Polda Metro Gelar Apel Operasi Berantas Jaya 2026, Fokus Tekan Curanmor
Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menggelar apel kesiapan Operasi Berantas Jaya 2026 di Lapangan Polda Metro Jaya pada Sabtu (4/7/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritadu
Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menggelar apel kesiapan Operasi Berantas Jaya 2026 di Lapangan Polda Metro Jaya pada Sabtu (4/7/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritadua.com, operasi ini merupakan langkah strategis Polda Metro Jaya dalam menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian utama di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.
Sebanyak 520 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 247 personel Satuan Tugas Operasi Daerah (Satgasopsda) dan 273 personel Satuan Tugas Operasi Reserse (Satgasopsres). Kombinasi pasukan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengungkapan kasus curanmor yang kerap meresahkan masyarakat.
Fokus Operasi: Curanmor dan Kejahatan Jalanan
Operasi Berantas Jaya 2026 secara khusus menargetkan jaringan pencuri kendaraan bermotor yang selama ini beroperasi di titik-titik rawan. Selain curanmor, operasi ini juga akan membidik kejahatan jalanan lain seperti penodongan dan penjambretan yang sering terkait dengan aksi curanmor. Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah lokasi yang menjadi langganan kejahatan tersebut, termasuk di pinggiran Jakarta dan jalur-jalur utama.
Wakapolda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono, menegaskan bahwa operasi ini harus dijalankan dengan penuh komitmen dan terukur. Dalam arahannya saat apel, beliau menyampaikan pesan tegas kepada seluruh personel yang bertugas.
"Operasi Berantas Jaya 2026 ini harus dilaksanakan secara serius, terarah, dan terukur. Target yang telah ditetapkan harus diupayakan secara maksimal, khususnya dalam pengungkapan kasus curanmor," ujar Brigjen Dekananto.
Lebih lanjut, Wakapolda menekankan pentingnya pendekatan preemtif dan preventif, seperti patroli dialogis dengan warga dan pemasangan imbauan di tempat-tempat umum, untuk meningkatkan kewaspadaan pemilik kendaraan. Selain itu, aspek penindakan akan dilakukan dengan pengembangan kasus hingga ke akar sindikat penadah kendaraan curian.
Dukungan Teknologi dan Kolaborasi
Dalam operasi kali ini, Polda Metro Jaya juga memanfaatkan teknologi pemantauan berbasis CCTV dan sistem pelacakan kendaraan yang terintegrasi dengan posko operasi. Dukungan dari unit intelijen dan reserse narkoba juga dilibatkan, mengingat tidak sedikit kasus curanmor yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi dengan Polres jajaran dan instansi terkait akan memperluas jangkauan operasi hingga ke wilayah penyangga.
Operasi Berantas Jaya bukanlah yang pertama digelar. Pada tahun-tahun sebelumnya, operasi serupa berhasil menekan angka curanmor hingga dua digit persentase di beberapa wilayah. Dengan adanya penyegaran strategi dan penambahan personel, Polda Metro Jaya optimistis operasi tahun ini mampu menghasilkan pengungkapan yang lebih signifikan.
Masyarakat diimbau untuk turut berperan aktif dengan selalu memastikan kendaraan terkunci ganda, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melapor ke call center 110 atau aplikasi Polri Super App jika melihat aktivitas mencurigakan. Laporan dari warga menjadi salah satu kunci keberhasilan operasi yang berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Operasi Berantas Jaya 2026 diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta serta menekan angka kriminalitas curanmor secara signifikan.
Comments (0)