Trump Klaim Iran Setuju Tak Akan Punya Senjata Nuklir

Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Trump secara sepihak mengklaim bahw

Jul 08, 2026 - 05:14
0 0
Trump Klaim Iran Setuju Tak Akan Punya Senjata Nuklir

Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Trump secara sepihak mengklaim bahwa Teheran telah menyetujui proses denuklirisasi. Klaim tersebut disampaikan oleh Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (29/6) waktu setempat, seperti dilansir media kami.

Dalam kesempatan tersebut, Trump membahas rencana pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang akan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6) waktu setempat. Menurutnya, agenda utama pembicaraan di Doha akan berpusat pada program nuklir Iran, dengan penekanan khusus pada upaya denuklirisasi sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mengizinkan Iran untuk mengembangkan atau memiliki senjata pemusnah massal dalam bentuk apa pun.

"Pembicaraan di Doha akan berfokus pada program nuklir Iran, khususnya denuklirisasi. Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir," ujar Trump di Gedung Putih.

Namun, klaim yang dilontarkan oleh Trump tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Sebelumnya, Teheran telah menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada rencana pertemuan atau negosiasi dengan Washington di Qatar dalam waktu dekat. Bantahan tersebut menciptakan ketegangan diplomatik di tengah antisipasi publik internasional terhadap kemungkinan perundingan antara kedua negara yang telah lama berseteru.

Rencana pertemuan di Doha sendiri sebenarnya menjadi sorotan utama bagi para pengamat hubungan internasional, mengingat ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran terkait ambisi nuklir Teheran. Meski Trump menyatakan optimis dengan adanya kesepakatan denuklirisasi, penolakan dari Iran mengindikasikan bahwa jalan menuju diplomasi masih terhambat oleh perbedaan persepsi dan kurangnya kepercayaan antara kedua pihak. Beritadua.com melaporkan, situasi ini menunjukkan kompleksitas negosiasi yang harus dihadapi dalam upaya menyelesaikan sengketa program nuklir Iran di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User