IHSG Melesat ke 5.650 Tanda Pasar Pulih dari Kepanikan Corona

Rabu pagi, lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak cair oleh optimisme. Layar-layar besar di depan para pialang mencatat kenaikan drastis Indeks Harga Sah

IHSG Melesat ke 5.650 Tanda Pasar Pulih dari Kepanikan Corona

Rabu pagi, lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak cair oleh optimisme. Layar-layar besar di depan para pialang mencatat kenaikan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhirnya bertengger di level 5.650,71—lompatan sebesar 2,16 persen dari posisi sebelumnya. Angka ini menjadi obat kuat bagi investor yang baru saja dihantam berita mengejutkan: dua warga Depok terjangkit virus corona, menandai masuknya Covid-19 ke Tanah Air.

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada Senin (2/3) sore, IHSG sempat terjun ke bawah 5.300. Kekhawatiran bahwa wabah akan melumpuhkan ekonomi langsung memicu panic selling. Namun, hanya dalam dua hari, indeks melonjak kembali, bahkan menjadi penguatan tertinggi dalam sepekan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dari Panik Jadi Optimis dalam 48 Jam

Senin lalu, tidak lama setelah konferensi pers pemerintah, IHSG ditutup pada 5.290,42, ambles nyaris 3 persen. Saham-saham sektor perhotelan, transportasi, dan barang konsumsi menjadi yang paling tertekan. Fear of the unknown mendominasi. Tapi pada Selasa (3/3), indeks mulai merangkak naik 1,5 persen, dan puncaknya terjadi Rabu ini dengan tambahan 119 poin. Dalam dua hari, total pemulihan mencapai lebih dari 360 poin.

Analis menilai ini adalah kombinasi dari aksi beli terhadap saham yang sudah terdiskon dalam-dalam dan sinyal kuat dari otoritas moneter. Di saat yang hampir bersamaan, Federal Reserve AS pada Selasa malam WIB mengumumkan pemangkasan darurat suku bunga 50 basis poin—langkah pertama sejak krisis 2008. Langkah ini menjadi sentimen positif global yang turut mengangkat indeks Asia, termasuk IHSG.

Stimulus dan Jaring Pengaman Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sigap mengeluarkan kebijakan penenang. BI menegaskan akan menjaga stabilitas rupiah dan menyediakan likuiditas yang cukup, sementara OJK melonggarkan aturan pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Kebijakan ini memberikan rasa aman. Investor asing yang sempat keluar kini kembali masuk. Kami mencatat pembelian bersih asing di pasar reguler hari ini mencapai Rp1,2 triliun," ujar Hendra, seorang analis senior dari sebuah sekuritas terkemuka di Jakarta.

Pemerintah juga menjanjikan tambahan stimulus fiskal. Meskipun detailnya belum diumumkan, wacana insentif pajak bagi sektor terdampak dan bantuan langsung ke rumah tangga miskin memberi harapan bahwa dampak ekonomi dari wabah dapat diredam. Kepercayaan perlahan pulih.

Sektor Perbankan dan Infrastruktur Jadi Motor Penggerak

Berdasarkan data BEI, penguatan IHSG dipimpin oleh sektor keuangan yang melonjak 3,2 persen. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi incaran karena dianggap memiliki fundamental kokoh dan likuiditas tinggi. Tak heran, karena di tengah krisis, investor cenderung mencari saham dengan kapitalisasi pasar besar yang dianggap aman.

SektorPerubahan (%)
Keuangan+3,2
Infrastruktur+2,8
Pertambangan+1,5
Konsumsi-0,9
Properti-1,1

Sumber: Data BEI, 4 Maret 2020

Sementara itu, sektor konsumsi dan properti masih tertekan akibat kekhawatiran penurunan daya beli masyarakat. Namun, analis meyakini bahwa penurunan ini bersifat sementara.

Peringatan: Jangan Lengah, Volatilitas Masih Tinggi

"Ini bukan berarti bahaya sudah berlalu. Pasar tetap rawan koreksi jika jumlah korban bertambah atau jika pemerintah menerapkan kebijakan karantina wilayah yang ketat seperti di China. Investor harus tetap waspada," kata ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal, dalam diskusi di televisi swasta.

Pernyataan itu mengingatkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia—dari konsumsi rumah tangga hingga ekspor—masih berada dalam bayang-bayang melambatnya pertumbuhan global akibat Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah ini sebagai kedaruratan global, sementara Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi di bawah 5 persen.

Dengan demikian, penguatan IHSG hari ini lebih merupakan technical rebound yang didorong oleh kebijakan moneter dan aksi borong saham. Namun, fondasi pemulihan berkelanjutan masih sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengendalikan penyebaran virus dan memulihkan kepercayaan publik. Investor disarankan untuk tidak gegabah dan terus memantau perkembangan terbaru.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG melesat ke 5.650 setelah dilema corona. Kebijakan The Fed dan stimulus lokal jadi katalis. Pasar berhasil pulih dari panic selling awal pekan. #IHSG #PasarSaham #CoronaIndonesia[SOCIAL_TG]: 📈📊 IHSG rebound ke 5.650! Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah badai corona. Kebijakan The Fed dan BI jadi penolong. Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User