Zainal Habib dan Mubasyier Fatah Soroti Literasi Digital Sarjana NU

JAKARTA — Dua tokoh Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) angkat bicara mengenai pentingnya penguatan literasi digital di kalangan sarjan

Zainal Habib dan Mubasyier Fatah Soroti Literasi Digital Sarjana NU

JAKARTA — Dua tokoh Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) angkat bicara mengenai pentingnya penguatan literasi digital di kalangan sarjana dan warga nahdliyin. Ketua PP ISNU, Zainal Habib, dan Bendahara Umum PP ISNU, Mubasyier Fatah, hadir sebagai pembicara utama dalam Webinar Nasional bertajuk “Peran Strategis Sarjana NU dalam Transformasi Digital” yang digelar secara hibrida, Sabtu (18/5/2024).

Keduanya menyoroti kesenjangan kompetensi digital yang masih terjadi di berbagai daerah, serta perlunya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif.

Pembukaan: Moderasi Beragama di Ruang Digital

Acara yang diikuti lebih dari 500 peserta daring dari 34 provinsi ini dibuka dengan pemaparan dari Zainal Habib. Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan juga transformasi nilai.

“Sarjana NU harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama melalui platform digital. Jangan sampai ruang digital justru dipenuhi narasi ekstremisme dan ujaran kebencian,” ujar Zainal.

Ia mengutip data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menunjukkan bahwa sepanjang 2023 terdapat 1.982 konten bermuatan ekstremisme dan radikalisme yang telah di-takedown. Menurutnya, angka tersebut menjadi alarm bagi kalangan intelektual untuk lebih aktif memproduksi konten positif.

Urutan Kronologi Webinar

  1. Pukul 08.30 WIB — Registrasi ulang dan pembukaan oleh MC. Seluruh peserta daring memasuki ruang Zoom yang disediakan panitia.
  2. Pukul 09.00 WIB — Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
  3. Pukul 09.15 WIB — Sambutan Ketua Umum PP ISNU yang diwakili Zainal Habib, menyoroti roadmap ISNU Digital 2024–2029.
  4. Pukul 09.45 WIB — Sesi materi pertama oleh Mubasyier Fatah bertopik “Ancaman Siber dan Strategi Pengamanan Data Komunitas”.
  5. Pukul 10.30 WIB — Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dengan peserta.
  6. Pukul 11.30 WIB — Kesimpulan, pembacaan rekomendasi, dan penutup.

Ancaman Siber pada Komunitas

Mubasyier Fatah, praktisi keamanan siber yang juga menjabat Bendahara Umum PP ISNU, menyampaikan bahwa organisasi berbasis massa seperti NU rentan terhadap serangan siber. Menurutnya, 62% organisasi masyarakat di Indonesia belum memiliki protokol keamanan siber yang memadai, berdasar riset Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 2023.

“Kita melihat banyak akun media sosial lembaga atau tokoh NU yang diretas, digunakan untuk menyebar hoaks. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi menyangkut kredibilitas dan kepercayaan publik,” kata Mubasyier.

Ia menjelaskan tiga langkah dasar yang harus diterapkan setiap pengurus dan anggota:

  • Otentikasi dua faktor untuk semua akun organisasi.
  • Peningkatan kesadaran phishing melalui pelatihan berkala.
  • Pencadangan data secara rutin dan terenkripsi.

Rekomendasi Konkret untuk Sarjana NU

Webinar ini menghasilkan lima poin rekomendasi strategis yang akan disampaikan ke pengurus cabang ISNU seluruh Indonesia. Pertama, pembentukan divisi digital di setiap pengurus cabang. Kedua, pelaksanaan bootcamp literasi digital minimal sekali dalam enam bulan. Ketiga, kolaborasi dengan startup lokal untuk menciptakan platform dakwah milik sendiri. Keempat, penerapan kurikulum keamanan siber di setiap pelatihan kader. Kelima, audit keamanan digital menyeluruh terhadap seluruh aset daring PP ISNU dalam dua bulan ke depan.

Zainal Habib menutup acara dengan menekankan bahwa sarjana NU tidak boleh hanya menjadi penonton di era digital. “Saatnya kita menjadi produsen narasi, sekaligus pelindung data umat,” tegasnya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, webinar ini diharapkan menjadi titik awal transformasi digital yang masif di lingkungan NU, mencetak sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika dunia digital.

[SOCIAL_TWEET]: Dua tokoh PP ISNU, Zainal Habib & Mubasyier Fatah, soroti literasi digital dan ancaman siber dalam webinar nasional. Ini 5 rekomendasi strategisnya untuk sarjana NU! #SarjanaNU #LiterasiDigital #KeamananSiber[SOCIAL_TG]: 📡 Dua tokoh PP ISNU gelar webinar nasional: ajak sarjana NU jadi produsen narasi digital & bentengi data umat. Ada 5 langkah konkret yang akan diterapkan di seluruh cabang!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User