Warga Aceh Patungan Rp 1 M Perbaiki Jalan Rusak, Kementerian PU Buka Suara
Warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, secara mandiri mengumpulkan dana hingga Rp1 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan Enang-enang yang kondisinya rusak parah. Aksi swadaya ini muncul karena
Warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, secara mandiri mengumpulkan dana hingga Rp1 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan Enang-enang yang kondisinya rusak parah. Aksi swadaya ini muncul karena infrastruktur vital tersebut sudah lama memprihatinkan dan membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritadua.com, puluhan warga dan tokoh masyarakat setempat bahu-membahu menggalang patungan agar akses utama mereka kembali layak difungsikan sambil menunggu penanganan dari pemerintah.
Menanggapi langkah warga tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjalankan program perbaikan permanen pada jembatan itu. Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah aspek keselamatan para pengguna jalan, sehingga penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial atau tanpa standar teknis yang memadai.
“Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan, karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Kalau memang dilaksanakan secara swadaya kita khawatir terhadap keselamatan jembatannya. Jadi tetap kita akan berjalan dengan program kita,” ujar Apri di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/7/2026) seperti dikutip Beritadua.com.
Lebih lanjut, Apri mengisyaratkan bahwa meskipun pemerintah mengapresiasi kepedulian warga, pembangunan atau perbaikan infrastruktur dengan cara swadaya tanpa perencanaan yang cermat justru berisiko menambah bahaya. Karena itu, Kementerian PU memastikan proyek jembatan Enang-enang masuk dalam agenda prioritas, dan masyarakat diharapkan bersabar agar penanganan dapat tuntas sesuai standar keamanan yang berlaku.
Jalan dan jembatan Enang-enang merupakan salah satu akses utama warga di kawasan pedalaman Bener Meriah untuk distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lain. Kerusakan yang semakin meluas telah membatasi mobilitas, sehingga warga merasa perlu bertindak cepat. Aksi patungan sebesar Rp1 miliar yang diinisiasi mereka sempat menyedot perhatian publik karena menunjukkan begitu besarnya kebutuhan akan infrastruktur layak di daerah tersebut. Dana yang telah terkumpul rencananya akan dikonsultasikan dengan pemerintah daerah agar bisa digunakan untuk penanganan sementara yang tidak mengganggu rencana perbaikan permanen Kementerian PU.
Dengan adanya pernyataan resmi dari Kementerian PU, warga berharap tidak ada lagi penundaan perbaikan. Di sisi lain, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat akan terus dikuatkan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa menghambat aktivitas harian warga. Kementerian PU berjanji akan menyampaikan jadwal teknis perbaikan tersebut dalam waktu dekat.
Comments (0)