'Air Mata Palsu', Tudingan Trump ke Pelayat yang Banjiri Pemakaman Khamenei

BERITADUA.COM, Jakarta — Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, masih terus berlangsung dan menyita perhatian dunia. Hal ini tak lepas dari komentar pedas Presi

Jul 08, 2026 - 04:44
0 0
'Air Mata Palsu', Tudingan Trump ke Pelayat yang Banjiri Pemakaman Khamenei

BERITADUA.COM, Jakarta — Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, masih terus berlangsung dan menyita perhatian dunia. Hal ini tak lepas dari komentar pedas Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku terkejut melihat besarnya jumlah pelayat yang hadir. Trump lantas melontarkan tudingan bahwa air mata yang tercurah selama prosesi tersebut adalah "air mata palsu".

Pantauan media kami di lapangan menunjukkan prosesi pemakaman Khamenei dilakukan secara besar-besaran sejak Sabtu, 4 Juli lalu. Jenazah pemimpin yang telah berkuasa selama beberapa dekade itu disemayamkan siang dan malam hingga hari Senin di dalam kompleks Grand Mosalla, Teheran. Arus manusia yang terus membanjiri lokasi menunjukkan bahwa upacara perpisahan ini menjadi salah satu momen paling monumental dalam sejarah Iran kontemporer.

"Saya kaget melihat banyaknya orang. Mereka menangis, tapi itu semua air mata palsu," demikian pernyataan kontroversial yang dilontarkan Trump melalui akun media sosialnya, sebagaimana dikutip laporan tim kami.

Sementara itu, suasana di dalam negeri Iran semakin memanas. Memasuki hari kedua prosesi pemakaman, warga Iran tidak hanya larut dalam duka mendalam atas kepergian pemimpin spiritualnya, tetapi juga menyalurkan suara tuntutan keras. Teriakan balas dendam terhadap Trump mewarnai jalannya upacara penghormatan terakhir. Jalan-jalan di sekitar Grand Mosalla dipenuhi oleh lautan manusia yang tidak hanya mengusung foto almarhum, tetapi juga membawa spanduk kecaman atas kebijakan Amerika Serikat terhadap Teheran.

Tudingan "air mata palsu" yang dilontarkan Trump dipandang oleh para analis politik di media kami sebagai upaya untuk meremehkan soliditas internal rezim Teheran. Padahal, berdasarkan dokumentasi di lapangan, kehadiran jutaan orang dalam prosesi ini secara visual menegaskan adanya dukungan basis massa yang signifikan terhadap sistem pemerintahan Iran. Terlepas dari berbagai krisis ekonomi dan tekanan internasional, tampak jelas bahwa warisan Khamenei masih menyisakan daya rekat sosial yang kuat di kalangan pendukungnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi secara spesifik mengenai cuitan Trump soal "air mata palsu". Namun, sejumlah pejabat senior Teheran menyatakan bahwa penghinaan semacam itu tidak akan mengganggu kesakralan prosesi pemakaman dan hanya akan memperkuat solidaritas nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User