IHSG Ditutup Menguat 0,92% ke Level 7.699 pada Rabu

Lantai bursa menutup hari dengan optimisme yang terpancar dari ribuan investor, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan pada perdagang

IHSG Ditutup Menguat 0,92% ke Level 7.699 pada Rabu

Lantai bursa menutup hari dengan optimisme yang terpancar dari ribuan investor, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan pada perdagangan Rabu (10/9/2025). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berakhir di zona hijau, menguat 70,402 poin atau 0,92% ke level 7.699,007, sebuah pemulihan signifikan dari penutupan sehari sebelumnya yang berada di level 7.626,605. Layar monitor di sudut ruangan menampilkan angka hijau yang kontras, mengirimkan sinyal kepercayaan diri setelah beberapa sesi diwarnai kehatian-hatian.

Volume perdagangan terpantau ramai, dengan nilai transaksi menyentuh Rp12,8 triliun dan lebih dari 21 miliar saham berpindah tangan. Pelaku pasar tak hanya menyaksikan, tetapi juga merespons secara agresif serangkaian sentimen positif yang menggoda, dari harapan penurunan suku bunga global hingga rencana program hilirisasi yang kembali digulirkan pemerintah. “Pasar seperti mendapat angin segar setelah beberapa hari terombang-ambing,” komentar salah satu fund manager senior.

Sektor Energi dan Perbankan Jadi Motor Penguatan

Kenaikan IHSG hari itu tak lepas dari dominasi sektor-sektor penentu arah. Saham-saham di sektor energi melesat mengikuti kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali bergairah pasca laporan inventori AS yang turun. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak 3,8%, sementara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan gain 2,5%. Sektor finansial pun turut menjadi pendorong utama: indeks keuangan mencatat penguatan 1,2%, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai kontributor terbesar, naik 1,7% ke level Rp9.375 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tak ketinggalan, menguat 1,4%. “Investor institusi kembali mengoleksi saham big cap yang selama ini menjadi favorit, terutama perbankan,” ungkap seorang trader ritel di bilangan Sudirman.

Sentimen Global Mendorong Masuknya Aliran Dana Asing

Faktor eksternal juga memberi andil besar. Data klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan lebih lunak dalam kebijakan moneternya. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tipis, mengindikasikan minat terhadap aset berisiko yang lebih tinggi. Investor asing pun mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp1,2 triliun di pasar reguler, menyasar saham-saham unggulan seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). “Capital inflow yang mulai deras jadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia kembali dilirik,” kata ekonom senior Indef, Andry Satrio, dalam wawancara dengan Beritadua.com.

“Penguatan hari ini didorong oleh kombinasi faktor: ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, harga komoditas yang stabil, serta keyakinan bahwa rupiah akan bertahan di bawah tekanan. IHSG berpeluang menembus level psikologis 7.700 dalam sepekan ke depan.” — Andry Satrio, Ekonom Senior

Pergerakan Indeks Sektoral dan Saham Tercermat

Berikut perbandingan pergerakan beberapa indeks sektoral yang menjadi sorotan pada penutupan:

Indeks SektoralPerubahan (%)Penutupan
Energi+1,8%2.481,34
Keuangan+1,2%1.623,95
Infrastruktur+0,9%1.102,17
Konsumen Non-Primer+1,0%812,43

Di luar sektor utama, saham teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga terpantau naik 2,1% ke Rp172 per saham, didorong oleh sentimen pemulihan ekonomi digital dan potensi dividen dari unit bisnisnya. Sementara itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah tipis 0,4%, menjadi satu dari sedikit beban di indeks konsumen.

Prospek IHSG: Mengincar Level Psikologis 7.700

Analis pasar modal memperkirakan tren penguatan ini bisa berlanjut, dengan catatan bahwa data inflasi domestik dan rencana belanja infrastruktur tetap menjadi kunci. Level 7.700 kini menjadi target jangka pendek yang realistis, apalagi jika rupiah stabil di kisaran Rp15.300–Rp15.400 per dolar AS. “Pasar sudah price-in kabar baik dari global, sekarang fokusnya ke data makro dalam negeri yang dirilis besok,” ujar Andry. Ia menambahkan bahwa investor disarankan untuk tetap selektif dan mencermati saham-saham yang secara fundamental kuat dan belum overbought. “Jangan terlalu euforia, tapi jangan lewatkan momentum akumulasi.”

Dengan penutupan yang impresif ini, IHSG meninggalkan catatan positif yang menjadi bekal bagi optimisme. Investor berharap, kebijakan fiskal dan moneter yang kondusif akan terus menjaga geliat di lantai bursa hingga penutupan tahun.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG hari ini ditutup di 7.699,007 atau naik 0,92%. Sektor energi dan perbankan jadi motor penggerak, buyback investor asing mencapai Rp1,2 triliun. Optimisme jelang rilis data ekonomi besok. #Investasi #IHSG #PasarModal[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG hari ini parkir di angka 7.699 🚀 Investor asing borong saham lokal, perbankan & energi paling cuan. Baca obrolan lengkap analis soal prospek ke depan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User