoordinasi erat dengan otoritas Suriah dan mitra regional untuk menilai tingkat ancaman sebelum mengambil keputusan final mengenai agenda lawatan.”
Ledakan ini menjadi ujian serius bagi stabilitas keamanan di Damaskus yang secara relatif mulai pulih dari bayang-bayang perang saudara berkepanjangan. Meski serangan-serangan sporadis masih terjadi, insiden berskala besar di jantung ibu kota dengan target tidak langsung yang menyangkut pemimpin asing sangatlah jarang dan langsung mengundang sorotan dunia. Sejumlah analis yang diwawancarai Beritadua.com menduga aksi ini bertujuan mengirim pesan simbolis bahwa kelompok-kelompok bersenjata masih mampu melancarkan gangguan, sekaligus mempersulit upaya normalisasi hubungan Suriah dengan negara-negara Barat.
Beritadua.com akan terus memperbarui perkembangan dari Damaskus, termasuk pernyataan resmi berikutnya dari pihak Istana Élysée dan hasil investigasi awal yang dilakukan oleh otoritas keamanan Suriah.
Comments (0)