Sasa Gelar Edukasi #MSGYangBenar di Surabaya: Bantah Mitos, Tawarkan Solusi Kurangi Gula dan Garam

Perdebatan soal keamanan konsumsi monosodium glutamat (MSG) atau yang akrab disebut micin masih kerap menghangat di tengah masyarakat. Namun, fakta ilmiah justru menegaskan bahwa MSG aman digunakan d

Jul 08, 2026 - 08:51
0 0
Sasa Gelar Edukasi #MSGYangBenar di Surabaya: Bantah Mitos, Tawarkan Solusi Kurangi Gula dan Garam

Perdebatan soal keamanan konsumsi monosodium glutamat (MSG) atau yang akrab disebut micin masih kerap menghangat di tengah masyarakat. Namun, fakta ilmiah justru menegaskan bahwa MSG aman digunakan dalam masakan sehari-hari. Untuk meluruskan pemahaman yang keliru, PT Sasa Inti menggelar konferensi pers dan gelar wicara bertajuk "MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos" di Alun-Alun Surabaya pada Selasa, 30 Juni 2026.

Melalui kampanye #MSGYangBenar, Sasa ingin menekankan bahwa MSG tidak hanya sehat dan lezat, tetapi juga dapat menjadi strategi pintar untuk menekan konsumsi gula dan garam berlebih. Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata, menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk merespons banyaknya mitos yang berkembang.

“Kampanye #MSGYangBenar kami hadirkan agar masyarakat tidak lagi takut menggunakan MSG. Justru dengan pemakaian yang tepat, MSG bisa membantu mengurangi asupan gula dan garam tanpa mengorbankan cita rasa masakan,” ujar Albert Dinata.

Sesi edukasi menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Health Expert Reisa Broto Asmoro mengupas berbagai studi terkini yang menunjukkan profil keamanan MSG. “MSG telah dinyatakan aman oleh berbagai otoritas kesehatan dunia, termasuk BPOM dan FDA. Mitos seperti Chinese Restaurant Syndrome sudah dibantah oleh banyak penelitian,” jelasnya.

Sementara itu, dietisien dan nutrisionis Mochamad Rizal, S.Gz, MS, menjelaskan keunggulan MSG dari sisi gizi. “MSG mengandung natrium sekitar sepertiga dari garam dapur biasa. Dengan mengganti sebagian garam dengan MSG, kita bisa menurunkan asupan natrium secara signifikan tanpa kehilangan rasa lezat,” papar Rizal. Pendekatan ini, menurutnya, sangat relevan di tengah tingginya angka hipertensi dan penyakit kardiovaskular yang dipicu konsumsi garam berlebihan.

Chef Martin Praja turut membagikan kiat praktis penggunaan MSG dalam masakan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya takaran yang bijak. “Satu sendok kecil MSG dalam satu panci masakan sudah cukup mengeluarkan rasa gurih alami. Kuncinya adalah keseimbangan, jangan berlebihan seperti bahan penyedap lainnya,” tuturnya.

Kemeriahan acara bertambah dengan kehadiran ikon kuliner legendaris Surabaya, Bu Rudy, yang berbagi pengalaman menggunakan MSG dalam resep-resep andalannya yang telah melegenda. Ia menegaskan bahwa cita rasa autentik tetap bisa diraih dengan penggunaan MSG yang terkontrol.

Antusiasme warga Surabaya sangat tinggi. Mereka tidak hanya mendapat pemahaman baru, tetapi juga berkesempatan mencicipi hidangan yang diolah dengan #MSGYangBenar. Kampanye ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi bumbu dapur dapat berjalan seiring dengan gaya hidup sehat.

Informasi selengkapnya mengenai kampanye ini dan fakta ilmiah seputar MSG dapat diakses melalui kanal resmi PT Sasa Inti. Liputan ini merupakan bagian dari laporan Beritadua.com yang terus menyajikan perkembangan terkini seputar gaya hidup sehat dan kuliner nusantara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User