IHSG Naik 7 Poin (0,11 Persen) di Perdagangan Perdana 2022

Layar monitor Bursa Efek Indonesia (BEI) menyala hijau pada Senin (3/1/2022) pagi, menandai awal perdagangan saham tahun 2022 dengan sentimen positif. Tepa

IHSG Naik 7 Poin (0,11 Persen) di Perdagangan Perdana 2022

Layar monitor Bursa Efek Indonesia (BEI) menyala hijau pada Senin (3/1/2022) pagi, menandai awal perdagangan saham tahun 2022 dengan sentimen positif. Tepat pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melompat 7,0 poin, atau naik 0,11 persen, ke level 6.588,57. Aksi para pialang dan analis yang lalu lalang di lantai bursa menjadi cerminan harapan baru, setelah setahun sebelumnya pasar modal Indonesia berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sejak menit pertama, IHSG menunjukkan ketangguhannya. Data dari RTI Business menunjukkan bahwa volume transaksi pagi ini mencapai 2,3 miliar saham dengan nilai Rp1,8 triliun. “Terlihat jelas antusiasme investor di awal tahun. Biasanya terjadi efek window dressing yang berlanjut hingga awal Januari,” ujar Kepala Riset PT Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto. Pasar menyambut baik kestabilan kondisi makroekonomi domestik dan aliran dana asing yang mulai masuk kembali.

“Kami melihat IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.700 sepanjang kuartal pertama, didukung oleh ekspektasi pemulihan ekonomi yang solid dan rilis kinerja emiten tahun buku 2021 yang positif,” jelas Hariyanto.

Penguatan IHSG di perdagangan perdana 2022 tidak lepas dari sejumlah katalis global dan domestik. Dari sisi global, optimisme terhadap pemulihan ekonomi dunia pasca-gelombang Omicron mulai tumbuh setelah sejumlah studi menunjukkan varian tersebut tidak separah Delta. Dari dalam negeri, keberhasilan pemerintah mengendalikan inflasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen pada 2021 menjadi fondasi kokoh. Selain itu, kebijakan Bank Indonesia yang masih mempertahankan suku bunga rendah turut menjaga likuiditas pasar.

Rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Desember 2021 yang dirilis Bank Indonesia juga memberikan angin segar. Angka IKK tercatat 112,7, menunjukkan masyarakat masih optimis terhadap perekonomian. Sentimen ini tercermin dari kenaikan saham-saham sektor barang konsumsi dan ritel yang menjadi leader penguatan pagi ini.

Sektor-Sektor yang Memimpin Reli

Berdasarkan pantauan Beritadua.com, sembilan dari 11 indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor energi menjadi jawara dengan kenaikan 0,35 persen, disusul sektor keuangan 0,20 persen, dan sektor konsumen non-primer 0,15 persen. Hanya sektor properti dan infrastruktur yang melemah tipis masing-masing 0,05 persen dan 0,02 persen.

Berikut rincian kinerja beberapa sektor:

SektorPerubahan (%)
Energi+0,35
Keuangan+0,20
Konsumen Non-Primer+0,15
Barang Baku+0,10
Teknologi+0,08
Properti-0,05

Saham-saham unggulan seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,5 persen ke level Rp8.125, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 0,8 persen ke Rp4.300, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melesat 2,2 persen ke Rp2.780. Deretan saham tersebut menjadi motor utama penggerak indeks.

Proyeksi Pasar Modal 2022: Antara Optimisme dan Risiko

Meski awal tahun dibuka dengan manis, para analis mengingatkan agar investor tetap waspada. “Tahun 2022 bukan tanpa tantangan. Normalisasi kebijakan tapering The Fed dan potensi kenaikan suku bunga AS bisa memicu gejolak di pasar modal negara berkembang, termasuk Indonesia,” imbuh Hariyanto. Namun, fundamental ekonomi domestik yang relatif kuat serta potensi peningkatan kinerja emiten diharapkan mampu menahan tekanan eksternal.

Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto, menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 diproyeksikan berada di kisaran 5,2–5,5 persen. “Dengan asumsi konsumsi rumah tangga tetap kuat dan investasi tumbuh seiring pembangunan infrastruktur, pasar saham masih akan menjadi salah satu instrumen investasi yang atraktif,” katanya. Hal ini dikuatkan oleh proyeksi konsensus analis yang menempatkan target IHSG akhir tahun 2022 di level 7.200–7.500.

Dari sisi arus modal asing, hari ini tercatat beli bersih (net buy) asing mencapai Rp320 miliar. Angka ini menjadi indikasi bahwa investor global mulai melirik kembali aset-aset Indonesia yang dianggap undervalue. Jika aliran dana ini berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan mencatat rekor baru sepanjang tahun.

Respons Pelaku Pasar

Di tengah penguatan indeks, beberapa investor ritel menyuarakan optimisme hati-hati. “Awal tahun begini biasanya memang ramai, tapi saya tetap selektif memilih saham dengan fundamental kuat,” ujar Dina, seorang investor ritel di Jakarta. Sementara itu, pelaku pasar institusi tampak melakukan akumulasi di saham-saham big cap yang memiliki likuiditas tinggi.

Penguatan IHSG di perdagangan perdana 2022 menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia memasuki tahun baru dengan fundamental yang cukup solid. Dengan berbagai sentimen positif, pelaku pasar berharap perjalanan IHSG sepanjang 2022 akan terus menghijau, meski tetap mengedepankan manajemen risiko yang matang.

[SOCIAL_TWEET]: #IHSG dibuka menghijau di perdagangan perdana 2022! 📈 Naik 7 poin (0,11%) ke level 6.588,57. Sektor energi pimpin penguatan. Bagaimana prospek pasar modal sepanjang 2022? Simak ulasan lengkapnya di Beritadua.com. #PasarModal #Investasi #BEI[SOCIAL_TG]: 📊 IHSG Menguat di Hari Pertama 2022! Naik 7 poin (0,11%) ke 6.588,57. Energi & keuangan memimpin. Proyeksi akhir tahun bisa tembus 7.200–7.500. Pantau terus update pasar di Beritadua.com. 🚀

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User