IHSG Ditutup Menguat 58 Poin ke Level 7.046

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (3/8/2022) di zona hijau, melanjutkan tren positif setelah mengalami tekanan di awal p

IHSG Ditutup Menguat 58 Poin ke Level 7.046

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (3/8/2022) di zona hijau, melanjutkan tren positif setelah mengalami tekanan di awal pekan. Di akhir sesi, IHSG parkir di level 7.046,63, menguat 58,47 poin atau sekitar 0,84 persen dari penutupan sebelumnya yang berada di 6.988,16. Penguatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya khawatir akan potensi koreksi lanjutan.

Data perdagangan mencatat, volume saham yang ditransaksikan mencapai 23,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,7 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,1 juta kali. Investor asing turut mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 456 miliar di seluruh pasar, menandakan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Kronologi Penguatan IHSG Sepanjang Hari

Untuk memahami dinamika hari ini, berikut runtutan pergerakan indeks sejak pembukaan hingga penutupan:

  1. Sesi Pembukaan (09.00 WIB): IHSG dibuka di level 6.995,21, sedikit di atas penutupan kemarin. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang sempit, dengan tekanan jual di sektor energi.
  2. Menjelang Siang (11.30 WIB): IHSG mulai menunjukkan penguatan yang lebih solid seiring rilis data inflasi domestik yang terkendali. Sektor keuangan dan barang konsumsi menjadi motor penggerak.
  3. Sesi II (14.00 WIB): Indeks menembus level psikologis 7.000 dan terus naik, didorong aksi borong saham perbankan dan properti. Investor institusi lokal memperbesar posisi beli.
  4. Menjelang Penutupan (15.50 WIB): IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian 7.058,12 sebelum terjadi sedikit aksi ambil untung. Akhirnya ditutup di 7.046,63, mengamankan penguatan hampir 0,84 persen.

Dari papan indeks, sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,65 persen, diikuti oleh sektor properti (1,22 persen) dan barang konsumsi non-primer (0,97 persen). Sementara itu, sektor energi justru melemah 0,45 persen seiring koreksi harga batu bara global. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan indeks, melonjak 2,3 persen ke level 4.450.

Faktor Pendorong: Domestik dan Global

Penguatan IHSG hari ini tidak terlepas dari kombinasi sentimen domestik dan global yang kondusif. Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Juli 2022 yang mencapai 4,94 persen secara tahunan (year-on-year), masih dalam target yang diharapkan. Inflasi yang terkendali memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneternya tanpa menaikkan suku bunga secara agresif.

"IHSG berhasil rebound karena pasar mencerna data inflasi yang masih cukup jinak. Ditambah lagi, optimisme bahwa suku bunga acuan BI akan ditahan membuat sektor perbankan dan properti kembali dilirik," ujar Andri, analis dari PT Binaartha Sekuritas.

Dari sisi global, bursa Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat setelah indeks manufaktur ISM AS menunjukkan pelambatan yang memicu harapan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks Nikkei naik 0,53 persen, sementara Hang Seng menguat 1,24 persen. Sentimen positif ini merembet ke IHSG, terutama setelah soft landing ekonomi AS semakin terlihat mungkin.

Harga komoditas yang stabil juga menjadi penopang. Meski minyak mentah dunia sedikit terkoreksi, harga batu bara dan nikel masih cukup tinggi untuk menjaga profitabilitas emiten tambang besar seperti ADRO dan INCO, yang tetap bertahan di zona hijau tipis.

Proyeksi Pasar Esok dan Strategi Investor

Secara teknikal, IHSG berhasil breakout dari resistance sebelumnya di level 7.010. Indikator stochastic dan MACD menunjukkan sinyal positif, membuka peluang indeks menuju level 7.100 dalam jangka pendek. "Jika volume terus bertahan dan asing kembali net buy, target 7.100 sangat realistis pekan ini," kata Andri menambahkan.

Namun, analis mengingatkan investor untuk mewaspadai rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat mendatang yang bisa memicu volatilitas. Investor disarankan untuk tetap selektif dan memperhatikan saham-saham berfundamental kuat, terutama di sektor perbankan dan konsumer yang menjadi penggerak utama rally kali ini.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG kali ini mencerminkan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi domestik yang terus berjalan, didukung oleh arus modal asing yang kembali masuk. Dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang kini telah menyentuh Rp 9.100 triliun, optimisme bahwa IHSG akan terus menguat hingga akhir tahun 2022 terbuka lebar.

Bagi investor ritel, momentum ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan rebalancing portofolio, menambah bobot pada saham-saham yang selama ini terdiskon seperti sektor properti dan barang konsumsi primer. Sementara itu, investor jangka pendek dapat memanfaatkan level resisten 7.100 sebagai target profit taking, dengan support kuat di 6.980.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG ditutup menguat 58,47 poin (0,84%) ke level 7.046,63 pada Rabu (3/8). Investor asing catatkan net buy Rp456 miliar. Sektor keuangan dan properti memimpin rally. Apakah indeks mampu tembus 7.100 pekan ini? #IHSG #Saham #BEI[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG Rabu (3/8) ditutup di 7.046,63 (+0,84%). Asing borong saham bank dan properti. Data inflasi jinak, bursa Asia kompak naik. Target esok: 7.100! 💰

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User