Veddriq Leonardo Raih Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Detik-detik menegangkan di dinding panjat Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024), seketika berubah menjadi tangis haru dan sorak sorai. Veddriq Leonar
Detik-detik menegangkan di dinding panjat Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024), seketika berubah menjadi tangis haru dan sorak sorai. Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing andalan Indonesia, akhirnya menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih di Olimpiade Paris 2024. Di babak final nomor speed putra, pemuda kelahiran Pontianak itu menaklukkan Wu Peng dari Tiongkok dengan catatan waktu fantastis 4,75 detik — sebuah rekor personal terbaik yang sekaligus membawa sejarah baru bagi olahraga Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi jawaban atas penantian panjang publik Tanah Air. Sejak Olimpiade dimulai pada 26 Juli, belum satu pun medali emas berhasil dikoleksi oleh para atlet Indonesia. Harapan itu kini terwujud lewat tangan dingin Veddriq, yang tampil tenang namun mematikan di setiap putaran. “Ini bukan cuma tentang saya, ini tentang Indonesia. Saya cuma ingin membuat bangga keluarga dan seluruh rakyat Indonesia,” ucap Veddriq dengan suara bergetar usai menerima medali emasnya.
Perjalanan Veddriq Menuju Puncak Olimpiade
Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 6 Maret 1997, Veddriq Leonardo besar di keluarga sederhana. Ia mengenal panjat tebing dari tayangan televisi dan segera jatuh cinta pada olahraga yang mengandalkan kecepatan dan ketahanan mental itu. Bergabung dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), bakatnya terasah dengan cepat. Pada 2023, ia sudah mencatatkan diri sebagai pemegang rekor dunia nomor speed dengan waktu 4,90 detik. Rekor itu kemudian dipecahkannya sendiri menjadi 4,86 detik sebelum akhirnya menorehkan 4,75 detik di final Olimpiade.
Veddriq bukanlah nama baru di kancah internasional. Sebelumnya ia sudah memenangi Piala Dunia Panjat Tebing di Chamonix, menjuarai IFSC World Cup seri Salt Lake City 2023, dan menempati peringkat satu dunia pada 2023. Namun, Olimpiade adalah panggung yang berbeda. “Tekanannya jauh lebih besar, tapi saya mencoba mengubahnya menjadi adrenalin positif,” ujarnya saat ditemui di markas FPTI, Hotel Santika Premier, Bekasi, Selasa (20/08/2024).
Duel Dramatis di Final Melawan Wu Peng
Pertandingan final mempertemukan dua pemanjat tercepat dunia: Veddriq dan Wu Peng. Sejak awal, kedua atlet sudah menunjukkan performa impresif. Di babak kualifikasi, Veddriq mencatatkan 4,92 detik, sementara Wu Peng 4,97 detik. Di perempat final, Veddriq menyingkirkan lawan dari Amerika Serikat dengan waktu 4,88 detik. Semifinal pun dilaluinya mulus setelah Reza Alipour dari Iran melakukan false start.
Saat duel puncak dimulai, keduanya melesat nyaris bersamaan. Namun, Veddriq menunjukkan start yang lebih reaktif dan pergerakan tangan serta kaki yang begitu efisien. Di meter-meter terakhir, ia meninggalkan Wu Peng dengan selisih 0,08 detik. Layar raksasa menampilkan angka 4,75 untuk Veddriq, sementara Wu Peng mencatatkan 4,83 detik. Spontan, Veddriq mengacungkan kedua tangan ke langit, syahdu penuh syukur.
“Saya tidak percaya bisa melakukannya. Di detik-detik akhir, yang ada di kepala saya hanyalah: lakukan yang terbaik, jangan menyerah, dan percaya pada proses,” kenangnya.
Arti Emas bagi Indonesia dan Masa Depan Panjat Tebing
Emas Veddriq menjadi medali pertama Indonesia di Paris 2024. Sebelumnya, Indonesia baru mengumpulkan dua perunggu dari angkat besi dan bulu tangkis. Kemenangan ini langsung disambut gegap gempita di tanah air. Presiden Joko Widodo menyampaikan selamat melalui media sosial, dan banyak pihak menyebutnya sebagai “hadiah kemerdekaan” karena berdekatan dengan HUT ke-79 RI.
Dari sisi teknis, keberhasilan Veddriq membuktikan bahwa speed climbing Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Selama ini, panjat tebing identik dengan lead dan boulder, tetapi nomor speed yang dipertandingkan di Olimpiade memberi peluang besar bagi atlet Asia. FPTI optimistis, prestasi ini akan memicu regenerasi dan dukungan lebih besar terhadap cabang olahraga yang baru dipertandingkan di dua edisi Olimpiade ini.
Kemenangan ini juga membuka mata pemerintah dan sponsor untuk lebih serius mengembangkan panjat tebing. Berbagai fasilitas latihan modern dan program pelatnas berkelanjutan diharapkan bisa memunculkan “Veddriq-Veddriq baru” di masa mendatang. Sementara itu, Veddriq sendiri menegaskan komitmennya untuk terus berlatih dan menatap Olimpiade Los Angeles 2028. “Saya masih lapar prestasi. Masih ada target lain yang ingin saya capai,” ujarnya penuh antusias.
Kini, nama Veddriq Leonardo terpatri sebagai pelopor, pemecah kebisuan emas Indonesia di Olimpiade Paris. Dari dinding Le Bourget, ia telah membawa harum Merah Putih ke seluruh dunia.
[TAGS]: Veddriq Leonardo, panjat tebing, Olimpiade Paris 2024, emas pertama Indonesia, speed climbing[SOCIAL_TWEET]: Emas pertama Indonesia di #OlimpiadeParis2024! Veddriq Leonardo raih emas panjat tebing nomor speed dengan catatan 4,75 detik. Perjuangan dan doa seluruh negeri berbuah manis. #VeddriqEmas #Paris2024[SOCIAL_FB]: Sejarah tercipta! Veddriq Leonardo persembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Bagaimana perjalanan sang pemanjat dari Pontianak hingga puncak podium? Baca selengkapnya di sini.[SOCIAL_TG]: 🥇 Veddriq Leonardo bawa emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024! ⚡ Panjat tebing nomor speed dituntaskan dalam 4,75 detik. Bangga! #TimIndonesia[SOCIAL_THREADS]: Veddriq Leonardo, wakil Indonesia di panjat tebing Olimpiade Paris, berhasil meraih emas pertama. Momen emosional yang bikin kita semua terharu dan bangga. Selamat, Veddriq! 🇮🇩
Comments (0)