Sep 09, 2026
Hukum

Skotlandia Bakal Ampuni Ribuan Korban Perburuan Penyihir Era Kuno

Selama berabad-abad, gema jeritan ribuan perempuan yang dituduh sebagai penyihir di Skotlandia terkubur di balik tebalnya kabut sejarah dan prasangka patri

Skotlandia Bakal Ampuni Ribuan Korban Perburuan Penyihir Era Kuno

Selama berabad-abad, gema jeritan ribuan perempuan yang dituduh sebagai penyihir di Skotlandia terkubur di balik tebalnya kabut sejarah dan prasangka patriarki. Kini, sebuah langkah hukum monumental tengah dipersiapkan di Edinburgh untuk membersihkan nama-nama mereka yang dieksekusi secara tidak adil di tiang gantungan dan kobaran api ratusan tahun silam.

Pemerintah Skotlandia di bawah kepemimpinan Menteri Pertama Nicola Sturgeon menyatakan dukungannya terhadap rancangan undang-undang (RUU) parlemen yang mengusulkan pengampunan anumerta (posthumous pardon) serta permintaan maaf resmi dari negara bagi ribuan korban histeria perburuan penyihir.

Bayang-Bayang Kelam Regulasi 'Witchcraft Act'

Catatan sejarah mencatat bahwa masa kelam ini berakar dari pemberlakuan Witchcraft Act 1563, sebuah undang-undang yang menjadikan praktik sihir sebagai kejahatan berat yang diancam hukuman mati. Regulasi represif ini bertahan hingga dicabut pada tahun 1736. Dalam rentang waktu hampir dua abad tersebut, paranoia massal menguasai daratan Skotlandia.

Para korban dijerat dengan tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal, mulai dari menyebabkan orang lain mabuk berat, menyebarkan wabah ternak, memanggil badai di laut, hingga dituduh mengadakan pertemuan rahasia dengan iblis. Lebih dari separuh dari mereka yang diadili berakhir di tangan algojo setelah melalui interogasi brutal dan penyiksaan berat.

"Ini bukan sekadar cerita dongeng atau mitos masa lalu. Ini adalah tragedi ketidakadilan hukum dan kekerasan berbasis gender berskala masif yang dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya sendiri," tegas perwakilan dari kelompok aktivis penegak keadilan sejarah.

Data dan Fakta Perburuan Sihir di Skotlandia

Penelitian historis menunjukkan intensitas perburuan penyihir di Skotlandia tergolong salah satu yang paling mematikan di seluruh Eropa daratan maupun Kepulauan Britania:

  • Estimasi Korban Terdakwa: Sekitar 4.000 orang dituduh melakukan sihir antara tahun 1563 hingga 1736.
  • Proporsi Gender: Sebanyak 85% korban adalah perempuan dan anak perempuan, mayoritas berasal dari kalangan rentan atau lansia.
  • Tingkat Eksekusi: Diperkirakan lebih dari 2.500 jiwa tewas dieksekusi mati, sebagian besar dicekik hingga tewas lalu dibakar.

Kemenangan Kampanye 'Witches of Scotland'

Langkah pemulihan nama baik ini merupakan buah manis dari advokasi gigih selama dua tahun yang dipelopori oleh gerakan Witches of Scotland. Kelompok yang diinisiasi oleh praktisi hukum terkemuka Claire Mitchell QC dan penulis Zoe Venditozzi ini menuntut tiga pilar keadilan: pengampunan hukum resmi, permintaan maaf dari otoritas negara, serta pembangunan monumen peringatan nasional bagi para korban.

Anggota Parlemen Skotlandia (MSP) Natalie Don memimpin inisiatif pengajuan RUU anggota privat (Member's Bill) guna memuluskan pemulihan martabat para korban secara legal konstitusional. Langkah ini sekaligus menjadi refleksi kritis modern terhadap akar misogini dan bahaya histeria massa yang kerap menumbalkan kelompok rentan dalam tatanan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User