Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Meriahkan Akhir Pekan Bintaro

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menggelar Pekan Dekranasda 2026 di kawasan Bintaro pada akhi

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Meriahkan Akhir Pekan Bintaro

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menggelar Pekan Dekranasda 2026 di kawasan Bintaro pada akhir pekan ini. Event tahunan yang memadukan pameran produk kreatif, hiburan rakyat, serta sajian kuliner khas ini menjadi magnet bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sejak pintu gerbang dibuka pukul 10.00 WIB, ribuan pengunjung memadati area parkir timur Bintaro Jaya Xchange Mall, tempat acara dipusatkan. Di bawah tenda-tenda putih yang berderet rapi, tampak lebih dari 150 stan UMKM binaan Dekranasda dan mitra yang siap memamerkan karya terbaik mereka.

Mengusung Semangat Lokal di Tengah Urban Bintaro

Berbeda dari gelaran sebelumnya yang hanya fokus pada kerajinan tangan, Pekan Dekranasda 2026 hadir dengan konsep "Lokal Mendunia". Tema tersebut diwujudkan lewat kolaborasi antara perajin tradisional dan desainer muda Tangerang Selatan. Pengunjung bisa menemukan batik tulis khas Tangsel dengan motif daun palem, anyaman eceng gondok yang disulap menjadi tas elegan, hingga perhiasan daur ulang dari limbah elektronik. Tidak ketinggalan stan-stan kuliner yang menyajikan laksa Tangerang, sate bandeng, dan aneka jajanan pasar yang dijamin menggugah selera. "Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan akar budaya," ujar seorang pengunjung yang terkesan dengan inovasi tersebut.

"Pekan Dekranasda ini bukan sekadar pameran, melainkan komitmen kami untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Setiap produk yang dipajang adalah bukti ketangguhan UMKM lokal yang terus beradaptasi di era digital," kata Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Ibu Ratna Dewi, saat membuka acara dengan prosesi pemotongan pita didampingi jajaran dinas terkait.

Wajah Baru Fashion dan Kerajinan Berbasis Lingkungan

Salah satu paviliun yang paling ramai dikunjungi adalah Pojok Sustainable Fashion. Di sini, pengunjung bisa melihat peragaan busana mini yang menampilkan koleksi busana dari kain perca, pewarna alami indigo, dan aksesoris dari kayu jati daur ulang. Stan milik Ruma Batik Tangsel, misalnya, menampilkan proses membatik cap secara langsung sehingga pengunjung bisa belajar sekaligus mencoba. "Kami ingin mengurangi stigma bahwa produk daur ulang itu kumuh. Lewat desain yang stylish, kami buktikan bahwa sustainable living bisa tetap modis," ujar Dina, perajin sekaligus pemilik stan, sambil menunjukkan serangkaian gelang anyaman dari sisa produksi sepatu.

Kolaborasi Seni dan Teknologi untuk Pengalaman Interaktif

Tak hanya produk fisik, panitia menghadirkan area smart gallery di mana setiap produk dilengkapi dengan kode QR. Pengunjung cukup memindai kode untuk mengetahui cerita di balik produk, bahan baku, hingga profil perajinnya. Fitur try-on virtual juga tersedia untuk kategori fesyen; pengunjung bisa melihat tampilan busana di tubuh mereka melalui layar cermin digital tanpa perlu mengganti pakaian. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi jumlah pengunjung pada hari pertama. Data panitia menyebutkan, sejak dibuka hingga pukul 17.00 WIB, tercatat lebih dari 6.500 kunjungan dan omzet kotor stan mencapai sekitar Rp820 juta, melampaui target awal yang hanya Rp600 juta.

Panggung Hiburan Rakyat dan Kompetisi Kreatif

Bagian timur area pameran dipentaskan aneka hiburan—mulai dari band lokal, pertunjukan tari tradisional, hingga stand-up comedy. Acara puncak di hari Sabtu malam dimeriahkan oleh penyanyi kenamaan yang membawakan lagu-lagu daerah beraransemen modern. Tidak kalah menarik, panitia mengadakan Lomba Kreasi Anyaman bagi pelajar SMA se-Tangsel yang memperebutkan total hadiah Rp25 juta. Lomba tersebut dinilai langsung oleh dua maestro kerajinan nasional, sekaligus menjadi ajang pencarian bakat muda di sektor industri kreatif.

Membangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan

Di sela-sela acara, digelar pula talkshow bertajuk "Digitalisasi UMKM Menuju Ekspor". Narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM, praktisi e-commerce, serta perajin sukses berbagi strategi pemasaran lintas batas. Pemkot Tangsel mengumumkan program pendampingan gratis selama enam bulan bagi 50 UMKM terpilih yang akan dibekali pelatihan, pengurusan sertifikasi halal, hingga fasilitasi pembukaan toko di platform marketplace global. "Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah hadir untuk menjawab tantangan pelaku usaha kecil," ungkap Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 akan berlangsung hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB. Bagi warga yang belum sempat berkunjung, panitia menyediakan shuttle gratis dari Stasiun MRT Lebak Bulus dan Stasiun KRL Jurangmangu. Dengan perpaduan yang seimbang antara promosi produk, edukasi, dan hiburan, event ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi keluarga, tetapi juga aksi nyata penguatan ekonomi lokal di tengah gempuran produk impor. [SOCIAL_TWEET]: Pekan Dekranasda Tangsel 2026 resmi dibuka! Ribuan produk UMKM lokal memeriahkan Bintaro. Ada batik, kerajinan daur ulang, kuliner legendaris, dan panggung hiburan. Jangan lewatkan akhir pekan ini! #PekanDekranasda2026 #UMKMTangsel #Bintaro[SOCIAL_TG]: 🎉 Pekan Dekranasda Tangsel 2026 lagi berlangsung di Bintaro Jaya Xchange Mall! Ada 150+ stan UMKM, live music, dan lomba anyaman. Gratis shuttle dari MRT dan KRL lho. Buruan datang sebelum Minggu malam! 🛍️🎶

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User