Tiga Partai Politik Berikan Respon Atas Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus Dokter Icha

Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ikut terseret dalam kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha (27). Seiri

Jul 08, 2026 - 18:29
0 0
Tiga Partai Politik Berikan Respon Atas Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus Dokter Icha

Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ikut terseret dalam kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha (27). Seiring berkembangnya penyelidikan, ketiga partai politik yang menaungi para wakil rakyat itu akhirnya angkat bicara. Dua di antaranya telah teridentifikasi, yakni Norbertus Tubani yang merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Therensius Lazakar dari Partai Golongan Karya (Golkar). Sementara seorang anggota DPRD lainnya yang diduga turut terlibat berasal dari partai berbeda, sehingga total tiga partai merespons peristiwa yang menyita perhatian publik ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, insiden tersebut bermula ketika Norbertus dan Therensius mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Kedatangan mereka berkaitan dengan penanganan seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular hijau. Pasien tersebut merupakan keponakan dari Therensius dan sebelumnya merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu. Kehadiran kedua anggota dewan itu di area medis yang seharusnya steril dari intervensi pihak luar diduga mengganggu jalannya pelayanan kesehatan.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian memberikan keterangan yang memberatkan. Mereka menyebut bahwa Norbertus dan Therensius datang dalam kondisi yang diduga kuat dipengaruhi alkohol. Tidak hanya itu, keduanya disebut berbicara dengan nada tinggi dan keras kepada dr. Icha yang saat itu sedang bertugas menjalankan tanggung jawab medisnya. Peristiwa tersebut terjadi di tengah suasana IGD yang semestinya kondusif untuk penanganan darurat. Belum diketahui secara pasti apa isi percakapan yang berlangsung, namun tekanan dari dua pejabat publik tersebut dinilai tidak pada tempatnya oleh para saksi.

Kematian dr. Icha beberapa waktu setelahnya langsung mengaitkan insiden itu dengan kondisi psikologis sang dokter. Publik pun mendesak agar proses hukum berjalan transparan. Menanggapi situasi ini, PKB dan Golkar secara terpisah menyampaikan keprihatinannya. Keduanya menyatakan kesiapan untuk menghormati proses hukum dan akan menjatuhkan sanksi internal jika kadernya terbukti melanggar etika atau menghalangi tugas tenaga kesehatan. Partai ketiga yang juga menaungi anggota dewan terkait dikabarkan turut memantau perkembangan kasus dan membuka komunikasi dengan pihak kepolisian setempat.

Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta bukti pendukung lainnya untuk mengungkap kronologi secara utuh. Masyarakat luas berharap agar keadilan dapat ditegakkan, tidak hanya bagi dr. Icha, tetapi juga untuk memastikan tenaga medis bisa bekerja tanpa tekanan dari pihak mana pun. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga batas antara fungsi legislatif dan profesionalisme layanan kesehatan. Beritadua.com akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User