Suara Sirine Ambulans Picu Trauma, Richa Novisha Ungkap Perjuangan Usai Kepergian Gary Iskak

Proses berduka yang dijalani Richa Novisha setelah wafatnya sang suami, Gary Iskak, ternyata meninggalkan luka psikologis yang cukup dalam. Tak hanya harus merelakan kepergian pendamping hidup untuk

Jul 08, 2026 - 08:40
0 0
Suara Sirine Ambulans Picu Trauma, Richa Novisha Ungkap Perjuangan Usai Kepergian Gary Iskak

Proses berduka yang dijalani Richa Novisha setelah wafatnya sang suami, Gary Iskak, ternyata meninggalkan luka psikologis yang cukup dalam. Tak hanya harus merelakan kepergian pendamping hidup untuk selama-lamanya, kini Richa juga harus menghadapi trauma spesifik yang kerap muncul tanpa diduga.

Melalui unggahan media sosialnya, Richa membagikan kondisi emosionalnya yang masih sangat rapuh. Salah satu pemicu trauma yang ia alami adalah suara sirine ambulans. Setiap kali mendengar bunyi khas kendaraan darurat itu, ingatannya langsung terseret mundur ke hari-hari kelam saat mendiang suaminya berjuang melawan sakit.

Momen di jalan raya yang seharusnya biasa-biasa saja kerap berubah menjadi medan emosional bagi ibu dua anak ini. Suara sirine yang melengking langsung membawanya kembali ke rentetan peristiwa sulit sebelum Gary mengembuskan napas terakhir.

Richa mengaku kondisinya masih sangat sensitif. Perjalanan yang ia tempuh di jalanan kota tak jarang berubah menjadi sesi menahan tangis saat ambulans lewat di dekatnya. Suara darurat tersebut seakan menjadi pemicu otomatis yang membuat dadanya kembali sesak oleh rasa kehilangan.

Fenomena yang dialami Richa ini dalam psikologi dikenal sebagai respons trauma terpicu (triggered trauma response), di mana suara, bau, atau situasi tertentu yang terkait dengan pengalaman menyakitkan mampu membangkitkan kembali emosi intens seolah peristiwa itu baru saja terjadi. Bagi Richa, sirine ambulans menjadi simbol dari kecemasan, ketidakberdayaan, dan momen-momen genting saat suami tercintanya harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Sejak kepergian Gary, Richa memang memilih untuk jujur membagikan proses berdukanya kepada publik. Ia tak menutupi kenyataan bahwa menjadi janda di usia muda dan harus membesarkan dua orang anak sendirian adalah ujian yang amat berat. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan warganet menjadi kekuatan tersendiri yang membantunya bertahan di tengah badai kehilangan.

Trauma akibat kehilangan pasangan memang membutuhkan waktu penyembuhan yang tidak instan. Para ahli kejiwaan menyebutkan bahwa proses grieving setiap individu berbeda-beda, bergantung pada kedekatan emosional, cara kematian terjadi, serta mekanisme koping yang dimiliki. Dalam kasus Richa, kedekatannya dengan Gary selama masa-masa perawatan intensif membuat suara-suara medis tertentu menjadi sulit dipisahkan dari memori kehilangan.

Kendati masih berjuang, Richa menunjukkan ketegaran luar biasa. Ia tetap menjalankan perannya sebagai ibu, berusaha melanjutkan kehidupan, meski tahu ada bagian dari dirinya yang belum sepenuhnya pulih. Keterbukaannya soal trauma ini juga dinilai dapat membantu banyak orang yang mengalami kondisi serupa agar tidak merasa sendirian.

Kepergian Gary Iskak meninggalkan jejak duka yang mendalam bagi keluarga. Namun, ketegaran Richa dalam mengurai trauma satu per satu menjadi bukti bahwa cinta tak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk menjadi kenangan yang kadang terasa menyakitkan, kadang juga menguatkan.

Kesaksian tentang ketangguhan seorang istri yang kini harus beradaptasi dengan realitas pahit ini menjadi renungan bagi siapa pun yang tengah bergulat dengan duka kehilangan. Laporan selengkapnya tentang perjalanan hidup keluarga ini dapat terus diikuti melalui laporan khas dari tim redaksi Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User