Ronaldo Menangis, Spanyol Lolos ke Perempat Final

ARLINGTON, BERITADUA.COM — Malam yang kelam menyelimuti AT&T Stadium di Arlington, Texas, saat megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, tak kuasa membendun

Jul 08, 2026 - 01:46
0 0
Ronaldo Menangis, Spanyol Lolos ke Perempat Final

ARLINGTON, BERITADUA.COM — Malam yang kelam menyelimuti AT&T Stadium di Arlington, Texas, saat megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, tak kuasa membendung air matanya. Spanyol berhasil mengunci tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Portugal dalam laga babak 16 besar yang berlangsung dramatis pada Senin (6/7/2026) waktu setempat. Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi sang kapten yang telah berjuang mati-matian sepanjang pertandingan.

Laga yang disaksikan langsung oleh lebih dari 80.000 penonton itu berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Portugal, yang mengandalkan skema serangan balik cepat, berulang kali merepotkan lini pertahanan Spanyol yang dikawal bek muda Barcelona, Pau Cubarsi. Cubarsi, meski masih berusia 19 tahun, tampil luar biasa disiplin dalam menghalau setiap pergerakan Ronaldo dan rekan-rekannya. Beberapa kali bomber Al Nassr itu melepaskan tembakan berbahaya yang memaksa kiper Unai Simon bekerja ekstra.

"Ini adalah pertandingan terberat kami sejauh ini. Portugal bukan lawan yang mudah, tapi kami berhasil menunjukkan karakter sebagai juara bertahan," ujar seorang sumber dari kubu Spanyol yang dikutip oleh kontributor Beritadua.com di lokasi.

Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, masih menjadi tumpuan utama lini depan Portugal. Sepanjang 90 menit, ia melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dan dua di antaranya nyaris menjebol gawang Spanyol. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak. Pada menit ke-34, sundulan kerasnya hasil umpan silang Joao Felix hanya membentur mistar gawang. Sementara itu, Spanyol justru unggul lebih dulu melalui gol tunggal Alvaro Morata di menit ke-67, memanfaatkan kemelut di depan gawang Portugal yang dijaga Diogo Costa.

Seusai peluit panjang dibunyikan, kamera televisi menyorot Ronaldo yang terduduk di lapangan sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Isak tangisnya menjadi simbol kehancuran mimpi Portugal untuk melangkah lebih jauh. Rekan-rekan setimnya mencoba menghibur, termasuk Ruben Dias dan Bernardo Silva, namun sang legenda hidup itu tetap tidak kuasa menahan emosinya. Momen tersebut sontak menjadi pembicaraan hangat di media sosial, dengan tagar #RonaldoMenangis langsung menduduki trending topic global.

Di sisi lain, Spanyol melaju ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka akan menantikan pemenang laga antara Brasil dan Belanda yang digelar keesokan harinya. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memuji kinerja anak asuhnya. "Kami tahu Ronaldo adalah ancaman utama, dan kami berhasil mematikannya. Cubarsi tampil brilian untuk pemain seusianya," kata De la Fuente dalam konferensi pers pasca-pertandingan, sebagaimana dilaporkan tim redaksi Beritadua.com.

Kekalahan ini semakin mengukuhkan kenyataan pahit bahwa Piala Dunia 2026 adalah edisi terakhir Ronaldo. Turnamen empat tahunan yang dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi panggung terakhir bagi peraih lima Ballon d'Or tersebut untuk menambah koleksi trofi yang belum pernah diraihnya. Rekam jejaknya di Piala Dunia tetap gemilang: 112 gol dalam 198 penampilan internasional bersama Portugal, namun trofi bergengsi sejagat itu selalu luput dari genggamannya.

Para pengamat sepak bola dari berbagai media internasional menilai bahwa performa Portugal sebenarnya tidak mengecewakan. Mereka mendominasi penguasaan bola dengan 52 persen dan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya. Namun, ketajaman lini depan yang tumpul serta solidnya pertahanan Spanyol menjadi pembeda. Statistik dari FIFA menunjukkan Spanyol mencatatkan 5 penyelamatan krusial sepanjang laga, tiga di antaranya dari kaki Ronaldo.

Kini, perhatian dunia beralih ke bagaimana perjalanan Spanyol selanjutnya dan masa depan timnas Portugal tanpa ikon terbesar mereka. Hujan air mata di Arlington mungkin menjadi akhir dari sebuah era, tetapi nama Cristiano Ronaldo selamanya akan terukir dalam sejarah sepak bola dunia. Sementara itu, Spanyol membuktikan bahwa sebagai juara bertahan, mereka adalah salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi emas pada 19 Juli mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User