Polres OKU Selatan Gelar Bedah Rumah untuk Korban Longsor dan Banjir dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80
Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melaksanakan program bakti sosial bedah rumah bagi warga terdampak bencana tanah longsor dan banjir. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri
Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melaksanakan program bakti sosial bedah rumah bagi warga terdampak bencana tanah longsor dan banjir. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, sekaligus bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat Polri Presisi.
Peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) di Desa Karang Indah, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan. Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana memimpin langsung prosesi tersebut, didampingi jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Program ini menyasar rumah milik Joni Saputra, seorang korban bencana yang tempat tinggalnya rusak parah diterjang longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu.
“Program ini merupakan implementasi dari konsep Polri Presisi yang tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan sosial di masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa warga yang terdampak bencana dapat kembali memiliki hunian yang layak,” ujar AKBP I Made Redi Hartana di sela kegiatan.
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan telah mengalokasikan dana melalui program tanggung jawab sosial Polri untuk membiayai pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak. Selain bedah rumah, Polres OKU Selatan juga menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih tinggal di hunian sementara pascabencana.
Kecamatan Banding Agung merupakan salah satu wilayah paling parah terdampak bencana hidrometeorologi pada awal tahun 2026. Tanah longsor dan banjir bandang menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan, serta memutus akses jalan antardesa. Hingga kini, sejumlah warga masih menempati tenda darurat yang jauh dari standar kelayakan, sehingga intervensi cepat dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi sosial-ekonomi mereka.
Tokoh masyarakat Desa Karang Indah, Suhardi, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polri. “Kami sangat berterima kasih, karena sebelumnya warga sempat kehilangan harapan untuk bisa kembali memiliki rumah. Kini, dengan adanya program bedah rumah ini, kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi masa sulit ini,” tuturnya. Senada dengan itu, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Asisten Pemerintahan yang mewakili bupati menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Polri dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan permukiman warga, termasuk menyediakan material tambahan serta melibatkan tenaga kerja lokal.
Pembangunan rumah Joni Saputra ditargetkan selesai dalam dua bulan. Setelah itu, Polres OKU Selatan akan melanjutkan program serupa ke rumah-rumah lain yang masuk dalam daftar prioritas. Mekanisme pengerjaan sengaja melibatkan partisipasi aktif warga sekitar sebagai bentuk gotong royong, memperkuat solidaritas sekaligus mempercepat proses konstruksi. Dari pantauan media kami, antusiasme warga terlihat sangat tinggi; mereka bahu-membahu membantu penggalian fondasi dan pembersihan lahan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Melalui aksi sosial langsung, Polri ingin menunjukkan bahwa transformasi organisasi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. AKBP I Made Redi Hartana menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen peringatan hari besar. “Kami sudah memetakan titik-titik prioritas penanganan pascabencana dan akan terus mengupayakan bantuan, baik dari internal Polri maupun menggandeng pihak ketiga,” jelasnya.
Penerima manfaat, Joni Saputra, tak kuasa menahan haru saat menyaksikan peletakan batu pertama rumah barunya. Ia bersama keluarga kecilnya telah tinggal di tenda darurat selama hampir empat bulan. “Saya tidak menyangka akan dibantu secepat ini. Terima kasih kepada Bapak Polisi dan semua pihak yang peduli,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Hingga berita ini diturunkan, proses pembangunan telah memasuki tahap pemasangan dinding dan rangka atap. Polres OKU Selatan menargetkan serah terima rumah secara simbolis dapat dilakukan pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. (Laporan ini dihimpun oleh tim Beritadua.com)
Comments (0)