Korban Tewas Kecelakaan di Indramayu Bertambah Jadi 10 Orang
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu setelah sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa 10 orang dan melukai belasan lainnya di jalur Pantura yang pad
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu setelah sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa 10 orang dan melukai belasan lainnya di jalur Pantura yang padat. Insiden nahas yang melibatkan kendaraan penumpang ini terjadi pada dini hari saat arus lalu lintas relatif lengang, namun justru menjadi perangkap maut bagi para korban. Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan tim SAR dan warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi para korban dari tumpukan besi yang remuk.
Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu
Berdasarkan keterangan saksi mata dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan bermula ketika sebuah bus antarkota yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon kehilangan kendali di kilometer 129 jalur Pantura, tepatnya di wilayah Kecamatan Lohbener. Kendaraan besar itu diduga kuat mengalami rem blong sehingga menabrak pembatas jalan dan terguling ke sisi kiri badan jalan. Nahas, sebuah truk pengangkut material yang melaju dari arah berlawanan turut terseret dan ikut mengalami kerusakan parah. “Suaranya seperti bom, saya langsung lari keluar rumah,” ujar Ahmad, seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, menggambarkan detik-detik kejadian.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi kendaraan. Dugaan awal memang mengarah pada kegagalan fungsi rem pada bus,” ujar AKBP Dodi Hermawan, Kapolres Indramayu, saat meninjau lokasi.
Evakuasi dan Pertolongan Darurat
Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari dua jam mengingat posisi kendaraan yang ringsek dan badan bus yang terbalik menutupi sebagian besar kabin penumpang. Tim emergency dari RSUD Indramayu dan Puskesmas Lohbener dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban. Sebanyak 15 korban luka dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda, dengan kondisi beberapa di antaranya kritis. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia yang semula tercatat sembilan orang, bertambah menjadi sepuluh orang setelah satu korban kritis menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Indramayu pada pagi harinya.
Penyelidikan dan Dugaan Sementara
Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Selain dugaan rem blong, penyidik juga memeriksa kemungkinan human error berupa kelelahan pengemudi yang sering menjadi faktor dominan di jalur Pantura. Data awal menunjukkan sopir bus diduga telah mengemudi lebih dari enam jam nonstop. Polisi juga akan memeriksa rekaman dashboard camera jika tersedia dan melakukan uji kelayakan kendaraan di laboratorium forensik. “Kami pastikan proses hukum akan berjalan transparan. Siapa pun yang lalai harus bertanggung jawab,” tegas AKBP Dodi.
Tanggapan Pemerintah dan Keluarga Korban
Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu menyampaikan belasungkawa dan memastikan pemerintah daerah menanggung seluruh biaya perawatan korban yang belum ter-cover asuransi. Dinas Perhubungan setempat juga berencana melakukan audit keselamatan terhadap angkutan umum yang beroperasi di jalur Pantura sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, keluarga korban yang berkumpul di rumah sakit tak kuasa menahan tangis. “Saya kehilangan istri dan anak bungsu. Saya harap kejadian ini jadi pelajaran agar pengusaha bus lebih ketat merawat armadanya,” kata Budi, salah satu keluarga korban dengan suara bergetar.
Keselamatan Jalur Pantura Kembali Jadi Sorotan
Kecelakaan ini kembali membuka lembaran kelam jalur Pantura yang dikenal rawan insiden. Data Korlantas Polri menunjukkan sepanjang tahun ini setidaknya terjadi 12 kecelakaan fatal di titik rawan yang sama. Pengamat transportasi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Arif Wicaksono, menilai bahwa lemahnya pengawasan dan minimnya rest area membuat sopir bus sering memaksakan kecepatan tinggi di jalan yang sempit. “Perlu ada penegakan hukum berbasis teknologi seperti speed camera dan sistem imbauan otomatis di titik rawan,” ujarnya. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh atas moda transportasi darat di koridor utama Pantai Utara Jawa. [SOCIAL_TWEET]: Duka di Jalur Pantura: Kecelakaan bus vs truk di Indramayu menewaskan 10 orang dan melukai 15 lainnya. Polisi duga rem blong jadi penyebab utama. Keamanan angkutan umum perlu diperketat! #KecelakaanIndramayu #PanturaMaut #KeselamatanTransportasi[SOCIAL_TG]: 🚨 Kecelakaan horor di Indramayu! 10 orang tewas, bus terguling akibat rem blong. Polisi masih selidiki kelalaian sopir. Semoga keluarga korban diberi ketabahan. 🙏
Comments (0)