Sulawesi Utara — Gunung Karangetang Erupsi Disertai Semburan Api dan Lava Pijar
Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu (12/
Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu (12/7/2026). Erupsi yang berlangsung sejak pagi hari itu diwarnai semburan api dan guguran lava pijar dari area puncak, menciptakan pemandangan dramatis di langit sekitar. Berdasarkan pantauan visual Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, kolom erupsi berwarna kelabu hingga cokelat pekat membubung mencapai ketinggian sekitar 1.200 meter dari puncak kawah. Material pijar meluncur di lereng selatan dan tenggara, menempuh jarak luncur hingga 1.800 meter dari pusat kawah. Hingga saat ini, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan status Gunung Karangetang pada Level III atau Siaga.
Kronologi Erupsi Pagi Hingga Siang Hari
- Pukul 06.22 WITA: Stasiun seismik di pos pengamatan merekam peningkatan tremor menerus (continuous tremor) dengan amplitudo dominan 2–8 mm. Aktivitas kegempaan mulai naik secara bertahap sejak dini hari, menandakan adanya pergerakan magma menuju permukaan.
- Pukul 07.45 WITA: Kamera pemantau mengabadikan embusan asap putih tipis hingga sedang setinggi 200 meter dari kawah utama. Secara visual, tidak terlihat adanya lontaran material.
- Pukul 08.30 WITA: Terjadi erupsi efusif yang diikuti letusan strombolian. Semburan api terlihat jelas dari pos pantau di Desa Karalung. Letusan menghasilkan kolom abu coklat pekat dengan ketinggian 800 meter di atas puncak.
- Pukul 09.10 WITA: Guguran lava pijar mulai teramati di lereng selatan. Pantauan drone milik PVMBG memperlihatkan lidah lava mengalir sepanjang 1.500 meter dari bibir kawah ke arah Kali Beha. Kejadian ini terekam oleh warga dan media.
- Pukul 10.00 WITA: Semburan api semakin intensif disertai lontaran lava pijar setinggi 300 meter ke arah vertikal. Suara gemuruh terdengar hingga jarak 3 km dari puncak. Hujan abu tipis dilaporkan turun di Desa Dompase.
- Pukul 11.25 WITA: Aktivitas erupsi masih berlangsung dengan kolom erupsi mencapai 1.200 meter, serta guguran lava pijar menerus mengalir ke lereng tenggara sejauh 1.800 meter. PVMBG mengonfirmasi tidak ada korban jiwa, namun warga di zona rawan diminta waspada.
Analisis Data Seismik dan Visual
Berdasarkan data instrumental PVMBG, sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WITA, terjadi 15 kali gempa hembusan, 7 kali gempa vulkanik dangkal, dan 3 kali gempa tektonik lokal. Tremor menerus yang dominan mengindikasikan bahwa suplai magma dari dapur magma dalam masih berlangsung. Pengukuran deformasi menggunakan tiltmeter di pos pantau menunjukkan inflasi pada tubuh gunung sebesar 12 mikroradian dalam 24 jam terakhir, yang memperkuat dugaan adanya migrasi magma ke permukaan.
Secara visual, letusan strombolian yang terjadi pagi hari tersebut memiliki ciri khas: lontaran lava pijar dengan interval 5–10 menit. Material piroklastik yang jatuh masih dalam radius 2,5 km dari puncak. Petugas PVMBG, Yoseph Ikanubun, melaporkan bahwa erupsi kali ini lebih bersifat efusif-eksplosif dengan dominasi aliran lava, sebagaimana karakteristik erupsi Gunung Karangetang pada umumnya.
Langkah Mitigasi dan Imbauan Resmi
Menanggapi aktivitas terbaru, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi:
- Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di dalam radius 2,5 km dari puncak kawah utama (Kawah Dua).
- Warga di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak, terutama Kali Beha, Kali Nanitu, dan Kali Batuawang, diimbau mewaspadai potensi banjir lahar dingin jika terjadi hujan deras.
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro bersama BPBD setempat menyiagakan posko darurat dan jalur evakuasi di Desa Kaluwatu dan Desa Dompase.
- Masyarakat diimbau memakai masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik dan tidak menyebarkan informasi palsu terkait erupsi.
Kondisi Terkini dan Dampak
Hingga pukul 13.00 WITA, aktivitas erupsi masih berlanjut dengan intensitas menurun. Kolom abu tercatat setinggi 600 meter dari puncak. Aliran lava ke arah Kali Beha mulai melambat, namun potensi guguran masih tinggi. Hujan abu ringan terpantau di beberapa desa, mengakibatkan gangguan jarak pandang pada jalur transportasi. Tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Bandara Bandar Udara Taman Siswodipuran di Siau ditutup sementara sebagai antisipasi. Aktivitas warga di radius aman tetap berjalan normal.
Konteks Sejarah dan Signifikansi
Gunung Karangetang merupakan satu dari lima gunung api paling aktif di Indonesia, dengan tipe erupsi efusif dan eksplosif yang kerap menghasilkan kubah lava. Erupsi besar terakhir terjadi pada 2019 dan 2023. Status Siaga (Level III) sejak 2024 belum pernah diturunkan. Letusan kali ini menegaskan karakter gunung yang sulit diprediksi karena posisinya di busur vulkanik Sangihe. Para ahli dari PVMBG menekankan agar seluruh pihak tetap mematuhi rekomendasi resmi, mengingat potensi erupsi susulan yang bisa lebih besar.
Berikut adalah tiga FAQ esensial seputar erupsi Gunung Karangetang:
[TAGS]: Gunung Karangetang, erupsi, Sulawesi Utara, lava pijar, PVMBG
[SOCIAL_TWEET]: "Gunung Karangetang erupsi dini hari tadi: semburan api, lava pijar, kolom abu 1.200 m. Status Siaga, radius 2,5 km dikosongkan. Warga diminta waspada lahar dingin. #GunungKarangetang #Erupsi"
[SOCIAL_FB]: "Minggu 12 Juli 2026, Gunung Karangetang kembali erupsi. Semburan api dan lava pijar teramati dari puncak. Kolom abu mencapai 1.200 meter. PVMBG pertahankan Level III Siaga. Tidak ada korban, tapi warga sekitar Kali Beha diminta siaga lahar. Baca selengkapnya di berita."
[SOCIAL_TG]: "⛰️ Situasi terkini: Erupsi Gunung Karangetang pukul 08.30 WITA. Lontaran lava 300m, guguran 1.800m. Radius bahaya 2,5km. Bandara ditutup. Belum ada korban."
[SOCIAL_THREADS]: "Pagi tadi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara erupsi. Semburan api dan lava pijar bikin langit merah. PVMBG masih tetapkan Level III. Yang di sekitar Siau, hati-hati ya. Pantau info resmi aja. 🙏"
Comments (0)