Bianglala Pasar Malam Deliserdang Rusak, 30 Pengunjung Terjebak

Suasana pasar malam yang biasanya menjadi pelepas penat warga Deliserdang berubah menjadi “neraka” ketinggian pada Selasa malam (30/1/2024). Se

Bianglala Pasar Malam Deliserdang Rusak, 30 Pengunjung Terjebak

Suasana pasar malam yang biasanya menjadi pelepas penat warga Deliserdang berubah menjadi “neraka” ketinggian pada Selasa malam (30/1/2024). Sebanyak 30 pengunjung terjebak di wahana bianglala setelah mesin penggerak raksasa itu tiba-tiba mengalami kerusakan teknis. Insiden ini langsung memicu kepanikan massal, tidak hanya bagi para korban yang tergantung di udara, tetapi juga bagi keluarga mereka yang menyaksikan dari bawah. Tim pemadam kebakaran (Damkar) terpaksa dikerahkan dan melakukan evakuasi dramatis yang berlangsung hingga dini hari.

Kronologi: Dentuman Kecil yang Memicu Kengerian

Berdasarkan keterangan saksi dan aparat kepolisian, musibah ini bermula sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, wahana bianglala setinggi sekitar 25 meter tersebut tengah beroperasi penuh dengan sekitar 15 gondola terisi pengunjung. Saksi mata, Rudi (35), menuturkan bahwa sebelum berhenti total, ia mendengar suara ganjil dari mesin.

"Tiba-tiba ada bunyi ‘krek-krek’ keras, lalu putaran melambat dan berhenti. Awalnya kami kira sengaja dihentikan untuk menurunkan penumpang, tapi setelah hampir setengah jam tidak bergerak, orang-orang di atas mulai histeris,"

Kepanikan kian menjadi ketika lampu-lampu di beberapa gondola mulai redup. Pengunjung yang sebagian besar adalah keluarga dengan anak kecil ini mulai merasakan dinginnya angin malam. Pihak operator sebenarnya berusaha melakukan perbaikan manual dengan menurunkan daya darurat, namun mekanisme utama poros roda gagal berfungsi. Setelah hampir satu jam tidak membuahkan hasil, akhirnya bantuan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Deliserdang dihubungi pada pukul 22.45 WIB.

Proses Evakuasi: Detik-detik Menegangkan di Atas Ketinggian

Proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi Damkar, Surya Darma, berlangsung dramatis. Tim harus mendatangkan mobil skylift (tangga hidrolik) karena tidak ada akses tangga manual untuk menjangkau gondola di posisi teratas. "Ini adalah operasi yang sangat menantang. Posisi gondola tidak stabil, angin kencang, dan kami harus berhadapan dengan psikologis korban yang sudah panik," ujar Surya Darma di sela-sela evakuasi.

Para petugas membagi tim menjadi dua; satu tim di atas skylift dan satu tim lagi di bawah untuk menerima korban. Prioritas pertama diberikan kepada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan seorang lansia berusia 60 tahun yang dikabarkan memiliki riwayat penyakit jantung. Dengan menggunakan peralatan pengaman tubuh (sabuk pengaman), petugas menjemput korban satu per satu. Proses yang memakan waktu hingga empat jam ini baru benar-benar rampung pada pukul 02.30 WIB dini hari. Petugas terpaksa menggunakan lampu sorot tambahan karena penerangan area yang minim.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Kepala Polsek setempat, AKP Herman, dalam konferensi pers singkatnya menyatakan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa atau luka fisik yang berarti, dampak psikologis yang dialami para penyintas sangat signifikan. Dari total 30 pengunjung yang terjebak, empat orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Deliserdang. Mereka mengalami gejala syok berat, hiperventilasi (sesak napas akibat panik akut), serta kelelahan ekstrem akibat kedinginan. Beberapa anak juga dirujuk ke psikolog untuk menjalani terapi trauma ringan.

Rina, salah satu korban yang selamat, menceritakan pengalamannya dengan suara bergetar,

"Di atas gelap, anginnya kencang. Anak saya yang berusia 5 tahun menangis terus, badannya sudah dingin. Saya hanya bisa memeluknya erat dan berdoa semoga petugas bisa cepat naik. Pikiran sudah kemana-mana, takut gondolanya jatuh."
Pengakuan serupa disampaikan oleh beberapa korban lainnya yang mengaku trauma untuk kembali menaiki wahana permainan, terutama jenis bianglala.

Penyebab Kerusakan dan Tanggung Jawab Pengelola

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menyegel wahana bianglala tersebut dengan police line dan memeriksa dokumen perizinan operasional wahana. Dugaan kuat mengarah pada kerusakan sistem transmisi dan pengereman mekanis pada poros utama roda. Tidak adanya sistem pengereman darurat otomatis (failsafe brake) menjadi catatan merah dalam investigasi ini.

Pemilik wahana, yang identitasnya masih dirahasiakan, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi tengah menyelidiki potensi kelalaian perawatan. Pasalnya, wahana pasar malam musiman seperti ini kerap kali berpindah-pindah kota tanpa melalui proses pengecekan teknis ulang yang ketat. "Jika ditemukan unsur kelalaian yang membahayakan jiwa, kami tidak akan segan-segan menjerat pengelola dengan pasal pidana," tegas AKP Herman.

Standar Keamanan Wahana Rakyat yang Dipertanyakan

Insiden di Deliserdang ini bukanlah kasus pertama. Catatan menunjukkan bahwa kecelakaan serupa di pasar malam telah berulang kali terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pengamat Transportasi dan Keselamatan Publik, Bambang Wicaksono, menilai bahwa pengawasan terhadap wahana hiburan musiman sangat lemah. Ia mendesak pemerintah daerah untuk tidak hanya mengejar pajak hiburan, tetapi juga mewajibkan sertifikat laik operasi dari dinas teknis terkait setiap kali wahana beroperasi di lokasi baru.

Banyak wahana pasar malam yang didatangkan dari luar kota tanpa melalui proses uji tekanan, uji mekanis, atau pengecekan struktur baja. Kondisi cuaca serta ketidakstabilan tanah di lokasi pemasangan juga sering diabaikan. Ke depannya, diharapkan ada regulasi yang mengharuskan pemasangan alat pengaman sekunder dan pelatihan mitigasi bencana bagi operator wahana. "Jangan sampai gelak tawa warga kecil yang mencari hiburan murah harus berubah menjadi tangis histeris di ketinggian," pungkas Bambang.

[FAQ_JSON [{"q":"Apa penyebab utama bianglala pasar malam di Deliserdang berhenti?","a":"Dugaan utama polisi adalah kerusakan pada sistem transmisi dan pengereman mekanis di poros utama. Tidak adanya sistem pengereman darurat otomatis memperburuk keadaan."}, {"q":"Berapa jumlah pasti korban yang terjebak di wahana bianglala?","a":"Total 30 pengunjung terjebak. Seluruhnya selamat, namun 4 orang harus dirawat di puskesmas karena mengalami shock dan sesak napas."}, {"q":"Apa tindakan polisi terhadap pengelola wahana?","a":"Pengelola dan operator wahana sedang diperiksa intensif. Polisi menyegel wahana dan mengumpulkan bukti untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian perawatan."}][SOCIAL_TWEET]: Horor di pasar malam Deliserdang! 30 pengunjung terjebak di bianglala 25 meter akibat kerusakan mesin. Tim Damkar evakuasi dramatis empat jam hingga dini hari. Standar keamanan wahana rakyat kembali dipertanyakan. #KecelakaanWahana #BianglalaDeliserdang #DamkarSumut[SOCIAL_TG]: 🎡🔴 Pasar malam berakhir horor. Wahana bianglala di Deliserdang rusak, 30 orang terjebak di ketinggian. Evakuasi petugas damkar memakan waktu 4 jam. Apakah ini tanda bahaya regulasi keamanan hiburan rakyat?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User