Sep 09, 2026
Hukum

Tim Gabungan Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

BERITADUA.COM, PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan skala besar dikerahkan menyusuri perairan Selat Sunda menyusul hilangnya lima orang jurnalis

Tim Gabungan Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

BERITADUA.COM, PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan skala besar dikerahkan menyusuri perairan Selat Sunda menyusul hilangnya lima orang jurnalis saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tim gabungan dari Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur TNI AL memperluas radius penyisiran di tengah ancaman cuaca buruk dan erupsi susulan.

Hingga memasuki hari kedua operasi SAR, kapal motor sewaan yang ditumpangi rombongan peliput belum memancarkan sinyal marabahaya maupun terdeteksi radar navigasi. Penyelidikan mendalam kini difokuskan pada pemetaan titik koordinat terakhir sebelum kapal tersebut putus kontak total dengan otoritas pelabuhan setempat.

Kronologi Hilangnya Rombongan Peliput

Berdasarkan data manifes dan rekaman komunikasi radio yang dihimpun tim investigasi Beritadua.com, rombongan bertolak dari dermaga rakyat di kawasan pesisir Banten menuju perairan sekitar Anak Krakatau. Berikut urutan kronologis kejadian sebelum kontak terputus:

  1. Pukul 04.30 WIB: Kapal motor berdaya 40 GT yang membawa lima jurnalis media nasional dan dua anak buah kapal (ABK) lepas jangkar dari pesisir Carita menuju perairan Selat Sunda.
  2. Pukul 07.15 WIB: Nahkoda kapal sempat melakukan komunikasi radio berkala dengan pos pantau syahbandar, mengonfirmasi jarak sekitar 3 mil laut dari zona bahaya Anak Krakatau.
  3. Pukul 08.40 WIB: Aktivitas letusan meningkat drastis dengan kolom abu vulkanik mencapai lebih dari 1.500 meter, memicu gelombang laut lokal setinggi 2,5 hingga 3,5 meter.
  4. Pukul 09.10 WIB: Sinyal Automatic Identification System (AIS) dan radio komunikasi mendadak mati, memicu status siaga darurat dari otoritas pelabuhan.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya maritim dan udara yang tersedia. Penyisiran saat ini mengandalkan teknologi sonar bawah air serta pemantauan visual via helikopter untuk menembus kabut asap tebal," tegas juru bicara operasi SAR gabungan di Posko Darurat Dermaga Cilegon.

Pengerahan Armada Laut dan Teknologi Bawah Air

Untuk menembus area perairan yang berbahaya, Polri menurunkan kapal patroli kelas A bertonase besar bersama armada Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas yang memiliki kemampuan manuver tinggi. Tim penyelamat membagi area operasi menjadi empat sektor utama:

  • Sektor Alpha: Penyisiran lingkar dalam radius 5 kilometer dari kaldera aktif Gunung Anak Krakatau.
  • Sektor Bravo: Pemindaian jalur arus laut ke arah barat daya menuju perairan Pulau Sebesi.
  • Sektor Charlie: Wilayah pesisir selatan Lampung yang berpotensi menjadi titik hanyut akibat angin kencang.
  • Sektor Delta: Patroli udara menggunakan helikopter Polairud untuk mendeteksi serpihan kapal atau pelampung keselamatan.

Tantangan Erupsi dan Zona Larangan Berlayar

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya telah menetapkan radius bahaya 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Tingginya konsentrasi abu vulkanik di udara dan sebaran material lontaran pijar menjadi kendala kritis yang membatasi pergerakan kapal penyelamat berkecepatan tinggi.

Keluarga korban bersama asosiasi pers terus memantau perkembangan terkini di posko induk terpadu. Aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi pencarian secara intensif hingga seluruh jurnalis dan awak kapal berhasil dievakuasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User