Rano Karno: Jakarta Fair 2026 Raup Transaksi Rp8,2 Triliun
Jakarta Fair 2026 yang berlangsung selama 32 hari di ajang Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, sukses menarik lebih dari 6 juta pengunjung dan mencatat nilai tr
Jakarta Fair 2026 yang berlangsung selama 32 hari di ajang Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, sukses menarik lebih dari 6 juta pengunjung dan mencatat nilai transaksi fantastis sebesar Rp8,2 triliun. Pencapaian ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam keterangan pers usai penutupan acara, yang menandai tonggak sejarah baru bagi perekonomian ibu kota.
Kronologi Pencapaian Transaksi
Jakarta Fair 2026 digelar mulai 28 Mei hingga 28 Juni 2026. Dalam 32 hari penyelenggaraan, tercatat lonjakan pengunjung signifikan terutama pada akhir pekan. Menurut data panitia, rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 187.500 orang, dengan puncak pengunjung terjadi pada malam libur nasional. Angka kumulatif ini menjadikan Jakarta Fair edisi tahun ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, melampaui rekor transaksi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp6,8 triliun.
"Angka ini di luar ekspektasi kami. Kami awalnya menargetkan transaksi sekitar Rp7 triliun, tapi realisasinya melampaui target, mencapai Rp8,2 triliun. Ini bukti bahwa ekonomi Jakarta telah pulih dan bergerak sangat cepat," ujar Rano Karno.
Faktor Pendorong Lonjakan Transaksi
Sejumlah faktor mendorong capaian gemilang ini. Pertama, peningkatan daya beli masyarakat pascapandemi yang makin kuat, terutama pada produk-produk konsumsi, otomotif, dan elektronik. Kedua, keterlibatan ribuan pelaku usaha, termasuk 2.500 stan dari UMKM hingga perusahaan besar, yang menawarkan diskon besar-besaran. Ketiga, program promo "Jakarta Fair Special Discount" yang bekerja sama dengan bank-bank nasional berhasil memicu transaksi nontunai hingga 70% dari total. Keempat, integrasi dengan platform e-commerce dan live streaming di tiga aplikasi ternama yang memperluas jangkauan pembeli dari luar Jakarta.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Data resmi panitia mencatat lompatan signifikan dibanding Jakarta Fair 2025. Edisi sebelumnya mencatat 5,2 juta pengunjung dengan nilai transaksi Rp6,8 triliun. Tahun ini terjadi kenaikan jumlah pengunjung sekitar 15% dan lonjakan transaksi hingga 20%. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor otomotif yang naik 35% dan produk UMKM yang melejit 50%.
Rincian Transaksi per Sektor
Berdasarkan kategori produk, transaksi terbesar disumbang oleh:
- Produk Otomotif: Penjualan mobil dan motor baru mencapai Rp2,1 triliun, didominasi pembelian melalui kredit ringan.
- Elektronik dan Gadget: Transaksi gadget dan peralatan rumah tangga menyumbang Rp1,8 triliun, banyak yang memanfaatkan promo cashback.
- Fesyen dan Kuliner: Produk pakaian jadi dan makanan-minuman mencatat transaksi hingga Rp1,5 triliun, didorong oleh tren belanja langsung.
- Produk UMKM: Pelaku UMKM yang mengisi 40% stan meraup total pendapatan sekitar Rp1,3 triliun, tertinggi dalam sejarah pameran.
- Perabot dan Properti: Furnitur dan penawaran properti residensial mencatat angka Rp1 triliun, dipacu program diskon KPR.
Lonjakan Transaksi Digital
Kemitraan dengan penyedia layanan pembayaran digital mendorong penggunaan QRIS naik 45% dibanding tahun lalu. Total transaksi nontunai mencapai Rp5,7 triliun atau sekitar 70% dari total. Bank DKI sebagai salah satu mitra mencatat volume transaksi tertinggi, diikuti oleh fintech nasional. Ini menunjukkan akselerasi masyarakat menuju ekosistem cashless di ajang berskala besar.
Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Selain transaksi langsung, Jakarta Fair 2026 memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. Industri pendukung seperti logistik, perhotelan, dan transportasi ikut terangkat. Data Dinas Pariwisata DKI menunjukkan okupansi hotel di sekitar Kemayoran melonjak rata-rata 92% selama pameran. Lebih dari 15.000 tenaga kerja langsung terserap selama acara, termasuk staf stan, keamanan, dan pekerja informal seperti pedagang asongan.
Tanggapan Pelaku Usaha
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Jakarta (APRJ), Didi Sumardi, menyambut gembira capaian tersebut.
"Jakarta Fair adalah barometer konsumsi domestik. Rp8,2 triliun ini sinyal bahwa pasar kita sangat potensial. Pemerintah harus mempertahankan iklim usaha kondusif agar momentum ini terus berlanjut," katanya.
Sementara itu, perwakilan stan UMKM, Sari (45), mengaku omzetnya naik 300% dibanding hari biasa. "Saya jual kerajinan tangan, biasanya sebulan dapat Rp20 juta, di Jakarta Fair bisa dapat Rp80 juta," ujarnya sumringah. Kepuasan serupa disampaikan Tono, pengunjung yang rela antre sejak subuh demi mendapatkan diskon besar. "Beli TV 55 inci harganya hampir setengah dari toko biasa. Puas banget," katanya.
Rencana ke Depan
Wagub Rano Karno menegaskan, Pemprov DKI akan menjadikan Jakarta Fair sebagai agenda tahunan yang lebih besar, dengan penambahan zona ekonomi kreatif dan digital. Pihaknya juga berencana menggandeng investor untuk memperluas fasilitas JIExpo agar daya tampung meningkat. "Tahun depan kami targetkan 7 juta pengunjung dan transaksi menembus Rp10 triliun," pungkasnya.
[SOCIAL_TWEET]: Jakarta Fair 2026 cetak sejarah! Transaksi tembus Rp8,2 triliun, 6 juta pengunjung hadir selama 32 hari. #JakartaFair2026 #TransaksiTriliunan #EkonomiJakartaBangkit[SOCIAL_TG]: 🚀 Jakarta Fair 2026 sukses besar! Transaksi Rp8,2 triliun, 6 juta pengunjung. Simak detailnya!
Comments (0)