Video Pembacokan Pria di Ciputat Viral

Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap seorang pria di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menjadi viral dan menggemparka

Video Pembacokan Pria di Ciputat Viral

Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap seorang pria di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menjadi viral dan menggemparkan warganet dalam 48 jam terakhir. Video berdurasi 30 detik itu menampilkan detik-detik pelaku menghujamkan senjata tajam ke tubuh korban di tengah keramaian. Berdasarkan pantauan Beritadua.com, unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali di platform media sosial dan memicu kecaman luas dari publik.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 14 Juni 2025, pukul 16.30 WIB di Jalan H. Juanda, tepat di depan sebuah minimarket. Saksi mata, Arifin (42), menuturkan bahwa korban yang diketahui bernama Rudi Hartono (32) terlibat percekcokan mulut dengan seorang pria tak dikenal sebelum penyerangan. “Mereka sempat adu mulut sekitar lima menit. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan celurit dari balik jaket dan langsung membacok korban bertubi-tubi,” ujarnya saat diwawancarai petugas. Korban mengalami luka robek di lengan kiri dan punggung, serta segera dilarikan ke RS Sari Asih oleh warga sekitar.

Kronologi dan Respons Aparat

Jajaran Polres Tangerang Selatan langsung bergerak setelah video tersebut ramai diperbincangkan. Kapolres AKBP Dedi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial BS (35), yang diduga masih berada di wilayah Jabodetabek. “Kami sudah membentuk tim khusus dan sedang melakukan pengejaran. Motif sementara diduga dendam pribadi terkait utang piutang,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (16/6).

Berikut kronologi kejadian berdasarkan laporan resmi kepolisian dan keterangan saksi:

  1. 14 Juni, 15.45 WIB – Korban dan terduga pelaku bertemu di depan minimarket. Keduanya tampak berbincang, namun suara meninggi.
  2. 16.25 WIB – Terjadi adu mulut sengit. Pelaku terlihat emosi dan meraba bagian belakang pinggangnya, diduga mengambil senjata.
  3. 16.30 WIB – Pelaku mengayunkan senjata tajam ke arah korban sebanyak tiga kali. Warga panik dan menjauh. Korban tersungkur.
  4. 16.32 WIB – Pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor matik hitam tanpa pelat nomor. Warga merekam kejadian dan memanggil ambulans.
  5. 16.50 WIB – Korban dievakuasi ke rumah sakit. Polisi tiba di lokasi dan mengamankan rekaman CCTV sekitar.

Seorang juru bicara RS Sari Asih menyebutkan, hingga Senin (16/6), kondisi korban masih kritis namun stabil setelah menjalani operasi. Luka terparah berada di punggung dengan kedalaman mencapai 8 cm dan nyaris mengenai tulang belakang. “Beruntung tidak ada organ vital yang terkena, tapi korban masih dalam pemantauan intensif,” ungkap dr. Maya Andini.

Analisis: Kekerasan Terekam, Efek Viral, dan Tekanan Publik

Fenomena video kekerasan yang menyebar cepat di media sosial bukanlah hal baru. Namun, kasus ini kembali menyoroti dua sisi mata uang digital: di satu sisi, bukti visual mempercepat respons aparat; di sisi lain, penyebaran konten sadis tanpa sensor berpotensi menimbulkan trauma bagi publik dan menghambat proses hukum jika tidak dikelola tepat.

Perbandingan Kasus Viral Kekerasan Jalanan (2024–2025)
TanggalLokasiJenis KekerasanView Video (est.)Status Hukum
Feb 2024Jakarta PusatPenusukan oleh debt collector1,8 jutaPelaku divonis 5 tahun
Sep 2024BekasiPengeroyokan geng motor4,1 jutaBerkas P21, sidang TBD
Mar 2025DepokPembacokan warung remang2,9 jutaPelaku buron
Jun 2025CiputatPembacokan di tempat umum2,3 jutaPengejaran, identitas terkonfirmasi

Menurut pengamat sosiologi digital dari Universitas Indonesia, Dr. Retno Wulandari, video semacam ini menciptakan tekanan ganda bagi kepolisian. “Di era hyperrealitas, viralnya sebuah kasus menentukan kecepatan penanganan. Namun, publik kerap mengabaikan asas praduga tak bersalah dan langsung menuntut hukuman di luar proses hukum,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar platform media sosial lebih proaktif menandai konten serupa dengan peringatan (warning screen) untuk menjaga kesehatan mental pengguna.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan video tersebut lebih lanjut demi melindungi keluarga korban dan menghindari normalisasi kekerasan. “Kami sudah mengajukan take down request ke platform, tapi butuh waktu. Tolong hentikan share ulang, karena bisa mengganggu psikologis korban dan saksi,” kata Kapolres.

[SOCIAL_TWEET]: Video pembacokan pria di Ciputat viral! Pelaku masih buron, korban kritis. Polisi: dugaan dendam utang-piutang. #ViralHorror #KriminalCiputat #BreakingNews[SOCIAL_TG]: 😨 Video pembacokan pria di Ciputat viral! Pelaku membacok 3 kali, korban luka parah. Polisi masih berburu. Klik untuk kronologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User