Aug 24, 2026
Bisnis

Prabowo Terima Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Siap Lanjutkan

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kabar mengejutkan dari sektor moneter nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara resmi mengumumkan bahwa Perry Warjiyo te...

Prabowo Terima Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Siap Lanjutkan

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kabar mengejutkan dari sektor moneter nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara resmi mengumumkan bahwa Perry Warjiyo telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia dan permohonan itu telah diterima oleh Presiden. Destry Damayanti, yang selama ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, akan segera menggantikan posisi strategis tersebut.

Keputusan ini langsung memicu perhatian pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Sebab, Perry Warjiyo baru memulai periode keduanya sebagai Gubernur BI pada tahun 2023 dan seharusnya masa jabatannya berlangsung hingga 2028. Pengunduran diri di tengah jalan ini menjadi preseden langka dalam sejarah bank sentral Indonesia, terutama di era reformasi.

Kejutan dari Kantor Kepresidenan

Dalam konferensi pers yang digelar di kompleks Istana Negara, Prasetyo Hadi membacakan pernyataan resmi mengenai diterimanya pengunduran diri Perry. "Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia per hari ini. Atas nama negara, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian beliau selama memimpin bank sentral," ujar Prasetyo. Ia tidak memberikan alasan spesifik di balik keputusan tersebut, namun menekankan bahwa transisi akan berjalan lancar dengan pengangkatan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI.

Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat beredar dalam dua pekan terakhir mengenai potensi perombakan di pucuk pimpinan Bank Indonesia. Beberapa analis sebelumnya menduga adanya friksi antara otoritas moneter dengan visi ekonomi pemerintahan baru yang lebih ekspansif. Meski demikian, baik pihak BI maupun Istana belum pernah mengonfirmasi isu tersebut.

Sosok Perry Warjiyo dalam Lintasan Kebijakan

Perry Warjiyo bukan nama asing bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan ekonomi Indonesia. Ia memulai karier di Bank Indonesia pada 1984 dan perlahan mendaki pos-pos strategis, termasuk memimpin Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Perry dilantik menjadi Gubernur BI pertama kali pada 24 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo. Salah satu warisan besarnya adalah transformasi bauran kebijakan yang memadukan instrumen suku bunga, likuiditas, dan stabilitas nilai tukar untuk menghadapi volatilitas global yang kian sulit diprediksi.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia berhasil menavigasi tekanan dari perang dagang AS-Tiongkok, normalisasi suku bunga The Fed pada 2018–2019, hingga guncangan pandemi Covid-19. Kebijakan burden sharing dengan pemerintah untuk pembelian Surat Berharga Negara di pasar perdana saat pandemi menuai pujian sekaligus kritik, tetapi diakui efektif menjaga likuiditas dan mempertahankan momentum pemulihan ekonomi. Hingga kuartal pertama 2026, inflasi inti tetap terjaga di kisaran target 2,5±1 persen, sebuah pencapaian di tengah ketidakpastian global.

Destry Damayanti, Kandidat dengan Rekam Jejak Panjang

Destry Damayanti, 61 tahun, adalah ekonom lulusan Universitas Indonesia yang meniti karier di berbagai institusi, dari bank swasta hingga lembaga penjamin simpanan. Ia sempat menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri dan anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan sebelum akhirnya masuk ke Bank Indonesia pada 2015 sebagai Asisten Gubernur. Pada 2019, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Deputi Gubernur Senior—jabatan satu tingkat di bawah gubernur—dan pos ini membuatnya sangat akrab dengan kompleksitas pengambilan keputusan moneter.

Destry dikenal sebagai figur yang tenang namun tegas, terutama dalam urusan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan. Para pelaku pasar memandangnya sebagai simbol keberlanjutan kebijakan. Tidak heran, saat namanya disebut sebagai pengganti Perry, respons awal dari pasar terpantau positif. "Kami melihat ini sebagai transisi yang mulus," ujar seorang analis bank investasi di Jakarta yang enggan disebutkan namanya. "Destry sudah terlibat dalam setiap rapat dewan gubernur selama bertahun-tahun, jadi tidak akan ada perubahan fundamental yang mendadak."

Dampak Terhadap Stabilitas Rupiah dan Inflasi

Secara historis, pergantian pimpinan bank sentral kerap menimbulkan volatilitas jangka pendek karena pelaku pasar menunggu sinyal arah kebijakan baru. Namun, kali ini, sejumlah pengamat menilai faktor kejutan lebih kecil karena Destry sudah berada di garis terdepan kebijakan moneter selama lima tahun terakhir. Gubernur BI terpilih ini diyakini akan melanjutkan pendekatan pro-stability yang selama ini diterapkan, termasuk intervensi ganda di pasar valas dan obligasi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini sempat melemah tipis 0,3 persen ke level 15.850 per dolar AS, namun kembali pulih setelah pernyataan resmi Mensesneg. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun juga tidak menunjukkan pergerakan signifikan, menandakan kepercayaan investor masih kuat. Target inflasi tahun 2026 yang dipatok sebesar 2,5±1 persen dinilai masih realistis, apalagi tekanan dari sisi energi global sedang mereda.

Pro dan Kontra di Kalangan Ekonom

Meski mayoritas ekonom menyambut positif kepastian transisi, tidak sedikit yang mengingatkan perlunya kewaspadaan. Pro: Destry dianggap sebagai teknokrat murni yang tidak berafiliasi dengan partai politik, sehingga independensi BI tetap terjaga. "Ini penting di era pemerintahan yang membutuhkan stimulus fiskal cukup besar," kata seorang ekonom senior dari lembaga riset independen. "BI tidak boleh terkooptasi kepentingan jangka pendek." Di sisi lain, kontra: ada kekhawatiran bahwa pengunduran diri Perry secara mendadak mungkin menyiratkan perbedaan pandangan fundamental antara bank sentral dan pemerintah mengenai arah kebijakan utang, subsidi, atau kontrol modal.

Beberapa politisi di parlemen telah menyatakan akan meminta rapat dengar pendapat dengan pimpinan BI yang baru untuk memastikan bahwa kebijakan moneter tetap pro-stabilitas dan tidak tunduk pada tekanan pembiayaan defisit. "Kami perlu konfirmasi bahwa transisi ini murni karena faktor internal BI, bukan karena tekanan dari pihak luar," ujar seorang anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan.

Langkah ke Depan Pasca Pengunduran Diri

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Presiden dapat memberhentikan Gubernur BI yang mengundurkan diri dan mengusulkan calon pengganti kepada DPR. Meski demikian, karena Destry sudah menjabat Deputi Gubernur Senior, ia otomatis menjalankan tugas gubernur hingga pengganti definitif disetujui. Proses ini diperkirakan relatif singkat mengingat posisi Destry yang sudah tidak asing di Senayan saat fit and proper test sebelumnya.

Ke depan, tantangan terberat Destry bukan hanya stabilitas harga dan nilai tukar, tetapi juga mengonsolidasikan sistem pembayaran digital dan merespons fluktuasi arus modal asing yang kian cepat. Indonesia kini sudah memiliki Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terintegrasi lintas negara ASEAN, sebuah proyek yang digawangi tepat saat Destry mengawal bidang sistem pembayaran. Tantangan lain adalah merumuskan respons moneter yang pas di tengah tren penurunan suku bunga global tanpa memicu kenaikan impor barang konsumsi.

Pengunduran diri Perry Warjiyo menutup salah satu bab penting dalam sejarah Bank Indonesia. Namun, dengan pengangkatan Destry Damayanti, pasar tampaknya percaya bahwa tonggak kebijakan yang telah dibangun tidak akan goyah.

"Kami menghormati keputusan Pak Perry dan mendukung penuh Ibu Destry," tutup Prasetyo Hadi dalam keterangannya. Pelantikan Gubernur BI yang baru dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User