Warek UNY Buka Suara Usai Viral Debat dengan Mahasiswa Terkait Spanduk Kritik

Jakarta – Wakil Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, angkat bicara setelah sebuah video yang merekam perdebatan sengit antara dirinya dan sejumlah mahasiswa me

Jul 08, 2026 - 05:23
0 0
Warek UNY Buka Suara Usai Viral Debat dengan Mahasiswa Terkait Spanduk Kritik

Jakarta – Wakil Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, angkat bicara setelah sebuah video yang merekam perdebatan sengit antara dirinya dan sejumlah mahasiswa menjadi viral di media sosial. Perdebatan itu dipicu oleh pemasangan spanduk kritik yang dilakukan mahasiswa di lingkungan kampus.

Siswanto memberikan klarifikasi atas tindakannya yang menuai sorotan publik, terutama setelah potongan video yang tersebar menunjukkan dirinya menyebut spanduk yang dibawa mahasiswa sebagai "sampah". Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @gardabiru.uny dan dengan cepat menyebar luas, memantik beragam reaksi dari warganet.

Siswanto menjelaskan bahwa respons kerasnya bukan tanpa sebab, melainkan dipicu oleh aksi mahasiswa yang menggelar pertunjukan teatrikal di area gedung rektorat tanpa mengantongi izin resmi.

Berdasarkan laporan media kami, peristiwa itu bermula ketika sekelompok mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa spanduk berisi kritik terhadap kebijakan kampus. Aksi tersebut tidak hanya berupa penyampaian pendapat secara lisan, tetapi juga disertai pertunjukan teatrikal di area yang dianggap strategis, yakni di depan gedung rektorat.

Menurut Siswanto, ketiadaan izin inilah yang menjadi pemicu utama ketegangan. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan kemahasiswaan, terutama yang bersifat demonstratif di area vital kampus, seharusnya mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. “Kenapa disebut sampah? Karena itu tidak pada tempatnya dan dilakukan tanpa koordinasi,” ujar Siswanto dalam penjelasannya kepada awak media.

Lebih lanjut, Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah melarang mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, ia menekankan pentingnya mekanisme dan etika dalam menyampaikan pendapat di lingkungan akademik. Menurut dia, kampus telah menyediakan saluran komunikasi yang dapat digunakan mahasiswa tanpa harus melanggar aturan tata tertib.

Video viral itu sendiri menunjukkan suasana perdebatan yang cukup panas, di mana Siswanto terlibat adu argumen langsung dengan mahasiswa yang mempertanyakan sikapnya menyebut spanduk kritik mereka sebagai sampah. Mahasiswa dalam video tersebut tampak meminta penjelasan atas pilihan kata yang dinilai merendahkan ekspresi intelektual mereka.

Hingga kini, pihak UNY melalui pernyataan resmi Siswanto berupaya meredakan ketegangan dengan menjelaskan duduk perkara dari sudut pandang manajemen kampus. Sementara itu, sejumlah elemen mahasiswa menilai bahwa respons tersebut justru mencerminkan lemahnya budaya dialog di lingkungan pendidikan tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User