Rencana RI Ekspor Listrik ke Singapura, tapi Harga Belum Win-win

Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin serius merealisasikan proyek ekspor listrik lintas batas ke Singapura. Rencana strategis ini menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan bilateral antara P

Jul 08, 2026 - 00:19
0 0
Rencana RI Ekspor Listrik ke Singapura, tapi Harga Belum Win-win

Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin serius merealisasikan proyek ekspor listrik lintas batas ke Singapura. Rencana strategis ini menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026). Media kami mencatat, meskipun ada kemajuan signifikan dalam penunjukan badan pelaksana, aspek komersial masih menjadi ganjalan karena harga jual listrik belum mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Penunjukan BPI Danantara sebagai Pelaksana

Dalam keterangan pers bersama seusai pertemuan, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan penunjukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai pihak yang akan mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas," ujar Presiden Prabowo.

BPI Danantara, yang merupakan sovereign wealth fund Indonesia, diharapkan mampu mengonsolidasikan investasi di sektor energi baru terbarukan. Proyek ini akan memanfaatkan pembangkit listrik berbasis energi surya dan penyimpanan baterai yang dibangun di wilayah Kepulauan Riau, dengan target penyaluran hingga beberapa gigawatt ke jaringan Singapura.

Kendala Harga yang Belum Sepakat

Meskipun kerangka kelembagaan sudah mulai terbentuk, sumber kami di lingkungan negosiasi menyebutkan bahwa diskusi mengenai harga jual listrik masih alot. Pihak Indonesia menginginkan harga yang mencerminkan nilai tambah dari energi hijau dan investasi infrastruktur besar-besaran, sementara Singapura berupaya mendapatkan harga yang kompetitif untuk menjaga stabilitas tarif di negaranya. Belum adanya titik temu membuat rencana yang sudah digagas sejak beberapa tahun lalu ini belum sepenuhnya memasuki tahap konstruksi komersial.

Pemerintah Indonesia optimistis bahwa dengan penunjukan BPI Danantara, proses negosiasi akan lebih terstruktur dan menarik minat investor internasional. Dana yang akan diinvestasikan mencakup pembangunan fasilitas pembangkit, kabel bawah laut, dan sistem interkoneksi modern. Para pelaku pasar juga menaruh perhatian pada transparansi dan kepastian regulasi yang akan digunakan.

Implikasi Regional dan Diplomasi Energi

Proyek ekspor listrik ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi energi Indonesia di kawasan ASEAN. Singapura yang memiliki keterbatasan lahan untuk pembangkit energi terbarukan membutuhkan pasokan hijau dari negara tetangga untuk mencapai target dekarbonisasinya. Bagi Indonesia, ini adalah peluang memperkuat posisi sebagai hub energi bersih sekaligus memperluas pasar ekspor nonmigas. Jika berhasil, proyek ini bisa menjadi model kerja sama energi lintas batas di Asia Tenggara, dengan potensi replikasi ke negara lain seperti Malaysia atau Vietnam.

Sejumlah pengamat menilai, tantangan terbesar adalah menyelaraskan kepentingan politik dan bisnis kedua negara. Diperlukan fleksibilitas dalam negosiasi agar harga yang disepakati tidak memberatkan salah satu pihak. Koordinasi dengan kementerian teknis, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, terus dilakukan untuk memastikan skema yang diajukan menguntungkan secara nasional.

Beritadua.com akan terus memantau perkembangan perundingan ini, termasuk jadwal finalisasi kontrak dan rencana konstruksi. Laporan lanjutan akan menyajikan analisis lebih mendalam mengenai dampak ekonomi dan lingkungan dari mega proyek ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User