BNPB Kirim Helikopter hingga OMC Padamkan Kebakaran TPA Jatiwarigin Besok

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, akan memasuki babak baru pada Rabu (1/7/2026) besok. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasti

Jul 07, 2026 - 23:21
0 0
BNPB Kirim Helikopter hingga OMC Padamkan Kebakaran TPA Jatiwarigin Besok

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, akan memasuki babak baru pada Rabu (1/7/2026) besok. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akan mengerahkan armada udara berupa helikopter water bombing sekaligus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjinakkan si jago merah yang telah melahap gunungan sampah tersebut.

Kepastian ini mencuat setelah Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan keterangan resmi. Dalam laporan yang diterima media kami, Selasa (30/6/2026), Abdul Muhari menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunda lagi penanganan dari sisi udara. "Mulai besok kita akan operasi water bombing dan modifikasi cuaca," ujarnya, menandakan eskalasi signifikan dalam strategi pemadaman yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan jalur darat.

Detail Operasi dan Kekuatan Armada

Langkah cepat ini diambil menyusul kompleksitas medan dan volume sampah yang membuat upaya pemadaman konvensional oleh petugas di lapangan tidak cukup efektif. Untuk operasi water bombing, BNPB telah menyiapkan satu unit helikopter khusus. Helikopter tersebut memiliki kapasitas angkut air dalam volume besar yang memungkinkan penyiraman dilakukan secara masif ke titik-titik api yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam.

Selain armada pemadam, BNPB juga melengkapi strategi ini dengan menyiapkan satu unit pesawat caravan untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca. Teknologi ini diterapkan dengan tujuan menaburkan garam atau bahan semai di awan-awan potensial agar terjadi hujan buatan di sekitar area TPA. Dengan turunnya hujan, diharapkan titik api dapat segera padam dan mencegah meluasnya bencana asap ke pemukiman warga sekitar.

"Kebakaran ini sudah terjadi sejak Minggu kemarin, dan kami butuh upaya ekstra karena kontur sampah yang sulit dijangkau," ujar Abdul Muhari dalam keterangan terpisah yang dikutip media kami.

Pengerahan aset udara ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko kesehatan yang diakibatkan oleh asap tebal kebakaran TPA. Seperti diketahui, kebakaran di kawasan pembuangan sampah seringkali menghasilkan gas beracun yang membahayakan saluran pernapasan warga di daerah terdampak. Dengan dimulainya operasi udara besok, BNPB berharap kondisi di sekitar Jatiwaringin dapat segera kembali kondusif, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kualitas udaranya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User