DEPOK, Beritadua.com — Peringatan Hari Sungai Sedunia 2026 diwarnai temuan yang tak mengenakkan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menemukan sejumlah bangunan yang berdiri di kawasan sepadan Sungai Ciliwung di Kota Depok, Jawa Barat, padahal aturan minimal jaraknya adalah 15 meter dari garis sempadan.
Diaz mengungkapkan temuan itu saat merayakan Hari Sungai Sedunia di SMPN 34 Depok, Minggu (27/9/2026). Kehadirannya ke sekolah tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi bersih sungai yang digelar serentak di sembilan titik yang tersebar di kawasan Jabodetabek, Surabaya, dan Bali.
"Tadi masing-masing titik sudah melaporkan beberapa ton sampah yang diambil. Ada yang 500 kilogram, ada yang satu ton, bahkan ada yang sampai 3,2 ton," kata Diaz.
Aksi Bersih Sungai digelar serentak di Sembilan Titik
Menurut Diaz, aksi bersih sungai tidak sekadar kegiatan simbolis belaka. Tujuannya adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya sungai, yang memiliki dua sisi kehidupan: sebagai sumber kehidupan sekaligus potensi sumber bencana apabila tidak dijaga dengan baik.
Penelusuran tim Kementerian Lingkungan Hidup di sepanjang Ciliwung Depok memperlihatkan kondisi yang masih memprihatinkan. Timbunan sampah masih ditemukan di banyak titik, sementara bangunan-bangunan berdiri di kawasan sepadan sungai yang seharusnya bebas dari aktivitas pembangunan.
"Dari hasil penelusuran di Ciliwung Depok, kita melihat tadi sampah masih banyak dan ada bangunan-bangunan yang masih di sepadan sungai, seharusnya jarak 15 meter tapi kita lihat di sepadan sungai masih ada bangunan," ungkap Diaz.
Selain itu, Diaz juga menemukan sebuah kafe yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung. Kafe tersebut ternyata sudah menerima penyegelan dari Pemerintah Kota Depok karena kedekatannya dengan badan sungai dinilai melanggar ketentuan tata ruang tepi sungai.
Pohon Eloi dan Ancaman Ikan Sapu-Sapu
Temuan lain yang tak kalah penting adalah kondisi tepian sungai yang rentan terhadap erosi. Kementerian Lingkungan Hidup menilai titik-titik tersebut minim pohon penyangga, sehingga tanah di tepi sungai mudah tergerus arus.
"Tadi kita lihat mungkin perlu adanya ditanam pohon-pohon yang bisa menahan erosi. Pohon Eloi bisa kita gunakan dan mungkin kita titip dengan Pak Wakil Wali Kota untuk mencari bibit-bibitnya," kata Diaz.
Diaz menjelaskan, pohon Eloi sebaiknya ditanam pada jarak 5–10 meter dari sempadan sungai untuk mencegah erusi. Namun ada faktor lain yang tak kalah merusak, yakni keberadaan ikan sapu-sapu.
"Satu hal lain yang menyebabkan atau berdampak kepada erosi ini adalah ikan sapu-sapu. Jadi ikan sapu-sapu membuat lubang-lubang yang banyak di dalam sungai," ujar Diaz.
SRF Jadi Solusi Panjang untuk Masalah Sampah Depok
Di luar persoalan erosi, Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong Pemerintah Kota Depok menuntaskan persoalan sampah. Salah satu solusi yang digagas adalah pengolahan sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF) yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pabrik semen.
"Tadi untuk sampah, Wakil Wali Kota Depok mengatakan sudah ada solusi, yaitu akan dibuatnya RDF. Mungkin bukan Refuse Derived Fuel tapi ini bentuknya Solid Recovered Fuel, SRF lah," terang Diaz.
Dengan fasilitas tersebut, Kota Depok ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 1.000 ton per hari. Diaz menyebut fasilitas ini diperkirakan sudah bisa beroperasi dalam waktu enam bulan ke depan.
"Mungkin sudah akan operasional dalam waktu 6 bulan. Jadi dalam waktu dekat akan operasional, MoU-nya baru ditandatangani, sekarang lagi pengurusan perizinan," pungkas Diaz.
Hari Sungai Sedunia 2026 dan Tema Global
Hari Sungai Sedunia atau World Rivers Day diperingati setiap Minggu keempat bulan September. Tahun 2026, peringatan ini jatuh pada 27 September 2026 dengan tema global "No Forests, No Rivers, No Water, No Life" yang menegaskan keterkaitan hutan, sungai, air, dan kehidupan manusia.
Peringatan di SMPN 34 Depok menjadi pengingat bahwa perlindungan sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, sekolah, dan pelaku usaha sama-sama memikul tanggung jawab menjaga agar sungai tetap menjadi sumber kehidupan, bukan pemicu bencana.
- Sembilan titik aksi bersih sungai digelar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali.
- Timbunan sampah terberat yang diangkat mencapai 3,2 ton di satu titik.
- Bangunan di sepadan Ciliwung melanggar jarak minimal 15 meter dari sempadan.
- Pohon Eloi digagas sebagai penahan erosi di tepi sungai.
- Fasilitas SRF ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Comments (0)