IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 24 Poin ke 7.196
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum positif pada perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025). IHSG ditutup di zona hijau dengan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum positif pada perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025). IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 24,13 poin atau setara 0,34 persen ke posisi 7.196,75. Penguatan ini melanjutkan rebound dari sesi sebelumnya dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Liputan6.com, pada penutupan sebelumnya, IHSG tercatat di level 7.172,62. Hari ini, indeks dibuka langsung di zona positif pada level 7.174,50 dan sepanjang sesi bergerak di kisaran terendah 7.168,80 dan tertinggi 7.205,30. Perdagangan berlangsung aktif dengan volume transaksi mencapai 18,4 miliar saham senilai Rp11,2 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,2 juta kali dengan 265 saham menguat, 241 saham melemah, dan 209 saham stagnan.
Perjalanan IHSG Sepanjang Hari
Berikut kronologi pergerakan indeks dari pembukaan hingga penutupan:
- Pembukaan (09.00 WIB): IHSG dibuka menguat tipis di level 7.174,50, langsung merespons sentimen positif dari bursa Asia yang dibuka lebih dulu menguat. Investor domestik tampak optimistis setelah rilis data ekonomi terkini.
- Sesi I (09.00-12.00 WIB): Indeks sempat mengalami tekanan jual di awal sesi dan menyentuh level terendah harian di 7.168,80. Namun, aksi beli kembali muncul setelah pasar mencerna data inflasi dalam negeri yang masih dalam batas terkendali. IHSG berangsur pulih ke zona hijau dan sempat menyentuh 7.190 menjelang istirahat siang.
- Sesi II (13.30-16.00 WIB): Pasca jeda, indeks melanjutkan tren penguatan. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp450 miliar, terutama pada saham-saham perbankan besar dan energi. Level tertinggi harian tercatat di 7.205,30 pada pukul 14.50 WIB. Menjelang penutupan, terjadi sedikit aksi ambil untung yang membuat indeks akhirnya parkir di 7.196,75.
Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
Beberapa faktor global dan domestik memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang hari. Dari global, sentimen positif datang dari meredanya kekhawatiran perang dagang setelah Amerika Serikat dan Tiongkok menunjukkan isyarat perundingan. Selain itu, harga minyak mentah dunia stabil di level US$85 per barel, memberikan ruang bagi saham energi untuk memimpin penguatan.
Dari dalam negeri, data inflasi Maret yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan sebesar 0,12 persen secara bulanan, atau 2,84 persen secara tahunan. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebesar 0,18 persen. Inflasi yang terkendali memperkuat ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan pada bulan ini, sehingga biaya pinjaman tetap kondusif bagi dunia usaha.
“Pasar merespons positif data inflasi yang rendah. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat tanpa menimbulkan tekanan harga berlebihan. Investor asing kembali masuk karena fundamental ekonomi Indonesia masih menarik di kawasan,” ujar Kepala Riset salah satu sekuritas ternama di Jakarta.
Sektor-sektor yang Mendominasi
Berdasarkan indeks sektoral, sektor energi dan keuangan menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Sektor energi melonjak 1,2 persen seiring kenaikan saham-saham tambang batu bara dan minyak. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 2,5 persen ke 3.280, sementara PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 1,8 persen. Sektor keuangan naik 0,8 persen, ditopang penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 1,1 persen dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 0,9 persen. Sektor teknologi juga turut berkontribusi dengan kenaikan 0,5 persen, dipimpin saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang rebound 2,3 persen.
Sebaliknya, sektor konsumen non-primer dan industri dasar masih melemah tipis. Sektor konsumen non-primer turun 0,2 persen akibat aksi jual di saham-saham ritel, sementara sektor industri dasar minus 0,1 persen. Meski demikian, penurunan ini tidak menghalangi IHSG untuk tetap berada di jalur hijau.
Analisis dan Proyeksi
Dengan penutupan di 7.196,75, IHSG kini berada pada level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Secara teknikal, indeks sedang berada dalam tren konsolidasi di atas level support 7.150 dan berpotensi menguji resistensi terdekat di 7.220. Jika sentimen global tetap positif, bukan tidak mungkin IHSG bisa menembus level 7.250 dalam beberapa hari ke depan.
Namun, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap sejumlah risiko. Pertama, rilis data tenaga kerja AS malam ini bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Kedua, perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengerek harga minyak dan menekan mata uang negara berkembang. Dengan kondisi tersebut, rekomendasi jangka pendek dari analis adalah akumulasi beli pada saham-saham defensif seperti perbankan, telekomunikasi, dan energi, sembari mengurangi posisi di sektor siklikal yang sensitif terhadap sentimen global.
Secara keseluruhan, penutupan hijau hari ini mempertegas bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, terutama jika data ekonomi dan sentimen kebijakan moneter selaras. Investor akan mencermati data-data terbaru serta arah pasar global pada sesi besok.
[SOCIAL_TWEET]: IHSG ditutup di zona hijau! 📈 Menguat 24,13 poin (0,34%) ke 7.196,75. Sentimen positif dan inflasi rendah jadi katalis utama. #IHSG #SahamIndonesia #BursaEfekIndonesia [SOCIAL_TG]: 📊 *IHSG Hari Ini* Menguat 24,13 poin (+0,34%) ke 7.196,75. Volume transaksi capai 18,4 miliar saham. Investor asing net buy Rp450 M. Simak sektor pendorong dan proyeksinya!
Comments (0)