John Romolo Bertransaksi Saat Wall Street Tembus Rekor Baru

Riak semangat memenuhi lantai Bursa Efek New York (NYSE) pada Senin, 13 Oktober 2025. Di antara kerumunan para pialang yang sibuk, sosok John Romolo terlih

John Romolo Bertransaksi Saat Wall Street Tembus Rekor Baru

Riak semangat memenuhi lantai Bursa Efek New York (NYSE) pada Senin, 13 Oktober 2025. Di antara kerumunan para pialang yang sibuk, sosok John Romolo terlihat cekatan meneriakkan order dan melambaikan tangan di tengah hiruk-pikuk khas Wall Street. Momen itu terekam kamera fotografer Associated Press, Richard Drew, dan menjadi potret hidup dari salah satu sesi perdagangan paling bersejarah tahun ini: indeks utama AS serentak menembus rekor tertinggi baru.

Lonjakan Pasar yang Tak Terduga

Pada pukul 09.40 waktu setempat, bel pembukaan baru saja berdentang, namun Dow Jones Industrial Average langsung melesat 540 poin, sementara S&P 500 menembus level 6.100 untuk pertama kalinya. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi juga mencatat kenaikan 2,3% hanya dalam satu jam perdagangan. Para analis menyebut reli ini sebagai “euforia kuartal keempat” yang dipicu oleh rilis laporan laba emiten lebih awal dari ekspektasi dan keyakinan bahwa era suku bunga tinggi akan segera berakhir.

“Hari ini adalah salah satu momen langka di mana setiap sudut pasar memerah. Tapi merah dalam arti positif—semua sektor naik. Saya belum pernah melihat order flow sepadat ini sejak pandemi,” ujar John Romolo kepada awak media di sela transaksinya.

Romolo, seorang veteran lantai bursa dengan pengalaman lebih dari 28 tahun, mengatakan bahwa ia telah mengeksekusi lebih dari 3.500 lot pada dua jam pertama perdagangan, sebagian besar berasal dari saham Nvidia (NVDA), Tesla (TSLA), dan Eli Lilly (LLY). Ketiga emiten itu menjadi kontributor utama kenaikan indeks setelah Nvidia mengumumkan terobosan chip AI generasi terbarunya, Tesla membukukan penjualan kendaraan listrik di atas ekspektasi, dan Eli Lilly sukses menyelesaikan uji klinis tahap akhir obat penurun berat badan.

Kronologi Sesi Perdagangan 13 Oktober 2025

  1. 09:30 ET – Bel pembukaan berbunyi. Dow langsung terbang 400 poin berkat saham perbankan dan konsumer.
  2. 10:15 ET – Nasdaq mencatat volume perdagangan dua kali lipat rata-rata 90 hari, sinyal partisipasi institusional besar.
  3. 11:30 ET – Indeks Volatilitas (VIX) jatuh ke level 12,1, menunjukkan kepercayaan investor sangat tinggi.
  4. 13:00 ET – Saham Nvidia menyentuh $198, mencatat kapitalisasi pasar di atas $4,5 triliun.
  5. 15:45 ET – Sesi mulai tenang, namun order beli tetap deras dari algoritma high-frequency trading.
  6. 16:00 ET – Penutupan. S&P 500 resmi di 6.123,88; Dow di 44.780; Nasdaq di 21.430.

Bursa Efek New York sendiri tidak hanya dipenuhi angka-angka rekor. Suasana emosional juga kentara. Banyak pialang muda yang baru bergabung pasca-digitalisasi lantai bursa pada 2023–2024 tampak antusias karena baru pertama kali menyaksikan reli akbar seperti ini. Sementara para pialang senior seperti Romolo terlihat lebih tenang, meskipun diakui ada rasa was-was terhadap kemungkinan koreksi teknikal.

“Resesi itu nyata, tapi hari ini pasar seolah menolak untuk percaya. Likuiditas sedang deras, dan semua orang ingin naik kereta,” tambah John Romolo.

Sentimen Pasar dan Data Ekonomi

Reli memang tidak datang dari ruang hampa. Departemen Tenaga Kerja AS pagi itu merilis data inflasi konsumen September yang hanya naik 2,2% year-on-year, lebih rendah dari konsensus 2,4%. Angka ini membakar harapan bahwa The Federal Reserve akan menahan suku bunga acuan atau bahkan mulai memangkas pada Desember 2025. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun langsung merosot ke 3,67%, membuat saham berkapitalisasi besar—terutama teknologi—kembali menarik.

Selain itu, tensi geopolitik yang sebelumnya membebani pasar akibat konflik Timur Tengah mulai mereda setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata parsial pada Minggu malam. Hal ini membuka jalan bagi dana asing untuk kembali masuk ke aset berisiko.

  • Inflasi: CPI September 2,2% YoY vs 2,4% konsensus
  • Imbal hasil obligasi 10 tahun: 3,67%, turun 12 bps
  • Indeks Dolar (DXY): 101,3, melemah 0,6%
  • Volume NYSE Composite: 6,8 miliar lembar, tertinggi sejak Maret 2024
  • Rasio kenaikan/penurunan emiten: 8:1 di NYSE

Profil John Romolo, Pialang Lantai yang Jadi Simbol

Meski teknologi telah mengubah wajah bursa saham, peran pialang lantai seperti John Romolo belum sepenuhnya tergantikan. Pria berusia 62 tahun itu memulai kariernya pada 1997 sebagai asisten di firma pialang kecil, lalu mendapatkan kursi NYSE pada 2006. Kini ia adalah salah satu floor broker independen yang menangani pesanan dari bank investasi dan hedge fund kelas menengah. Dalam obrolan singkatnya, Romolo mengaku bahwa hari semacam ini mengingatkannya pada dot-com bubble tahun 1999—namun dengan fundamental yang lebih sehat.

“Saat itu banyak saham impian tanpa pendapatan. Sekarang, perusahaan yang memimpin punya neraca kokoh dan inovasi nyata. AI bukan janji kosong,” tuturnya.

Foto dirinya yang diambil oleh Richard Drew untuk AP menjadi viral di kalangan investor ritel di media sosial. Banyak yang menilai gambar pialang dengan jas biru dan sepatu kets itu merepresentasikan “semangat Amerika” yang tidak pernah padam meskipun ketidakpastian global membayangi.

Respon Pasar Global dan Prospek ke Depan

Kegembiraan Wall Street langsung menjalar ke bursa Asia-Pasifik dan Eropa. Indeks Nikkei 225 dibuka melonjak 2,1% pada Selasa pagi, sementara indeks Stoxx 600 Eropa menutup sesi Senin dengan kenaikan 1,8%. Mata uang kripto juga mengikuti tuah, dengan Bitcoin sempat menyentuh $98.000 sebelum mereda. Analis kini membagi perhatian pada musim laporan keuangan yang akan memuncak pekan depan, serta rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan November.

Sementara itu, di lantai NYSE, John Romolo sejenak duduk di pinggir pos dagangnya, menyeka keringat, dan tersenyum ke arah kamera. “Ini hari yang indah bagi para penjudi saham, maksud saya investor,” candanya. Pasar bisa naik dan turun, namun momen seperti inilah yang membuat pialang seperti dirinya tetap bertahan di era digital.

[SOCIAL_TWEET]: Pialang veteran John Romolo beraksi di lantai NYSE saat Wall Street catat rekor tertinggi baru. Dow, S&P 500, Nasdaq melesat di tengah optimisme AI. “Saya belum pernah lihat order flow sepadat ini,” ujarnya. #WallStreet #NYSE #PasarSaham[SOCIAL_TG]: 🔔 Wall Street pecah rekor! Pialang John Romolo jadi saksi reli bersejarah 13 Oktober 2025. Cek detailnya ⬇️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User