Pertamina Genjot Homestay Lokal Mandalika Jelang MotoGP

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per kuartal pertama 2024, kunjungan wisatawan ke kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mengalami kenaikan signifikan seiring gelaran MotoG...

Oct 12, 2026 - 17:18
0 1
Pertamina Genjot Homestay Lokal Mandalika Jelang MotoGP

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per kuartal pertama 2024, kunjungan wisatawan ke kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mengalami kenaikan signifikan seiring gelaran MotoGP. Tren ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat fundamental ekonomi lokal, salah satunya melalui pengembangan homestay atau penginapan berbasis rumah warga. PT Pertamina (Persero) tercatat mengambil peran aktif dalam program pembinaan pengelolaan homestay, mulai dari pelatihan manajemen hingga Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang menyasar aspek likuiditas energi masyarakat setempat.

Dorongan Kapasitas Pengelolaan bagi Pelaku Usaha Mikro

Di satu sisi, kehadiran event internasional seperti MotoGP menciptakan lonjakan permintaan kamar yang tidak selalu mampu diserap hotel berbintang. Data mencatat bahwa okupansi akomodasi non-hotel di sekitar sirkuit Mandalika sempat menembus 80 persen pada periode balapan, jauh di atas rata-rata harian yang berkisar 40-50 persen. Kondisi ini membuka peluang ekonomi bagi rumah tangga yang mengubah sebagian huniannya menjadi homestay. Pelatihan yang diberikan mencakup standar kebersihan, manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, hingga pelayanan tamu. Tujuannya agar pelaku usaha mikro tidak hanya menjadi penonton dari sentimen pasar, tetapi mampu menangkap valuasi ekonomi yang mengalir saat event berlangsung.

Di sisi lain, tantangan struktural tetap membayangi. Banyak homestay lokal masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas sumber daya manusia, dan infrastruktur pendukung. Rasio hunian yang melonjak tajam saat MotoGP kerap tidak diikuti permintaan stabil di luar musim balapan. Artinya, tanpa diversifikasi paket wisata dan promosi berkelanjutan, homestay berisiko mengalami penurunan pendapatan pasca-event. Program pendampingan dinilai menjadi jembatan agar kualitas layanan konsisten, sehingga wisatawan kembali datang meski tanpa agenda balapan.

Desa Energi Berdikari dan Implikasi Ekonomi

Program Desa Energi Berdikari menjadi dimensi lain yang menarik dicermati. Melalui skema ini, masyarakat diberi akses terhadap energi terbarukan skala kecil, seperti panel surya dan pengolahan limbah menjadi biogas. Bagi pembaca awam, DEB dapat dipahami sebagai upaya membuat desa mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, sehingga biaya operasional harian, termasuk untuk homestay, menjadi lebih terkendali. Dalam konteks ekonomi, efisiensi biaya energi berpotensi memperbaiki margin keuntungan pelaku usaha kecil dan memperkuat daya saing harga sewa.

Pro: pendekatan ini menyentuh akar persoalan, yakni produktivitas dan kemandirian energi, bukan sekadar bantuan sesaat. Kontra: dampaknya baru terasa dalam jangka menengah, sementara kebutuhan mendesak menjelang MotoGP menuntut hasil cepat. Selain itu, pengukuran keberhasilan program masih perlu diperjelas, misalnya melalui indikator pendapatan per homestay, tingkat hunian tahunan, dan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Pariwisata berbasis komunitas hanya berkelanjutan jika ada transfer kapasitas, bukan sekadar perhelatan sesaat," ujar seorang pengamat ekonomi pariwisata, menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-event.

Proyeksi dan Sentimen Pasar ke Depan

Ke depan, proyeksi pertumbuhan homestay di Mandalika bergantung pada tiga faktor: konsistensi pendampingan, integrasi dengan platform pemesanan digital, dan dukungan infrastruktur dasar. Jika berjalan optimal, homestay dapat menjadi penyangga ekonomi daerah yang mengurangi ketergantungan pada musim balapan. Namun, capital outflow ke luar daerah tetap menjadi risiko bila rantai pasok lokal belum terbangun. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memastikan belanja wisatawan berputar di ekonomi setempat.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara korporasi energi dan komunitas lokal mencerminkan tren pembangunan pariwisata yang lebih inklusif. Keberhasilannya tidak diukur dari jumlah pelatihan, melainkan dari kenaikan pendapatan riil warga, stabilitas okupansi, dan penguatan fundamental ekonomi desa. Dengan begitu, warisan MotoGP Mandalika bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kapasitas ekonomi masyarakat yang bertahan jauh setelah lampu start padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User