IHSG Melonjak Dua Hari Berturut-turut Pasca Pengumuman Wabah Corona

Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kembali diramaikan oleh riuh rendah para pialang dan layar-layar monitor yang memantulkan warna hijau cerah, R

IHSG Melonjak Dua Hari Berturut-turut Pasca Pengumuman Wabah Corona

Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kembali diramaikan oleh riuh rendah para pialang dan layar-layar monitor yang memantulkan warna hijau cerah, Rabu (4/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat ke level 5.650, mengukuhkan reli dua hari berturut-turut setelah awal pekan diwarnai kepanikan hebat. Ini adalah capaian yang nyaris tak terduga, mengingat pada Senin (2/3) pasar sempat dihempas badai kala pemerintah mengumumkan dua kasus positif pertama COVID-19 di Indonesia. Pelaku pasar yang semula diliputi kecemasan, kini seakan menemukan kembali denyut optimisme.

Dari Ambles ke Melambung

Pada hari pertama pengumuman wabah, IHSG anjlok hingga menyentuh level terendah dalam delapan bulan terakhir. Indeks sempat menyentuh 4.900 saat aksi jual massal melanda, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi dari pandemi yang mulai merambat ke Nusantara. Namun, Selasa (3/3) menjadi titik balik: IHSG bangkit dengan penguatan signifikan sebesar 3,8%, dan kemarin kembali bertambah 2,5% hingga menembus 5.650. Dua hari pemulihan itu sekaligus menghapus hampir seluruh kerugian yang terjadi di hari pertama wabah diumumkan.

"Reaksi pasar pada Senin adalah respons emosional yang berlebihan. Ketika pemerintah segera mengumumkan langkah-langkah penanganan dan stimulus, investor mulai melakukan aksi beli saat harga murah," ujar M. Faisal, Analis Senior dari Indo Premier Sekuritas, saat diwawancarai di sela-sela perdagangan.

Faktor Pendorong Keperkasaan IHSG

Reli tak terduga ini didorong oleh sejumlah katalis. Pertama, intervensi Bank Indonesia di pasar obligasi dan pembelian kembali saham-saham BUMN yang anjlok memberikan sentimen positif. Kedua, janji pemerintah untuk menggelontorkan paket stimulus fiskal senilai Rp10 triliun guna menopang sektor riil meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi. Ketiga, penguatan bursa global setelah bank sentral utama dunia, termasuk The Fed, mengindikasikan pelonggaran moneter darurat.

Pelajaran dari Masa Lalu

Sejarah menunjukkan bahwa wabah penyakit sering kali menciptakan volatilitas tetapi tidak serta merta menghancurkan pasar dalam jangka panjang. Saat wabah SARS 2003, IHSG sempat terpukul namun pulih dalam hitungan bulan. "SARS mengajarkan bahwa dampak terhadap perekonomian dan pasar modal bersifat sementara, selama penanganan tepat dan cepat," kenang Faisal. Hal serupa mulai terlihat kembali, dengan respons pemerintah yang lebih sigap kali ini.

Sektor-Sektor yang Memimpin Penguatan

Penguatan IHSG kemarin dipimpin oleh sektor perbankan dan konsumer. Saham-saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing naik lebih dari 3%, sementara PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melonjak 4,2%. Sektor telekomunikasi juga unjuk gigi seiring meningkatnya penggunaan layanan data selama kebijakan bekerja dari rumah. Sebaliknya, saham penerbangan dan pariwisata masih tertekan, menunjukkan bahwa pasar memilah mana yang paling terpukul langsung oleh corona.

Prospek ke Depan: Hati-Hati Tetap Diperlukan

Meski dua hari terakhir membawa angin segar, sejumlah analis mengingatkan agar investor tetap waspada. Volatilitas tinggi diperkirakan masih akan menghiasi perdagangan pekan ini, terutama jika muncul klaster baru penyebaran virus di dalam negeri. "Reli ini bisa berlanjut jika tidak ada kejutan negatif dari laporan kasus corona, tetapi risiko koreksi tetap besar bila jumlah pasien bertambah tajam," kata Faisal. Ia merekomendasikan investor untuk selektif pada saham defensif dan mengurangi porsi portofolio di sektor yang rentan seperti transportasi dan perhotelan.

Penutupan IHSG 4 Maret 2020: 5.650 (+2,5% hari ini, +6,4% dua hari).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User