Destry Damayanti Resmi Ditunjuk Sebagai Gubernur BI Sementara

Jakarta, awal pekan ini – Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Destry yang s...

Jul 28, 2026 - 00:38
0 0
Destry Damayanti Resmi Ditunjuk Sebagai Gubernur BI Sementara

Jakarta, awal pekan ini – Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior akan memimpin bank sentral hingga Presiden menunjuk gubernur tetap dan memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keputusan ini mengejutkan pasar mengingat masa jabatan Perry seharusnya berlangsung hingga 2028.

Pengunduran Diri yang Tak Terduga

Perry Warjiyo, yang memimpin BI sejak Mei 2018, dikenal sebagai arsitek kebijakan moneter yang akomodatif dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di bawah kepemimpinannya, BI menurunkan suku bunga acuan hingga level terendah sepanjang sejarah, yaitu 3,50% pada 2021, dan menjalankan program burden sharing dengan pemerintah. Namun, sejak akhir 2022, ia juga secara agresif menaikkan suku bunga hingga 6,25% untuk menahan pelemahan rupiah. Mundurnya Perry sebelum akhir masa jabatan menimbulkan spekulasi, meskipun pihak BI belum mengungkapkan alasan detail. Yang pasti, roda kepemimpinan kini beralih ke Destry Damayanti, yang sejak 2019 telah menjadi orang nomor dua di bank sentral.

Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti

Destry Damayanti memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEUI) dan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari universitas yang sama. Kariernya di sektor keuangan cukup panjang: ia pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019, serta menduduki posisi penting di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum kembali ke LPS, Destry juga sempat berkarier sebagai ekonom dan analis di beberapa lembaga keuangan internasional. Di BI, ia banyak terlibat dalam perumusan kebijakan makroprudensial dan mendorong digitalisasi sistem pembayaran, termasuk pengembangan QRIS dan BI-FAST. Pengalamannya yang luas diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter di masa transisi.

Tantangan Stabilitas Moneter di Tengah Dinamika Global

Penunjukan Destry terjadi pada saat ekonomi Indonesia berhadapan dengan berbagai tekanan eksternal. Nilai tukar rupiah masih sensitif terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunga tinggi. Pada awal pekan ini, rupiah bergerak di kisaran Rp16.200 per dolar AS. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,84% year-on-year per Mei 2024, masih dalam rentang sasaran BI sebesar 2,5%±1%. Namun, risiko dari kenaikan harga energi dan pangan global tetap membayangi. Destry harus segera mengambil langkah untuk menjaga kepercayaan pasar, memastikan likuiditas tetap memadai, dan memonitor aliran modal asing yang rawan capital outflow. Di satu sisi, suku bunga acuan yang sudah tinggi membatasi ruang untuk mendorong pertumbuhan; di sisi lain, penurunan suku bunga terlalu dini bisa memicu pelemahan rupiah lebih lanjut.

Respons Pasar dan Pandangan Analis

Pasar keuangan merespons pergantian pimpinan BI dengan relatif tenang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini bergerak stabil di zona hijau tipis. Menurut beberapa analis, Destry Damayanti dipandang sebagai figur yang akan melanjutkan kebijakan konservatif BI, sehingga tidak ada perubahan signifikan dalam arah kebijakan moneter jangka pendek. Seorang ekonom senior dari lembaga riset independen mengatakan, Destry adalah teknokrat yang memahami seluk-beluk bank sentral. Pasar mempercayai kemampuannya, tetapi tantangan utama adalah menjaga independensi BI dan memastikan koordinasi dengan pemerintah tetap harmonis. Meski demikian, sebagian pelaku pasar tetap mencermati potensi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi jika terjadi perubahan strategi.

Koordinasi dengan Pemerintah dan DPR

Penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menteri Keuangan dan Ketua DPR menyatakan keyakinan bahwa Destry mampu menjalankan tugas dengan baik hingga terpilihnya gubernur tetap. Koordinasi antara BI dan pemerintah dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) akan tetap berjalan. Di sisi lain, DPR mendorong percepatan pengajuan calon gubernur definitif agar ketidakpastian di sektor keuangan dapat diminimalisir. Proses politik ini diharapkan tidak mengganggu independensi bank sentral, mengingat Destry dikenal sebagai figur profesional yang tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu.

Menanti Gubernur Tetap

Status Destry sebagai Gubernur BI sementara hanya berlaku sampai Presiden mengajukan calon gubernur tetap ke DPR dan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Proses ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu. Sejumlah nama santer dikabarkan menjadi kandidat, namun belum ada pernyataan resmi dari Istana. Yang jelas, pemimpin baru harus mampu menghadapi agenda besar seperti pendalaman pasar keuangan, pengendalian inflasi, dan penguatan rupiah. Sementara itu, Destry diharapkan dapat menjalankan roda organisasi dengan lancar dan memastikan tidak ada kekosongan kebijakan. Dengan fundamental ekonomi domestik yang masih solid, banyak pihak optimistis transisi ini tidak akan mengganggu momentum pemulihan.

Dalam pernyataan singkatnya, Destry menegaskan bahwa ia akan melanjutkan mandat yang telah dijalankan oleh pendahulunya, sambil fokus pada stabilitas moneter dan sistem pembayaran yang inklusif. Ia juga meminta dukungan seluruh jajaran BI dan pemangku kepentingan.

Langkah ke depan sangat menentukan kredibilitas BI. Kemampuan Destry menjaga stabilitas harga dan nilai tukar selama masa transisi akan menjadi ukuran awal, sekaligus warisan yang kelak diteruskan oleh gubernur definitif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User