Bandara Husein Sastranegara Disiapkan untuk Penerbangan Domestik dan Internasional

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal sebagai InJourney Airports tengah melakukan optimalisasi kelayakan operasional Bandara Husein Sa

Jul 08, 2026 - 17:17
0 0
Bandara Husein Sastranegara Disiapkan untuk Penerbangan Domestik dan Internasional

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal sebagai InJourney Airports tengah melakukan optimalisasi kelayakan operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perluasan konektivitas udara, dengan menjadikan bandara tersebut sebagai pintu gerbang bagi penerbangan domestik maupun internasional. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan menyasar pemenuhan persyaratan di tiga aspek utama: keamanan, keselamatan, dan pelayanan. Standar ini ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan sebagai prasyarat agar bandara dapat melayani penerbangan berjadwal, baik menggunakan pesawat jet maupun propeler.

"Kami memastikan optimalisasi turut memperkuat konektivitas penerbangan domestik maupun internasional agar bandara ini dapat berkontribusi maksimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Barat," kata Arie, dikutip dari Antara, Rabu (8/7/2026).

Peluang dan Manfaat Ekonomi

Dari sisi prospek, pengembangan Bandara Husein Sastranegara membawa sejumlah potensi positif. Secara geografis, Bandung merupakan kota tujuan wisata dan bisnis yang strategis. Pembukaan kembali atau penambahan rute penerbangan internasional secara langsung dapat mengurangi ketergantungan wisatawan dan pelaku bisnis pada Jakarta sebagai hub utama. Aksesibilitas yang lebih mudah diprediksi akan mendongkrak angka kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat citra Jawa Barat sebagai provinsi dengan ekosistem ekonomi kreatif dan digital yang dinamis. Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, konektivitas yang lebih efisien membuka peluang distribusi produk lokal ke pasar yang lebih luas. Selain itu, pemenuhan standar keselamatan dan keamanan sesuai regulasi Kementerian Perhubungan memberi jaminan bahwa peningkatan layanan tidak mengorbankan aspek fundamental penerbangan.

Tantangan dan Keterbatasan Infrastruktur

Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Bandara Husein Sastranegara memiliki landasan pacu yang relatif pendek, yakni sekitar 2.250 meter, sehingga membatasi jenis pesawat jet berbadan besar yang dapat beroperasi secara penuh. Hal ini menjadi kendala fundamental jika targetnya adalah penerbangan internasional jarak menengah-jauh. Kondisi topografi sekitar bandara yang dikelilingi pegunungan juga menambah kompleksitas prosedur keselamatan penerbangan. Tantangan lainnya adalah status bandara sebagai pangkalan militer TNI AU yang penggunaannya bersifat enclave sipil. Sinergi antara kebutuhan komersial dan operasional militer memerlukan koordinasi intensif agar jadwal penerbangan sipil tidak terganggu. Di darat, akses menuju dan dari bandara kerap dilanda kemacetan, yang berpotensi menurunkan nilai efisiensi waktu perjalanan udara jika tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur pendukung.

Analisis Dua Sisi

Secara analitis, kebijakan optimalisasi ini menganut pendekatan bertahap yang logis: pemenuhan standar dasar terlebih dahulu sebelum ekspansi layanan. Namun, keberhasilan jangka panjangnya sangat bergantung pada penyelarasan antara kapasitas infrastruktur, regulasi operasional, dan dukungan konektivitas darat. Berikut adalah perbandingan perspektifnya:

  • Pro: Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah; memperkuat sektor pariwisata; diversifikasi rute penerbangan dari dan ke Jawa Barat; jaminan standar keselamatan yang terpenuhi.
  • Kontra: Landasan pacu terbatas untuk pesawat berbadan lebar; potensi konflik jadwal dengan aktivitas militer; kemacetan akses darat yang belum tersolusikan; risiko kebisingan dan lingkungan di area padat penduduk sekitar bandara.

Dengan demikian, optimalisasi Bandara Husein Sastranegara dapat menjadi pendorong ekonomi yang signifikan apabila dibarengi dengan perencanaan mitigasi yang matang terhadap keterbatasan infrastruktur dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User