Bahlil Sebut BBM Nonsubsidi Naik Ikut Harga Pasar
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar. Keput
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar. Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang berlaku.
Arahan Presiden dan Mekanisme Pasar
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh INDEF di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kebijakan terkait BBM subsidi bersifat tetap dan tidak akan berubah dalam waktu dekat.
"Arahan Bapak Presiden, tidak kita akan naikkan BBM subsidi. Kalau BBM nonsubsidi, ya gimana pasarnya udah begitu," ujar Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah memahami beban masyarakat, sehingga memutuskan untuk mempertahankan harga BBM subsidi. Di sisi lain, BBM nonsubsidi mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini menyebabkan penyesuaian harga Pertamax secara periodik sesuai dinamika pasar internasional.
Lebih lanjut, Bahlil menyebut bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah global dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Meskipun demikian, untuk BBM subsidi, tidak ada rencana kenaikan harga karena mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Menurut laporan media kami, pernyataan Bahlil ini sekaligus menepis rumor yang beredar bahwa pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Sejumlah pihak sebelumnya mengkhawatirkan adanya penyesuaian harga Pertalite dan Solar seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah dunia.
Bahlil juga menambahkan bahwa pemerintah akan menjaga agar subsidi tepat sasaran. Untuk itu, berbagai upaya pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Dengan demikian, masyarakat yang berhak bisa tetap menikmati BBM dengan harga terjangkau.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex memang telah mengalami penyesuaian beberapa kali mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Penyesuaian ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sesuai dengan formula yang ditetapkan pemerintah. Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak mentah Brent dan WTI menunjukkan tren fluktuatif yang berdampak langsung pada harga BBM nonsubsidi di Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM, terutama yang bersubsidi, demi melindungi daya beli masyarakat kelas bawah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritadua.com, hingga saat ini tidak ada kebijakan kenaikan harga BBM subsidi. Masyarakat dapat menggunakan Pertalite dan Solar dengan harga yang sama. Sementara itu, konsumen Pertamax dan produk nonsubsidi lainnya akan melihat harga yang bergerak dinamis mengikuti perkembangan pasar global.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan BBM dan menjaga agar tidak terjadi gejolak harga yang merugikan masyarakat.
Comments (0)