Atlanta — Messi Brace Bawa Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Gemuruh suporter Argentina yang memadati Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, seolah hendak mengoyak langit malam saat sang kapten, Lionel Messi, merayakan gol
Gemuruh suporter Argentina yang memadati Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, seolah hendak mengoyak langit malam saat sang kapten, Lionel Messi, merayakan gol keduanya ke gawang Mesir. Di tengah hujan confetti dan sorak sorai, selebrasi itu terasa lebih dari sekadar selebrasi biasa. Dengan kedua tangan terentang dan tatapan menengadah, Messi seakan mengabadikan momen magis yang membawa Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 melalui kemenangan telak 2–0 atas Mesir.
Babak 16 besar yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) tersebut semula diprediksi akan berlangsung sengit. Mesir, dengan organisasi pertahanan khas Afrika Utara, datang dengan misi membungkam sang juara bertahan. Namun Messi, yang kini berusia 39 tahun, memperlihatkan bahwa usia hanyalah angka. Pada menit ke-22, ia membuka keunggulan melalui eksekusi penalti sempurna—bola melesat ke pojok kiri bawah tanpa bisa dijangkau kiper.
Dominasi Argentina Sejak Peluit Awal
Tak butuh waktu lama bagi Argentina untuk mengambil alih kendali permainan. Lini tengah yang dikomandoi Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister terus memompa bola ke sepertiga akhir. Setiap sentuhan Messi disambut teriakan histeris dari tribun. Penguasaan bola Argentina mencapai 64 persen di babak pertama, mencerminkan superioritas kolektif yang tak mudah ditandingi tim sekelas Mesir sekalipun.
Pelatih Lionel Scaloni sempat terlihat gelisah ketika sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol kedua. Namun ia tetap percaya pada skema serangan balik cepat yang mengandalkan kecepatan Alejandro Garnacho dan Nicolás González di sisi sayap.
“Kami tahu Mesir akan menumpuk pemain di belakang dan mencari celah lewat serangan balik. Tetapi para pemain menunjukkan kedewasaan luar biasa; mereka tidak panik dan terus membangun serangan dengan sabar,” ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.
Momen Messi Mematikan Asa Mesir
Gol kedua yang memastikan kemenangan datang pada menit ke-67. Berawal dari skema serangan terorganisir, Messi menerima umpan terukur dari Giovani Lo Celso di dalam kotak penalti. Dengan sekali kontrol halus, ia mengecoh bek tengah Mesir sebelum melepaskan tembakan menyusur tanah yang kembali membobol gawang. Itu adalah brace ke-15 sepanjang karier Piala Dunia Messi, yang kini total mengoleksi 14 gol di edisi 2026.
Ekspresi lega dan bahagia bercampur menjadi satu di wajah peraih Ballon d’Or tujuh kali ini. Selebrasi yang begitu personal— dengan pose merentangkan tangan seolah memeluk stadion—segera menjadi perbincangan di media sosial. Banyak yang mengaitkannya dengan tekad Messi membawa Argentina mempertahankan gelar yang mereka raih empat tahun sebelumnya.
“Ini gol untuk rakyat Argentina, untuk keluarga saya, dan semua yang percaya bahwa mimpi tidak mengenal batas usia. Saya hanya ingin menikmati setiap detiknya,” kata Messi dengan suara bergetar saat diwawancarai di lapangan.
Dampak Taktis dan Rekor Baru
Kemenangan ini semakin mengukuhkan reputasi Argentina sebagai tim yang sulit ditaklukkan. Di sisi lain, Mesir harus pulang dengan kepala tegak setelah melaju hingga 16 besar untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Pelatih Carlos Queiroz mengakui bahwa timnya kewalahan menghadapi pressing tinggi lawan. “Kami tidak bisa keluar dari tekanan, dan Messi—yah, dia hanya butuh satu momen untuk menghukum kami,” ujarnya.
Statistik mencatat Argentina menciptakan total 18 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran, sementara Mesir hanya mampu melepaskan tiga tembakan yang semuanya berhasil diamankan kiper Emiliano Martínez. Pertahanan Argentina pun semakin tangguh dengan kembalinya Lisandro Martínez ke starting line-up usai pulih dari cedera ringan.
Jalan Menuju Perempat Final
Dengan hasil ini, Argentina akan menantang pemenang laga antara Brasil dan Uruguay di babak perempat final. Duel klasik Amerika Latin itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7) di Dallas. Tekanan tentu saja berada di pundak Messi dan rekan-rekannya, namun kapten tim tetap rendah hati.
“Siapa pun lawan berikutnya, kami harus fokus memulihkan energi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Turnamen ini masih panjang, dan kami belum mencapai apa-apa,” tegas Messi.
Semangat Argentina kian membara. Selebrasi malam itu di Atlanta bukan sekadar perayaan sebuah gol, tetapi juga pengingat bahwa seorang legenda belum selesai menulis kisahnya. Panggung Piala Dunia 2026 masih menyisakan banyak ruang untuk keajaiban.
Comments (0)