Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Pimpin BI

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi...

Jul 28, 2026 - 00:38
0 0
Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Pimpin BI

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan. Prasetyo menyatakan bahwa Presiden menghormati alasan pribadi yang disampaikan oleh Perry dan telah menunjuk Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sebagai pengganti untuk menjalankan roda pimpinan bank sentral hingga akhir masa jabatan yang tersisa.

Pengunduran diri ini menjadi momen penting dalam sejarah Bank Indonesia. Perry Warjiyo baru saja memulai periode keduanya sebagai Gubernur BI pada Mei 2023 lalu, setelah terpilih kembali untuk masa jabatan 2023-2028. Dengan demikian, ia hanya menjalani sekitar satu tahun dari periode keduanya. Langkah ini segera memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar dan ekonom, mengingat peran kunci bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Jejak Panjang Perry Warjiyo di Bank Sentral

Perry Warjiyo bukan nama asing di dunia moneter Indonesia. Ia mengabdikan lebih dari tiga dekade kariernya di Bank Indonesia sejak bergabung pada tahun 1984. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, ini dikenal sebagai arsitek berbagai kebijakan strategis, termasuk bauran kebijakan (policy mix) yang menggabungkan instrumen suku bunga, nilai tukar, makroprudensial, dan koordinasi fiskal-moneter. Di bawah kepemimpinannya, BI berhasil menjaga inflasi tetap rendah dan relatif stabil, bahkan saat menghadapi guncangan global seperti pandemi COVID-19 dan ketegangan geopolitik.

Selama masa jabatannya, Perry juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan memperkuat kerja sama internasional. Namun, ia juga sempat menghadapi kritik atas kebijakan suku bunga yang dinilai terlalu hati-hati serta dinamika internal di dewan gubernur beberapa waktu lalu. Meski demikian, pengunduran dirinya secara umum dipandang sebagai akhir dari era kepemimpinan yang teknokratis dan berorientasi pada konservatisme moneter.

Siapa Destry Damayanti?

Sosok yang akan mengisi kekosongan ini adalah Destry Damayanti, ekonom karir yang telah menjadi wajah penting di BI sejak dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior pada Agustus 2020. Sebelumnya, ia memegang posisi strategis sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sempat menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional. Destry menempuh pendidikan sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master dari Cornell University, Amerika Serikat. Latar belakangnya yang kuat dalam ekonomi makro dan sektor keuangan diyakini akan membantunya menjalankan transisi dengan mulus.

Di lingkungan BI, Destry dikenal sebagai figur yang komunikatif dan memiliki jaringan luas, baik domestik maupun global. Ia secara rutin memimpin koordinasi dengan pemerintah dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan menjadi representatif Indonesia di berbagai forum internasional. Pengalamannya di masa krisis moneter 1998 sebagai ekonom muda di BI juga memberinya perspektif unik tentang pentingnya ketahanan sistem keuangan. Pengangkatan Destry diharapkan mampu menjaga kontinuitas kebijakan sekaligus memberikan sentuhan adaptif di tengah ketidakpastian global.

Implikasi Bagi Pasar dan Kebijakan Moneter

Pergantian pemimpin di bank sentral selalu menjadi perhatian utama investor. Di pasar saham dan obligasi, respons awal cenderung wait-and-see hingga pernyataan resmi dari Gubernur baru tentang arah kebijakan moneter ke depan. Destry Damayanti diperkirakan akan melanjutkan sejumlah program prioritas Perry, termasuk mendukung stabilitas rupiah yang sempat tertekan oleh gejolak eksternal. Fokus utama dalam jangka pendek adalah mengelola ekspektasi inflasi yang masih dibayangi oleh harga pangan dan energi.

Beberapa analis memperkirakan bahwa tanpa kehadiran Perry yang identik dengan kehati-hatian tinggi, ruang fleksibilitas BI dalam menurunkan suku bunga acuan bisa lebih terbuka, terutama jika tekanan eksternal mereda. Namun, keputusan ini tetap akan bergantung pada data ekonomi terkini dan hasil rapat dewan gubernur. Transisi yang terjadi di tengah perundingan antara pemerintah dan DPR mengenai calon anggota dewan gubernur BI baru juga menambah lapisan kompleksitas yang harus dinavigasi Destry dalam beberapa bulan pertama kepemimpinannya.

Pengumuman resmi dari Istana menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan kepercayaan penuh kepada Destry untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Proses pengangkatan dan pengucapan sumpah jabatan dijadwalkan dalam waktu dekat. Sementara itu, Perry Warjiyo, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk bank sentral, memilih mundur dengan alasan yang dirahasiakan namun dihormati oleh seluruh pihak. Dunia keuangan kini menanti langkah pertama Gubernur Bank Indonesia yang baru, seorang perempuan tangguh yang siap membawa BI menghadapi tantangan zaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User