Pramono Anung Kukuhkan Akademi Jakarta dan Targetkan Kebangkitan TIM sebagai Pusat Kebudayaan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengukuhkan para anggota Akademi Jakarta periode 2026-2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta. Momentum pengukuhan ini men

Jul 08, 2026 - 19:32
0 0
Pramono Anung Kukuhkan Akademi Jakarta dan Targetkan Kebangkitan TIM sebagai Pusat Kebudayaan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengukuhkan para anggota Akademi Jakarta periode 2026-2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta. Momentum pengukuhan ini menjadi panggung bagi Pramono untuk menegaskan ambisinya menghidupkan kembali Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai episentrum kebudayaan sekaligus ruang ekspresi yang terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak bisa hanya bertumpu pada kemegahan infrastruktur fisik semata. Ia memandang penguatan identitas budaya dan penyediaan ruang berekspresi bagi para seniman sebagai komponen vital yang menentukan karakter dan jiwa sebuah kota. Menurutnya, geliat seni dan budaya merupakan fondasi yang membuat sebuah kota tidak hanya modern, tetapi juga beradab dan berpihak pada warganya.

"Jakarta betul-betul saya ingin membuat ruang untuk budaya, seni, dan orang berekspresi itu terbuka cukup lebar. Salah satunya adalah pengelolaan bersama panggung-panggung utama, termasuk Taman Ismail Marzuki," ujar Pramono di hadapan para tamu undangan dan awak media, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tegas tersebut menandai arah kebijakan baru pemerintah provinsi dalam pengelolaan aset-aset kebudayaan strategis. TIM, yang selama ini menjadi ikon bersejarah bagi perjalanan sastra, teater, dan seni rupa nasional, diharapkan tidak lagi sekadar menjadi monumen masa lalu, melainkan pusat kreativitas kontemporer yang inklusif. Keterlibatan para anggota Akademi Jakarta yang baru dikukuhkan diyakini akan menjadi motor penggerak bagi revitalisasi kawasan tersebut, menjadikannya laboratorium budaya yang relevan dengan dinamika zaman tanpa melupakan akar sejarahnya.

Pengukuhan ini turut menegaskan komitmen Pramono untuk memastikan agar ekosistem seni mendapatkan dukungan struktural yang memadai. Dengan mengintegrasikan peran para budayawan, seniman, dan cendekiawan yang tergabung dalam Akademi Jakarta, pemerintah berharap mampu merumuskan strategi kebudayaan yang holistik. Visi besar ini menempatkan ruang-ruang publik seperti panggung teater, galeri, dan plaza di TIM sebagai arena pertemuan antara tradisi, inovasi, dan partisipasi publik yang dinamis. Berdasarkan laporan media kami, langkah ini menjadi salah satu prioritas awal Gubernur Pramono Anung dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berwajah humanis. Beritadua.com akan terus memantau perkembangan implementasi kebijakan strategis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User