Wuling Eksion PHEV Tempuh 601 Km, Buktikan Performa dan Kenyamanan

Pengujian jarak jauh yang dilakukan Wuling Motors terhadap SUV tujuh penumpang andalannya, Eksion versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), memberikan

Jul 09, 2026 - 10:56
0 0

Pengujian jarak jauh yang dilakukan Wuling Motors terhadap SUV tujuh penumpang andalannya, Eksion versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan kendaraan di medan beragam. Perjalanan sejauh 601 kilometer dari Yogyakarta menuju Jakarta sengaja dirancang melintasi jalur pesisir selatan Pangandaran dan dataran tinggi Bandung, menghadirkan kombinasi rute datar, bergelombang, serta tanjakan curam.

Tim penguji memecah rute menjadi tiga etape untuk mengeksplorasi seluruh karakter teknologi elektrifikasi dan kenyamanan berkendara. Etape pertama (Yogyakarta–Pangandaran, 211 km) diisi dengan jalan provinsi yang berliku di tepi pantai. Etape kedua (Pangandaran–Bandung, 233 km) menguji performa mesin di tanjakan pegunungan. Etape pamungkas (Bandung–Jakarta, 157 km) melalui jalan tol yang menuntut stabilitas di kecepatan tinggi.

Performa Sistem Hybrid dan Efisiensi Energi

Sistem PHEV pada Eksion memadukan mesin bensin 4-silinder dengan motor listrik bertenaga, memungkinkan operasi dalam tiga mode: listrik murni (EV mode), serial hybrid, dan paralel hybrid. Di sepanjang jalur pesisir yang relatif datar, mode EV mampu menempuh jarak sekitar 50-60 km sebelum mesin bensin otomatis menyala. Transisi antar mode terasa halus, tanpa hentakan berarti—sebuah kemajuan signifikan dibandingkan sistem hybrid generasi awal.

Saat melintasi tanjakan menuju Bandung, kombinasi motor listrik dan mesin bensin bekerja simultan, menghasilkan torsi instan yang memadai untuk membawa bobot kendaraan yang tidak ringan. Data konsumsi bahan bakar rata-rata menunjukkan angka sekitar 18-20 km/liter pada rute campuran, menjadikannya kompetitif di kelas SUV 7-penumpang. Fitur regenerative braking juga membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi, meningkatkan efisiensi keseluruhan.

Kenyamanan dan Pengendalian di Berbagai Medan

Suspensi Eksion PHEV dirancang dengan karakter empuk khas MPV keluarga, namun masih mampu meredam guncangan saat melintasi jalan beton bergelombang di pesisir Pangandaran. Di kabin, peredaman suara (NVH) cukup baik; deru mesin hanya terdengar samar ketika bekerja di putaran tinggi. Ruang baris ketiga masih dapat diakses dengan mudah, meskipun penempatan baterai di bawah lantai sedikit mengurangi kedalaman bagasi jika seluruh jok digunakan.

Saat dikendarai di jalan tol dengan kecepatan 100-120 km/jam, stabilitas kendaraan tetap terjaga. Sistem kemudi elektrik memberikan bobot yang ringan di kecepatan rendah dan semakin presisi di kecepatan tinggi, memudahkan manuver di tikungan panjang. Namun, efek bobot tambahan dari baterai terasa pada akselerasi awal dari posisi diam—butuh sedikit antisipasi saat menyalip di tanjakan.

Perspektif Ganda: Kelebihan dan Keterbatasan

Sebagai SUV PHEV, Wuling Eksion menawarkan jembatan antara kendaraan konvensional dan listrik murni. Bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tinggi tanpa kekhawatiran jarak tempuh listrik, teknologi ini solutif. Namun, bobot ekstra (sekitar 150-200 kg dibandingkan varian bensin murni) memengaruhi beberapa aspek dinamis dan konsumsi bahan bakar saat baterai habis.

Berdasarkan hasil pengujian dan analisis komparatif, berikut rangkuman dua sisi yang patut dipertimbangkan calon pembeli:

Pro:

  • Fleksibilitas pengisian bahan bakar dan listrik, cocok untuk perjalanan lintas provinsi tanpa khawatir infrastruktur pengisian.
  • Kenyamanan suspensi dan kabin yang senyap, ideal untuk perjalanan keluarga jarak jauh.
  • Konsumsi BBM efisien di rute campur berkat mode hybrid yang adaptif.
  • Insentif pajak dan regulasi kendaraan rendah emisi di beberapa daerah.

Kontra:

  • Bobot lebih berat mengurangi akselerasi dan menambah konsumsi saat mode mesin dominan.
  • Kapasitas bagasi sedikit terkurangi oleh penempatan baterai, terutama jika seluruh kursi digunakan.
  • Harga beli lebih tinggi dibandingkan varian bermesin pembakaran internal (ICE) murni.
  • Ketergantungan pada siklus pengisian baterai untuk mencapai efisiensi optimal—tanpa pengisian rutin, manfaat PHEV berkurang.

Secara keseluruhan, pengujian 601 km ini membuktikan bahwa Wuling Eksion PHEV mampu menjawab kebutuhan mobilitas keluarga modern yang menginginkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan efisiensi—dengan catatan bahwa pengguna harus siap memanfaatkan infrastruktur pengisian listrik untuk memaksimalkan potensi teknologinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User