Sep 09, 2026
Hukum

INGGRIS — Pembunuh Berantai dan Peleceh Jenazah Divonis Penjara Seumur Hidup

Pengadilan Kerajaan Maidstone di Kent, Inggris, resmi menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa peluang pembebasan bersyarat kepada David Fuller (67).

INGGRIS — Pembunuh Berantai dan Peleceh Jenazah Divonis Penjara Seumur Hidup

Pengadilan Kerajaan Maidstone di Kent, Inggris, resmi menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa peluang pembebasan bersyarat kepada David Fuller (67). Mantan teknisi listrik rumah sakit tersebut dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana terhadap dua wanita muda serta tindakan pelecehan seksual sistematis terhadap sedikitnya 100 jenazah perempuan di kamar mayat rumah sakit selama rentang waktu lebih dari satu dekade.

Keputusan vonis tersebut disambut dengan kelegaan mendalam sekaligus duka oleh keluarga para korban yang hadir di ruang sidang. Hakim Cheema-Grubb menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan Fuller melampaui batas batas kemanusiaan dasar.

"Tindakan Anda bertentangan dengan segala hal yang benar dan manusiawi. Perbuatan tersebut tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Anda sama sekali tidak menghormati martabat orang yang telah meninggal dunia," tegas Hakim Cheema-Grubb saat membacakan amar putusan di pengadilan.

Jejak Kejahatan yang Terkubur Selama Tiga Dekade

Kasus mengerikan ini berakar dari dua peristiwa pembunuhan tak terpecahkan pada tahun 1987 di Tunbridge Wells, Kent. Fuller terbukti secara meyakinkan membunuh Wendy Knell (25) dan Caroline Pierce (20) dalam dua serangan terpisah yang brutal. Selama lebih dari 30 tahun, kasus pembunuhan berantai ini menjadi salah satu berkas dingin (cold case) paling membingungkan bagi kepolisian setempat.

Namun, titik terang baru muncul pada tahun 2020 ketika kemajuan mutakhir dalam teknologi analisis DNA forensik berhasil mencocokkan sampel bukti lama dengan profil biologis Fuller. Saat polisi menggeledah kediamannya, penyelidik menemukan rekaman digital tersembunyi yang mendokumentasikan aksi keji lainnya: pelecehan seksual terhadap jenazah perempuan di fasilitas kamar mayat Rumah Sakit Kent and Sussex serta Rumah Sakit Pembury.

Eksploitasi Fasilitas Rumah Sakit dan Kerentanan Sistem

Sebagai staf pemeliharaan kelistrikan yang memiliki akses tanpa batas di luar jam kerja normal, Fuller memanfaatkan posisinya untuk memasuki area terlarang kamar mayat tanpa dicurigai. Penyelidikan independen mengungkap bahwa korban pelecehan mencakup rentang usia yang sangat luas, mulai dari anak-anak hingga wanita lanjut usia, yang berlangsung antara tahun 2008 hingga 2020.

Berikut ringkasan data hukum terkait perkara David Fuller:

Kategori Rincian Fakta Hukum
Identitas Terdakwa David Fuller (67 tahun), mantan teknisi listrik rumah sakit
Korban Pembunuhan Wendy Knell (1987) dan Caroline Pierce (1987)
Jumlah Korban Pelecehan Sedikitnya 100 jenazah perempuan teridentifikasi
Hukuman yang Dijatuhkan Dua vonis seumur hidup mutlak (whole life order) ditambah 12 tahun penjara
Metode Pengungkapan Uji profil DNA forensik modern dan bukti digital tersembunyi

Evaluasi Menyeluruh Keamanan Fasilitas Medis

Vonis ini memicu tekanan publik yang masif terhadap otoritas layanan kesehatan nasional (NHS) untuk mereformasi protokol keamanan di seluruh kamar mayat rumah sakit di Inggris Raya. Menteri Kesehatan Inggris memerintahkan penyelidikan independen guna mengaudit pengawasan akses kamar jenazah dan memastikan peristiwa serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Bagi keluarga korban, hukuman seumur hidup mutlak memastikan bahwa pelaku akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi tanpa kemungkinan kembali ke tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User