Wall Street — Bursa AS Ambruk Pascasinyal The Fed

New York, 15 Maret 2025 – Bursa saham Amerika Serikat mengalami kejatuhan dramatis pada sesi perdagangan Jumat ini, setelah pidato Ketua Federal Reserve Je

Wall Street — Bursa AS Ambruk Pascasinyal The Fed

New York, 15 Maret 2025 – Bursa saham Amerika Serikat mengalami kejatuhan dramatis pada sesi perdagangan Jumat ini, setelah pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell memicu gelombang aksi jual di seluruh sektor. Ketiga indeks acuan Wall Street ditutup melemah tajam, menghapus keuntungan pekan sebelumnya dan mengirim sinyal kekhawatiran di kalangan investor global.

Runtutan Kronologi Guncangan di Lantai Bursa

Pasar bergerak liar sejak bel pembukaan hingga penutupan. Berikut adalah urutan peristiwa yang merekam detik-detik tekanan terhadap ekuitas Amerika Serikat.

  1. Pembukaan pasar pukul 09.30 ET: Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka melemah tipis 0,2% di posisi 34.850. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga terkoreksi masing-masing 0,3% dan 0,4%, seiring investor menahan diri menjelang pidato The Fed.
  2. Pernyataan pembuka Powell (10.00 ET): Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral “masih belum melihat cukup bukti penurunan inflasi yang berkelanjutan”. Ia mengindikasikan kemungkinan jeda pemangkasan suku bunga lebih lama dari ekspektasi pasar, dengan menyebut level inflasi inti yang masih berada di 3,6% secara tahunan.
  3. Aksi jual langsung (10.15–10.45 ET): Dalam waktu kurang dari setengah jam, Dow Jones ambles lebih dari 850 poin atau sekitar 2,4%. Volume perdagangan melonjak tiga kali lipat dari rata-rata harian, menunjukkan kepanikan pelaku pasar.
  4. Tekanan terhadap saham teknologi (10.45–12.00 ET): Nasdaq memimpin penurunan dengan kejatuhan hingga 3,1%. Saham kapitalisasi besar seperti Apple, Microsoft, dan Nvidia masing-masing merosot lebih dari 4%. Indeks semikonduktor Philadelphia turut terpangkas 4,8%.
  5. Lonjakan imbal hasil obligasi (sepanjang sesi): Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus ke level 4,92%, tertinggi sejak tahun 2007. Sementara itu, obligasi jangka pendek 2 tahun melonjak ke 5,35%, memperlebar kurva imbal hasil terbalik yang kerap menjadi pertanda resesi.
  6. Pengaruh terhadap mata uang dan emas (12.00–14.00 ET): Indeks dolar AS menguat 0,7% ke 105,8, menekan mata uang utama lainnya. Harga emas spot naik 1,9% ke US$2.110 per ons karena beralihnya dana ke aset aman.
  7. Penutupan pasar pukul 16.00 ET: Dow Jones mengakhiri hari di level 33.740 (turun 2,1%), S&P 500 ditutup pada 4.290 (koreksi 2,3%), dan Nasdaq Composite terpangkas 3,0% ke posisi 13.190. Lebih dari 92% saham di dalam S&P 500 finis di zona merah.

Peta Kerusakan Sektoral dan Indikator Risiko

Sektor keuangan dan teknologi menjadi korban terparah, masing-masing merosot 3,4% dan 3,8%. Sektor energi juga turut tertekan oleh pelemahan harga minyak mentah, dengan indeks sektor energi S&P 500 tergerus 2,6%. Hanya saham-saham utilitas yang berhasil mengakhiri sesi dengan kenaikan tipis 0,2%.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX)—barometer ketakutan Wall Street—meroket 32% menjadi 26,8, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Data transaksi mencatat rekor volume perdagangan opsi put protektif yang mencapai 35 juta kontrak, melampaui rekor sebelumnya pada Oktober 2023.

Pandangan Analis dan Proyeksi Pekan Depan

Para analis memperingatkan bahwa pasar mungkin akan terus tertekan dalam jangka pendek. “Pasar terlalu cepat memperhitungkan penurunan suku bunga. Sekarang cermin realitas diperlihatkan dengan brutal,” ujar Michael Hunter, kepala strategi investasi di Fairmont Securities. Ia menambahkan bahwa indeks S&P 500 berisiko menguji level support 4.200 jika data inflasi konsumen yang akan dirilis pekan depan tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

Investor asing turut merasakan getaran tersebut. Bursa Asia yang dibuka lebih awal diprediksi akan mengikuti arah pelemahan Wall Street pada Senin mendatang, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng diperkirakan anjlok minimal 2% saat pembukaan.

---

[TAGS]: Wall Street, bursa saham, The Fed, suku bunga, inflasi

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Wall Street amblas! Dow -2,1%, S&P -2,3%, Nasdaq -3,0%. The Fed pertahankan sikap hawkish, investor panik. Simak kronologi lengkapnya di sini.

[SOCIAL_FB]: Guncangan hebat di bursa saham Amerika Serikat. Jerome Powell menegaskan suku bunga tinggi dalam waktu lama, indeks utama terjun bebas. Baca laporan detailnya sekarang.

[SOCIAL_TG]: [FLASH] Wall Street terpukul telak. Imbal hasil obligasi melonjak, investor lari ke aset aman. S&P 500 dan Nasdaq catat penurunan terdalam dalam sebulan. Pelajari penyebabnya.

[SOCIAL_THREADS]: Thread: Mengapa pasar ambruk? 1) The Fed tahan suku bunga tinggi, 2) Imbal hasil obligasi 10 tahun tembus 4,92%, 3) Investor jual saham teknologi, 4) VIX melonjak 32%. Simak seluruh urutan peristiwa di artikel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User