Oct 05, 2026
Hukum

UML Lantik Pimpinan Baru, PA GMNI Apresiasi Komunikasi Prasetyo Hadi

BANDARLAMPUNG — Dua peristiwa penting mewarnai dinamika kelembagaan di Lampung dan Bengkulu pada pekan ini. Jika Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) men

UML Lantik Pimpinan Baru, PA GMNI Apresiasi Komunikasi Prasetyo Hadi

BANDARLAMPUNG — Dua peristiwa penting mewarnai dinamika kelembagaan di Lampung dan Bengkulu pada pekan ini. Jika Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) mengambil langkah strategis dengan merombak jajaran pimpinan demi akselerasi visi 2030, maka dari Bengkulu, para alumni GMNI justru menyorot sosok pemimpin nasional yang dianggap berhasil merawat komunikasi publik. Dua wajah kepemimpinan ini — di tingkat lokal dan nasional — sama-sama menunjukkan bahwa tata kelola yang baik dan kemampuan menyampaikan pesan adalah kunci utama membangun kepercayaan.

Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, UML tak ingin kehilangan momentum. Pelantikan dua Wakil Rektor dan satu Dekan baru pada Rabu (22/7/2026) menjadi penanda bahwa kampus Muhammadiyah terbesar di Lampung itu serius membenahi struktur internal. Rektor UML, Dr. Marzuki, S.E., M.M., menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan telah merujuk pada regulasi terbaru dari Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pimpinan Baru, Semangat Baru

Dr. Sri Choiriyati, M.Kom.I. kini menjabat sebagai Wakil Rektor I yang membawahi bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, akademik, penelitian, hingga kemahasiswaan. Sementara Dr. Sulastri, S.Psi., M.H.I. didapuk sebagai Wakil Rektor II, mengelola keuangan, aset, sumber daya manusia, kelembagaan, kerja sama, dan internasionalisasi. Di tingkat fakultas, Eny Inti Suryani, M.IP. dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

“Pengangkatan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ini adalah upaya akselerasi transformasi UML menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Kami ingin memastikan bahwa pada 2030, UML telah menjadi rujukan di Sumatra,” ujar Dr. Marzuki di hadapan sivitas akademika.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di auditorium kampus itu juga dihadiri oleh jajaran Badan Pembina Harian (BPH) dan perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi sinyal bahwa restrukturisasi UML didukung penuh oleh seluruh elemen organisasi.

Tata Kelola Adaptif sebagai Kunci

Di era disrupsi, tata kelola perguruan tinggi tak bisa lagi mengandalkan pola lama. Dr. Sri Choiriyati, yang sebelumnya dikenal sebagai pakar komunikasi Islam, diharapkan mampu menghadirkan inovasi kurikulum berbasis nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Sementara Dr. Sulastri, dengan latar belakang psikologi dan hukum Islam, akan memperkuat sinergi kelembagaan serta mendorong internasionalisasi kampus.

FISIP yang kini dinakhodai Eny Inti Suryani juga diharapkan menjadi motor penggerak riset-riset sosial dalam merespons isu-isu kontemporer. “FISIP harus menjadi laboratorium kebijakan,” tegasnya singkat usai pelantikan.

Dari Bengkulu: Memuji Komunikasi yang Memikat

Berselang beberapa jam dari pelantikan di Lampung, suara dari Bengkulu justru mengarah ke Jakarta. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Bengkulu, Hairul Mu’min, melontarkan apresiasi terhadap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Menurut Hairul, yang akrab disapa Elung, sosok Prasetyo berhasil menjalankan peran krusial sebagai penyambung lidah pemerintah kepada masyarakat.

“Mas Pras mampu mengomunikasikan setiap kebijakan pemerintah sehingga dapat diterima masyarakat. Intonasinya tenang, penyampaiannya lugas, dan pilihan katanya terstruktur sehingga pesan pemerintah mudah dipahami tanpa menimbulkan kontroversi. Hal itu menunjukkan kematangan seorang pemimpin,” puji Elung.

Penilaian ini tak berlebihan. Di tengah polarisasi dan derasnya arus informasi yang kerap memelintir fakta, kemampuan seorang juru bicara pemerintah untuk menyampaikan pesan secara jernih menjadi aset tak ternilai. Elung menekankan bahwa Prasetyo Hadi memiliki kepekaan tinggi dalam memilih diksi dan momen yang tepat, sehingga kebijakan yang rumit sekalipun bisa dicerna publik tanpa resistensi berlebihan.

Komunikasi sebagai Instrumen Kepercayaan

Baik di lingkungan kampus maupun pemerintahan, komunikasi adalah fondasi. UML yang sedang berlari mengejar target 2030 membutuhkan pimpinan yang mampu mengartikulasikan visi, sama seperti pemerintah yang memerlukan figur seperti Prasetyo untuk menjaga stabilitas informasi. Kedua konteks ini mengajarkan bahwa tanpa komunikasi yang terukur, sebagus apa pun kebijakan akan kehilangan legitimasi di mata publik.

PA GMNI Bengkulu sendiri dikenal kerap memberikan kritik tajam terhadap pemerintah, sehingga pujian yang dilontarkan Elung menjadi penanda adanya pengakuan lintas kelompok atas performa komunikasi pemerintah saat ini. Ini juga menjadi PR bagi para pemimpin di daerah, termasuk di lingkungan UML, untuk terus mengasah kemampuan komunikasi publik mereka.

[SOCIAL_TWEET]: Dua wajah kepemimpinan di penghujung Juli: UML lantik pimpinan baru demi akselerasi 2030, sementara PA GMNI Bengkulu puji ketenangan Prasetyo Hadi dalam merawat komunikasi publik. Simak ulasannya![SOCIAL_TG]: 🔹 UML Lantik Pimpinan Baru untuk Akselerasi 2030 🔹 PA GMNI Bengkulu Apresiasi Komunikasi Prasetyo Hadi Dua peristiwa ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik dan komunikasi publik yang jernih adalah fondasi utama membangun institusi yang terpercaya. Baca selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User